PINKPONG

 

 

 

 

 

I’m Not A Gay!!!!

I’m a woman, same like you.

But in a different case….

Belakangan, gue rada sering ngobrol dengan seseorang yang mungkin dianggap aneh. Dia terlahir sebagai laki-laki -dan sejujurnya lumayan cakep, ngga jeleklah #UHUKKK- tapi merasa dirinya sebagai perempuan.

Btw, Gue menulis ini sudah mendapatkan izin darinya…

No..no…no… dia menolak dianggap banci, waria, gay atau apalah sebutannya. Dia merasa sebagai PEREMPUAN. Iya PEREMPUAN…

“Panggil gue PONG. Itu nama Thailand gue,”Β  pintanya dengan suara lembut.

PONG ini awalnya gue ngga terlalu dekat sama dia, trus gue ajak ngobrol, eh kok anaknya asyik. Dan pas gue tanya-tanya, ternyata dia adik kelas gue waktu SMA. Makanya waktu gue bilang adalah sebuah aib sekolah gue punya murid kayak dia, dia langsung ketawa. Mungkin dia terima nasib kalau adik kelas pasti bakalan “dibully” sama kakak kelas.

Dekat dengan PONG bikin gue kembali teringat zaman gue masih liputan di desk Infotainment, di mana saat itu banyak banget artis-artis yang bertubuh laki-laki tapi bersikap kemayu. Sebagian bertingkah seperti itu demi lucu-lucuan, demiΒ  pekerjaan. Sebagian lagi memang benar-benar kemayu dan tak ubahnya sebagai perempuan.

Gue bertanya kepada PONG, apa sih sebenarnya yang menyebabkan dia merasa menjadi perempuan yang terperangkap di tubuh laki-laki? “Dari kecil gue memang merasa perempuan, dan orangtua gue tahu itu,” ceritanya sambil merapikan rambutnya.

Untuk menegaskan keperempuanannya, PONG berdandan. Memakai foundation dan tak lupa eyeliner. Gue aja sampai jengah sendiri, karena dia pakai eyelinernya rapih dan foundationnya awet. Belakangan dia meminta untuk titip beliin lipstick sama gue… Hadooohhhh…. Bingung gue dia mau pakai ke mana…

Di lingkungan gue, sebenarnya, tingkah laku PONG tidak termasuk mengganggu sih. Dia ngga berusaha menunjukkan kalau dia tertarik dengan laki-laki, tidak jelalatan matanya. Tapi… kalau lagi ngobrol sama orang-orang yang asyik dan dekat dengannya, dia sudah ngga malu-malu lagi menunjukkan orientasi seksualnya.

Jujur, gue sering banget ketemu dan berkawan akrab dengan orang-orang seperti PONG. Kebanyakan dari mereka ngga menemukan teman yang bisa diajak sharing dan cerita apapun. Seperti PONG ini. Dia suka hello kitty, warna pink dan benada-benda yang mencerminkan sikap feminimnya. Karena itu dia buka-bukaan banget cerita sama gue. Tapi, gue masih merasa dia masih galau sama jati dirinya. Belum bisa memutuskan masa depannya. Dan menurut gue, bukan ngga mungkin suatu saat dia akan jenuh dengan keadaan begini. Atau justru merasa ini adalah jalan hidupnya πŸ™‚

Maka, ketika beberapa hari lalu, PONG bilang dia mau operasi kelamin di Thailand, gue bilang dia harus berpikir dahulu. Karena mengubah kelamin bukan keputusan mudah, keputusan yang harus dipikirkan dengan sangat panjang, keputusan yang akan mengubah banyak hal. Yang akan mengubah hidupnya, keluarganya, hidupnya ke depan.

Sejak PONG bilang dia mau operasi kelamin, gue langsung terjebak dalam situasi membingungkan. Gue terus menerus meyakinkannya bahwa dia harus berpikir ribuan kali, sebelum nanti menyesal. Dia harus kasih tahu keluarganya, kasih tahu orangtuanya. Tapi, sepertinya tekadnya untuk operasi kelamin kuat banget. Dan gue bingung harus seperti apa lagi memberitahukannya….

Ada yang punya pengalaman bagaimana memberi tahu seseorang seperti PONG? Gue cuma ngga mau dia menyesal di kemudian hari…..

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    12 Comments

  1. echaimutenan 21/08/2015 at 10:52 pm

    susah sih ya…kalau emang dianya pengen gitu…
    semoga dibukakan pintu hatinya kembali kodratnya…

    • memez 22/08/2015 at 8:43 am

      Gue juga selalu berdoa kayak gitu Cha…

  2. Dani 22/08/2015 at 8:15 am

    Kayaknya dirimu sudah gak perlu lagi berusaha pengaruhi si Pong Mbak Mez, gw kok yakin dia udah punya ketetapan hati ke sana. Urusan menyesal ataupun enggak kan sudah pasti tahu ya dia konsekuensinya apa ke depannya nanti..

    • memez 22/08/2015 at 8:44 am

      Iya sii… tapi gue masih menilai dia masih galau sama jati dirinya :(((

  3. turiscantik 22/08/2015 at 11:46 am

    menurut gua semua orang punya hak untuk menentukan arah hidupnya masing2 kalau orangnya kekkeuh kita kash saran juga ngak mempan ye cin. cuma dari sekian bnyak kasus dan pertemanan gua dengan cowok ( or cewek ) sejenis, gua ngak percaya secara mental mereka memang terlahir tidak sesuai kelaminnya. pergaulan, what u read, what u learn, what u adapt , what u believe lah yang membuat orang terdokrin kalau dia bukan sosok yang di ciptakan tuhan untuknya. tuhan ngak mungkin salah pilih klamin loh say, god made u with all his love to make u love yourself even more.

  4. Winda Carmelita 22/08/2015 at 11:49 am

    Sebagai teman yg sayang, hanya bisa memberi pandangan ya Mbak. Pilihan tetap pada tangannya πŸ™‚

    • memez 25/08/2015 at 6:33 pm

      Setujuuuuuu

  5. Bibi Titi Teliti 25/08/2015 at 9:37 am

    Yah memamg agak sulit untuk menghadapi kasus seperti ini mbaaak…

    Aku pun punya temen yang gay mbak…

    Aku merasa bahwa tugas kita di dunia ini sebagai sesama manusia hanyalah tetap berbuat baik dan memberikan kesempatan pada semua orang…
    Untuk masalah yang lain2 biarlah Allah yang maha tahu aja yang menentukan…

    • memez 25/08/2015 at 6:33 pm

      Nahhh itupun. Gue cuma bisa berdoa, semoga dia diberikan jalan terbaik. terbaik buat dia dan terbaik buat semua πŸ™‚

  6. Jade Ayu 25/08/2015 at 6:58 pm

    duh Pong.. semoga apa pun keputusannya, Pong sdh siap ya Mez dgn sgala konsekuensinya..

  7. -n- 30/08/2015 at 9:23 am

    lost focus dikit mbak. awalnya aku kira klo ‘operasi kelamin’ itu diklik, ntar nyambung ke tokopedia juga loh, wkwkwkwk. ternyata nggak.

  8. Pypy 02/09/2015 at 4:55 pm

    Sebagai teman yg baik memang bisanya cuma sampai batas ngasih tau doang ya mba Mez, Tuhan aja kan ngasih free will ke mc.. Kalau ternyata dia masih galau ya diomongin terus mba Mez, tpi kalo dia dah yakin ya mau gimana lagi πŸ™‚