photo batagor_zps973e54d9.jpg

Depok tengah menjelma menjadi kota wisata kuliner. Dari bakmi, bebek, steak bahkan hingga makanan olahan durian tersedia di sepanjang jalan Margonda, yang menjadi jantung utama kota Depok. Sebagai warga Depok, tentu saja saya merasa dimanjakan dengan pesatnya perkembangan bisnis kuliner di Depok. Dahulu, setiap ingin mencoba sebuah tempat makan, patokan yang biasanya dipakai adalah tempat makan yang ramai pengunjung. Tapi, tidak demikian dengan tempat makan Soerabi bandung di jalan Margonda raya, Depok ini. Karena, ramai pengunjung tak menjadi jaminan, bahwa makanan yang disajikan enak rasanya.

Satu tempat makan yang sedang diminati di kota Depok adalah Soerabi Bandung Enhaii, yang menempati dua gedung dengan masing-masing gedung terdiri dari dua lantai.  Di gedung pertama, lantai satu ditempati oleh Kawa Kopi Tiam, di lantai dua ditempati oleh Batagor Ihsan. Sementara di gedung kedua, lantai satu ditempati Soerabi Bandung dan di lantai dua ditempati Bubur Barito.  Semenjak dibuka pada pertengahan 2012,  tempat makan ini selalu dipenuhi oleh pengunjung, hingga tak jarang membuat arus lalu lintas di jalan Margonda raya sedikit tersendat.

Suatu hari, saya dan Miswa pernah mencoba makan siang di tempat ini. Kami memilih duduk di lantai satu di area Soerabi Bandung. Walau begitu, kami bisa memesan makanan di gerai lainnya. Saat itu, Miswa memesan Sapo Tahu, saya yang merindukan surabi oncom yang biasa dinikmati di dekat kampus NHI bandung, malah tak menemukan surabi ini dalam menu. Buat saya ini sebuah kejanggalan. Menyebut sebagai surabi bandung tapi tak menjual jenis surabi oncom. Akhirnya saya memesan surabi sosis keju, rasanya tak terlalu istimewa menurut saya. Namun, sapo tahunya patut dihargai rasanya. Meski tak bisa disebut Nikmehhh…

Kali lain, di sebuah malam minggu, saya bersama Bimo dan Fira gagal menonton film 5cm. Akhirnya, kami pun bersepakat untuk makan di tempat ini lagi. Saya memesan batagor bakso, sementara Bimo dan Fira memesan surabi coklat surabi sosis keju. Meski cukup ramai, pelayanannya terbilang cepat. Namun, rasanya tak terlalu istimewa. Batagor bakso yang disajikan dalam keadaan dingin, yang berakibat menjadi alot. Sementara surabi yang disajikan malah terlalu tebal dan kurang begitu matang.

 photo batagor2_zps860735d7.jpg

Untuk minumnya, kami memesan Ice  lemon tea, ice chocolate dan es teh tarik. Ice chocolatenya lumayan enak, sementara es teh tariknya dan es lemon tea rasanya standar saja. Untuk semua makanan+minuman ini saya menghabiskan uang tak sampai 100ribu rupiah, tergolong murah sesungguhnya.

 photo batagor3_zps78794b95.jpg

Sebagai orang  yang lidahnya gemar bertualang dengan mencicipi makanan di tempat makan baru, sepertinya saya akan berpikir ulang jika kelak ingin makan di Surabi Bandung ini. Kecuali , jika ada perbaikan rasa – yang tentunya sesuai selera saya-

 

 

 

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    8 Comments

  1. noni 29/01/2013 at 10:54 pm

    pengennnnnn serabi deh jadinya

    • memez 02/02/2013 at 11:14 am

      Jangan disini…. di Bandung aja yuk 🙂

  2. keke naima 31/01/2013 at 5:57 pm

    batagor yg dingin dan surabi yg kurang matang mungkin itu juga kenapa di sajikannya cepat ya..

    • memez 02/02/2013 at 10:33 am

      Bisa juga seperti itu ya… terima kasih sudah mampir 🙂

  3. keblug 04/02/2013 at 9:52 am

    Kalau ke Bandung, surabi Cihapit juga terkenal 🙂

    salam kenal…

    • memez 10/02/2013 at 11:48 am

      Langsung ngiler… kapan ya bisa ke Bandung lagi 🙂

  4. Poer_nature 01/01/2014 at 10:05 pm

    Surabinya enak,tp sayang pelayanannya tdk memuaskan

    • memez 02/01/2014 at 2:16 pm

      Pelayanannya yaa gitu deehhh…