Day- 3, 31 Oktober 2012-

Gue  dan Miswa memutuskan untuk pindah hotel. Selain butuh suasanan baru, capek juga kalo mau ke kamar kudu naik tangga sampai lima lantai. Hotelnya ada di pinggir jalan, pakai lift dan kamarnya lebih nyaman. Tarifnya 20dollar aja.

Di hari ketiga, gue dan Miswa memutuskan untuk city tour, berdua aja. Sambil jalan kaki tentunya. Terus terang kalo di luar negeri kenapa lebih nyaman jalan kaki ya?

Sebelum city tour, gue mengerjakan PR dari kelas Skenario dulu. Kita ngupi-ngupi di Highland Coffee yang letaknya diujung jalan. Trus mulai deh berjalan kaki, walau  lumayah jauh sih.

Tujuan pertama kita adalah Ho Chi Minh Museum. Masuknya bayar sekitar 15ribu VND. Di Museum ini banyak pasangan yang melakukan foto pre wedding. gayanya sih sama aja ya sama pasangan di Indonesia kalau foto pre wedding.

yang bikin salut di museum ini adalah, jelas banget informasinya yang disampaikan. belum lagi ada diorama yang menggambarkan dengan jelas. Bukan sekedar koleksinya ditaruh aja gitu.

Selesai dari museum ini, tadinya mau ke istana. tapi berhubung bukanya jam 1 siang, akhirnya gue dan miswa nongkrong di taman depan istana. Eh dibujuk-bujuk untuk semir sepatu, berhubung sepatunya miswa bahannya bukan yang bisa disemir, tapi “setengah dipaksa untuk dilem” untuk lem pakai power glue begitu bayar 20ribu VND. mahallll bener kan, cuma dilem sekelilingnya aja. Gondok kalo ingetnya.

Trus, dalam perjalanan menuju istana sempat minum kelapa dingin yang dijual abang-abang pikulan gitu. Gue yang doyan banget kelapa begini langsung semangat. kedengeran gue harganya fifteen, eh taunya fifty… kesel sama diri sendiri kalo ingetnya deh. Sementara di restoran aja kelapa model begini tuh ngga sampai forty.
Photobucket

Sambil nunggu jam buka istana, gue dan miswa jalan ke masjid yang letaknya di belakang hotel Sheraton. konon ada kantin muslim disini. Eh ternyata, ngga jualan cinnn. Akhirnya gue dan miswa makan di resto halal saigon yang ada di depan masjid.

Pas gue makan disini ketemu sejumlah pejabat RI, yang merasa heran gue dan Miswa bisa jalan-jalan sampai sini. hellooo pak, kita sih jalan-jalan pakai uang sendiri, memang situ pakai uang negara. Di Resto Halal Saigon memang agak mahal, nanti reviewnya terpisah ya.

habis makan kita lanjut lagi ke Istana Kemerdekaan, masuknya bayar 30ribu VND. Untuk brosurnya bayar lagi 10ribu VND. Sayang Miswa kelupaan beli sampai di dalam kita agak sedikit bengong-bengong.

Tidak semua bagian ruangan Istana bisa dilihat, karena ada pembatasnya juga. Keren sih. Arsitekturnya sederhana tapi kuat banget nuansa baratnya. Ada ruangan bioskop dan gedung pertunjukkan khusus. Di dalam juga ada guide berbahasa inggris yang servisnya gratis.

Di bagian bawah tanah istana ada ruang-ruang rahasia dan ruang komunikasi. keadaannya pengap banget. Di sini sempat juga menonton film tentang pergerakan rakyat Vietnam.lelah berkeliling istana, di bagian atas ada yang jual minuman dingin. Murmer harganya dan standar kaki lima Indonesia lah.

Balik dari Istana kemerdekaan, baru deh belanja di ben Than market. Kayaknya nih orang indonesia sudah dikenal banget untuk belanja disini. Sempet dipanggil-panggil “murah kakak…” nyaris semua penjual menawarkan harga gila-gilaan, sampai akhirnya gue menemukan sebuah kios yang harganya murah dan masuk akal. Untuk kaos bahan yang bagus, harganya 80ribu VND, untuk yang anak-anak 60ribu VND.

Sempat makan di Pho 2000 yang ada di depan Ben Than, harganya sih beda tipis sama di jakarta. tapi, enak disana sih -kaldunya pakai babi mungkin?-

Puas belanja di ben Than balik ke hotel, tapi mampir dulu ke kedai kopi Trung Nguyen. Beli yang kemasan 100 gram buat oleh-oleh. Biji kopinya baru digiling saat kita beli. Sementara pilih level 1 aja dulu, karena kalau level 8 kata Miswa makjreng banget efeknya.

Day- 4,  1 November 2012

Karena ini hari terakhir di Ho Chi Minh, gue dan Miswa melanjutkan City Tour. Tapi, sebelumnya mengerjakan tugas dulu dan nongkrong di Highland Coffee. Selesai mengerjakan tugas, sekitar jam 12an, jalan kaki lagi mencari War Remrant Museum. Masuknya bayar 15ribu VND. Walau tempatnya ngga terlalu besar, tapi informasinya cukup bagus disini.

Ada berbagai peralatan tempur yang digunakan Vietnam saat perang, mirip museum satria mandala di Jakarta. Trus ada juga sel tahanan yang digunakan saat perang Vietnam. yang mengerikan ada guillotine alias pisau yang digunakan untuk memenggal kepala. Duh, bikin bulu kuduk merinding deh. Gue sempat merasa miris banget saat ruang tahanan sedemikian kecil digunakan untuk menampung tahanan yang banyak. Desak-desakan pastinya. Ada juga foto-foto yang menggambarkan kekejaman perang, mual banget deh. Ada foto yang tulangnya dipatahin, matanya diculek, trus macam-macam deh yang bikin mau nangis.

Di lantai dua museum ini ada ruangan yang khusus menggambarkan foto-foto korban perang. Ada cerita tentang agent orange dioxide ini tambah bikin mual. Gegara dioxide ini banyak yang cacat, hingga sekarang. Bayangin aja hanya butuh 8gram dioxide untuk mencelakai satu juta orang. mulesss dehhh

Selesai keliling museum, gue dan miswa ke toko cenderamata. Beli oleh-oleh lagi. Beli topi seharga 80ribu VND. Murah deh dibanding di Ben Than. Pulangnya, makan di restoran halal malaysia dan mampir ke Ben Than lagi karena ada titipan dari teman. Yang bikin senang adalah sempat beli teko+cawan buat ngeteh. Harganya 150ribu VND, murmer dan bagus kualitasnya.

 

Malamnya, balik ke supermarket yang sebelumnya kita datangin dan makan di KFC. sayang, mau cari-cari tas ngga ketemu. Akhirnya di dekat hotel kita nemu distro Orange. Kualitasnya bagus dan harganya sama seperti distro di tebet. dan bukan miswa kalo ngga cari kesempatan dalam kesempitan. Tetiba miswa masuk toko tas dan beli tas buat kerja, gue sih senyum aja deh.

 

Day 5, 2 November 2012

bener-bener last day deh ini. jam setengah tujuh  pagi kita sudah check out, karena flight jam 9.20. untuk pulang gue ngga ambil HCMC-JKT, tapi HCMC-SIN dulu. Rencananya mau jalan-jalan dulu di SIN. Setengah jam aja sudah sampai di bandara. dan seperti biasa Ho Chi Minh pagi hari itu macet juga. Tapi ngga semacet di jakarta.

Dari hotel ke bandara naik taksi Vinasun yang Innova. Tarifnya 150ribu VND ditambah 15ribu semacam biaya masuk bandara.

Pas gue dan Miswa sampai bandara, bahkan counternya Tiger Airways belum buka. Sempat ngantre  sebentar dan gue khawatir akan kena excess luggage, eh trnyata ngga bayar lagi. Sampai Singapura Alhamdulillah selamat, tepat waktu.

Di Singapura sempat jalan-jalan aja di ION, makan Padang padang di food court  Orchard -ya ampun kangen banget makan masakan padang- Dan akhirnya mampir ke Tampines. Pas turun MRT ternyata ada mallnya -norak mode on-

Karena flight ke Jakarta jam 9 malam, gue sama miswa milih istirahat aja di bandara, mengingat kita dari Vietnam pagi banget. Lion air yang kita naikin on time banget. Pas sampai di jakarta, gue jadi ketawa pas inget, sarapan di Vietnam, makan siang di Singapura, makan malam di bandara.

jadi ngga sabar untuk next trip sama miswa…. kemana ya enaknya yang murmer + promo????

 

 

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.