Photobucket

Sejujurnya sudah kurang sregΒ  sama Warung Tekko -waktu itu makan yang di Mal Depok- tapi, berharap dengan makan di Warung Tekko Kalimalang Bekasi, bisa terhapuskan perasaan kurang sreg ini. Eh ternyata malah tambah kurang sreg loh, penyebabnya? Ngga ada air di toilet dan washtafelnya.

Perbedaan antara Warung Tekko dan Lekko memang signifikan banget. Harga di Warung Lekko lebih murah -ada Iga Penyet Medium yang harganya 19.5K aja- Nah, tapi beberapa hari sebelum tahun baru, Suami ngajak makan di sini. Ealah, Iga penyetnya sambalnya sedikit dan ngga pedas -padahal mintanya pedas- trus Ribsnya malah manis banget -bukan pakai madu malah serasa pakai karamel- sayur asemnya standar sih. Tapi, berbeda dengan di Warung Lekko yang ada kuahnya, kalau di Warung Tekko ngga pakai kuah. Kebayang kan kalau ngga pesan sayur asem, bisa seret deh tuh makannya. Tapi, yang cukup menghibur adalah porsi minumannya bikin puas.

Satu hal lagi yang bikin ilfeel makan disini adalah toiletnya ngga ada airnya -toilet di lantai 2- washtafelnya sama aja. Gue sama Suami yang tadinya duduk di lantai dua, terpaksa turun ke lantai satu hanya untuk cuci tangan. Dan paling lucu dong, waktu pelayannya gue komplain ngga ada air, cuma nyengir aja. Ngga recomended deh. Makin ilfeel saat mau bayar. Ternyata harus bayar CASH. Alhasil, terpaksa cari ATM dulu. Sepertinya heran ya, kalau resto sebesar Tekko ini masih menganut cara tradisional untuk membayarnya.

Makan di sini lagi? Pastikan saja sudah ngga pingin ke toilet dan bawa uang tunai yang cukup.

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.