Setiap tanggal 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari pahlawan. Momen sakral ini merupakan peringatah tahunan untuk mengenang pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945. Kala itu, pasukan-pasukan pro kemerdekaan Indonesia bersama para milisi bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda sebagai bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.Β  Meski pertempuran ini berlangsung dariΒ  27 Oktober hingga 20 November tahun 1945, tanggal 10 November 1945 menjadi puncaknya.

Seiring perkembangan zaman, makna tokoh Pahlawan bukan lagi sekedar mereka yang berjuang bagi kemerdekaan. Tapi, kemudian berkembang menjadi sosok yang berguna dan menginspirasi orang yang ada di sekitarnya. Kalau buat saya sih, pahlawan dalam kehidupan saya saat ini adalah Mbak Wi, asisten rumah tangga yang sudah kurang lebih delapan tahun bekerja dengan keluarga saya, serta Tagor, yang kerap mengantar saya kemana-mana. Mba Wi, Asisten Rumah Tangga yang bekerja di rumah saya dan papah saya, sudah seperti keluarga buat kami. Buat saya, she’s like my old sister. Kesederhanaannya dan kegigihannya menjalani hidup bikin saya banyak belajar dari dia. Kalau dari tagor sih, saya belajar bahwa hidup kadang memang harus dilewati dengan woles alias selowww hahahahahaaa….Β  Kenapa mereka sangat berjasa bagi kehidupan saya? Oh jelas… mereka tuh tulus, ikhlas dan tentunya sabar banget πŸ™‚

Untuk mengetahui siapa sih Pahlawan dalam kehidupan orang lain, saya mewawancara empat orang perempuan hebat. Kenapa hebat? Mungkin mereka tidak menorehkan prestasi atau menjadi pemenang dalam kejuaraan tertentu. Tapi, up and down dalam kehidupan telah mengantarkan mereka menjadi sosok perempuan luar biasa. Ini dia sosok pahlawan menurut empat perempuan hebat ini.

  1. Dita Soehardi

Saya mengenal sosok Dita sebenarnya baru setahun belakangan. Kesan saya, dia ini cewek tengil, aktif, centil, menyebalkan tapi dia juga pintar, walau kadang over hahahahahaha…. Dita ini tipe anak daerah yang terbilang sukses di Jakarta. Ngga cuma berhasil di kariernya, Dita dijuluki sebagai Miss Hoki karena dia sering menang lomba foto dan lomba blog.

Dibalik pencapaiannya dalam kehidupan, Dita menganggap sosok pahlawan dalam hidupnya adalah Nyai Dasima. Hah??? Kayak tokoh di sinetron. Yup, karena keisengannya, Dita ini menyebut atasannya sebagai Nyai Dasima. Hubungan Dita dengan atasannya memang cukup dekat. Menurut Dita, Nyai Dasima selalu mempercayainya, hingga membuatnya pede untuk mengembangkan diri. Plus, Nyai selalu memberinya kesempatan untuk mengembangkan kariernya hingga seperti ini. Karena kedekatannya, Dita pun kerapkali curhat, yang selalu direspon Nyai dengan komentar sarkas. Yang anehnya justru membuat Dita adem hati. Hahahahaha… iya Dita memang agak aneh. Coba deh diintip Instagramnya di @Ditasoedaily

pahlawan-menurut-dita

 

2. Dyann

Saya mengenal Dyann sejak dua tahun silam, saat sama-sama menjadi finalis lomba foto Your Everyday Discoveries yang digelar Simpati. Bedanya, saya hanya dapat hadiah pulsa 500ribu, Dyann dapat hadiah jalan-jalan ke Hongkong πŸ™‚ #RezekinyaBagus

Dyann menganggap Pahlawan dalam kehidupannya saat ini adalah Renny Herdiani Zainal, dekan fakultas Psikologi Universitas Jayabaya, tempatnya dahulu menuntut ilmu. Apa pasal? Ternyata, Ibu Renny yang sudah almarhum ini banyak berperan saat Dyann harus kuliah sekaligus bekerja. Dyann bercerita, Ibu Renny tak segan-segan mengeluarkan duit bagi mahasiswanya yang kesulitan membayar uang kuliah, Ngga hanya itu, Ibu Renny juga kerap membimbingnya, menasehatinya, hingga kuliahnya bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat. Dyann menganggap sosok Ibu Renny bukan cuma sebagai dekan, tapi juga malaikat, Ibu angkat dan pahlawan dalam kehidupannya. “Mungkin kalau ngga ada beliau, gue bisa tambah stres,” cerita Dyann. Yuk intip cerita dan kehidupan Dyann di Instagram @dazzlingdyann

pahlawan-menurut-dyann

3. Muthia

Saya mengenalnya karena sekantor. Walau ngga dekat kayak sahabat, kami cukup intens ngobrol, karena kita punya kesamaan minat dalam ngeblog dan…. make up. Jujur aja, saya kagum sama Muthia ini. Dia pinter (Pernah dapat beasiswa di luar negeri) rajin olahraga dan orangnya tuh tekun banget. Tahu ngga sih siapa pahlawan dalam kehidupannya? Hahahahaha… siap-siap ketawa ya, karena ini jawaban paling sederhana yang saya pernah dengar. Ternyata, Pahlawan dalam kehidupannya adalah Mpok Roh, tukang pijat langganannya dan orang yang menciptakan pinsil alis…. Yuk ngintip cerita dan kegiatan Muthia di Instagram @turiscantik dan di blog dengan nama yang sama.

pahlawan-menurut-muthia

 

4. Roro

Saya mengenalnya dari zaman masih sama-sama berseragam putih biru, alias zaman SMP. Di SMA, kita satu sekolah lagi. Dan sejak beberapa tahun lalu, kita intens mengurus reunian. Apalagi, belakangan sering banget ketemu, karena silaturahmi Jumat malam. Tapi… mendengar cerita tentang apa yang terjadi dengan hidupnya bikin saya mau mewek…. saat ditanya siapa yang dianggap Pahlawan dalam hidupnya, Roro menjawab mantan suami. Ouww… kok bisa??? Roro yang kini merupakan single parent dengan empat anak perempuan yang cantik-cantik ini mengaku perpisahannya dengan mantan suami membuat “matanya” terbuka. Sebelumnya, Roro hidup di zona nyaman bahkan dimanja.

Perpisahannya dengan mantan suami membuatnya tahu makna hidup sebenarnya, punya tujuan dan belajar banyak hal. Walaupun, di awal perpisahannya Roro sempat merasa sakit hati, sedih luar biasa. “Sekarang gue malah mau say many thanks sama dia,” kata Roro mantap.

Ngga cuma mantan suami, Pahlawan lain dalam kehidupan roro adalah Nenek-Neneknya yang mengajarkan untuk tangguh menghadapi ujian hidup. Dari Nenek pihak Ayahnya, Roro melihat sikap nrimo saat dipoligami. Saat sang Nenek dipoligami, beliau tak pernah marah atau sedih. Entah terbuat dari apa hatinya, sang Nenek malah mengingatkan untuk berbuat adil, tidak membuka aib, dan tidak suka membahas kejelekan orang. Yang mengagumkan, saat disakiti, Nenek malah mendoakan orang yang menyakitinya.

Dari Nenek pihak Ibu, Roro belajar untuk tak patah semangat berjuang. Roro berkisah, Neneknya ini selalu berjuang dengan penuh seluruh. Roro mengenang ketika sang Kakek tidak bekerja, Neneknya rela turun tanga, bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar anak-anaknya bisa tetap sekolah. Padahal, tadinya sang kakek bekerja sebagai manajer di perusahaan minyak. Ketangguhan yang diplejarai Roro dari kedua Neneknya ini membuatnya tak butuh waktu lama untuk menata kembali hidupnya.

Ujian kehidupan yang telah dilaluinya membuatnya kian yakin bahwa Allah Maha Baik. Jadi tak perlu mengeluh ketika roda kehidupan tengah di bawah, dan tetap bersyukur kalau diajak naik lagi ke atas. Satu prinsip yang selalu dipegang adalah jangan sampai menyakiti orang lain. Tentu saja kekuatan melalui ujian yang dirasakan Roro tidak diperoleh dalam waktu 1-2 hari saja πŸ™‚

pahlawan-menurut-roro

 

Nah itu dia Pahlawan menurut empat perempuan hebat ini. Kalau kamu, siapa sih sosok Pahlawan yang punya peran penting dan berjasa banget dalam kehidupan kamu? Cerita dong di sini…..Β  πŸ™‚

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    9 Comments

  1. Turis Cantik 10/11/2016 at 12:12 pm

    Hahaha krn alis gua ‘buntung’ mez takut dikira saiton kl ngak ada pinsil alis. Makasih ya mbak memez heheheh

    • memez 18/11/2016 at 11:27 am

      Hihihihihihi alis buntung πŸ™‚

  2. imeldasutarno 10/11/2016 at 3:27 pm

    ah akhirnya saya jadi tau tentang mbak turis cantik yg kalo gak salah pernah ninggalin jejak di blogku. Berkat tulisan ini, hihihi. Keren nih postingnya mbak, kreatif deh ngewawancarai aneka ragam orang tentang pahlawan gini. Salam kenal ya mbak πŸ™‚

    • memez 18/11/2016 at 11:28 am

      Terima kasih sudah main ke sini. Salam kenal juga πŸ™‚

  3. Jade Ayu 10/11/2016 at 10:08 pm

    Pahlawan di hidup aku skrg itu tempat tidur Mez. Hahaha.. #baladabusuikurangtidurakibatakrabsamagentongdandiapers

  4. Ria Windianti 11/11/2016 at 12:10 am

    Pahlawan dlm hidup gue sekarang.. si saipul renegade. Orangnya loyal, ga perhitungan, atm berjalan gue, pekerja keras dan baiiikkk banget.

    • memez 12/11/2016 at 10:41 am

      Higihihihi kebayang ya kalau ngga ada Saipul. Rempong….

  5. Thio Andhika 13/01/2017 at 1:56 pm

    pahlawan saya mah pasti ibu ahaha , keren artikelnya mbak. sukses terus ya.

    mampir kesini jg mbak, siapa tau butuh tmpt utk sharing” kan .

    • memez 19/01/2017 at 6:21 pm

      yaahhh Ibuku juga pahlawanku…