Rumah Memez

Cerita Memez

Saya, Diabetes dan Gangguan Penglihatan

“Ih Memez kurusan ya, diet ya,?”

“Memez diet apa, kok sekarang lebih langsing,?”

Belakangan, saya kerapkali diberondong pertanyaan demikian.

Yup, kalau boleh jujur, berat badan saya turun sekitar 4-5 kg. Tapi… ini bukan karena diet atau olahraga

Tapi karena saya menjadi penderita diabetes, sejak dua tahun belakangan.

Hah… kok bisa?

Ya bisa lah. Namanya sakit ya bisa aja…

Tapi, diabetes yang saya derita memang tipe II, yang sebenarnya karena gaya hidup. Kurang olahraga, kurang jaga makan

Memang sih, kadar gulanya kadarnya kadang normal dan kadang tinggi, karena saya jorok, ngga jaga makan dan kurang olahraga.

Kalau kadar gulanya lagi tinggi banget, saya menderita banget. Bolak balik pipis ( yang mengakibatkan berat badan saya turun drastis) kliyengan dan penglihatan ngga jelas. Kadang buram, kadang berbayang.

Tentu saja gangguan penglihatan yang saya alami karena diabetes ini mengganggu banget.

Bisakah pakai kacamata? Ngga. Karena kalau gula darahnya normal, kacamata ini ngga berguna.

Dan kalau kadar gulanya berubah-ubah, ya ukuran lensanya juga berubah-ubah lah….

Sedih banget deh ๐Ÿ™

 

Gangguan penglihatan akibat berbagai macam penyakit memang tengah menjadi perhatian khusus kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Waktu diundang acara Pers Briefing dalam rangka Hari penglihatan Sedunia yang akan diperingati setiap hari kamis di minggu kedua bulan oktober, saya makin sadar bahwa efek gangguan penglihatan ini punya implikasi yang multidimensional. Misalnya :

Dampak Fisik : Menurunnya kualitas hidup, bahkan sampai mempengaruhi produktivitas dalam menjalani pekerjaan atau aktivitas harian.

Dampak Sosial : Timbul masalah yang rentan pada kesehatan, risiko jatuh, depresi dan menjadi bergantung pada individu lain.

Dampak Psikologis : Mempengaruhi kepuasan dalam hidup maupun status emosional.

Wow…. segitu mengerikannya ya dampak dari gangguan penglihatan.

Hari Penglihatan Sedunia 2018, Jatuh pada 11 Oktober 2018

Ada data menarik dari hasil riset yang dilakukan WHO, atau Organisasi kesehatan dunia yang berada di bawah PBB, yaitu bahwa 90 % penderita gangguan penglihatan ini hidup di negara berpenghasilan rendah, di mana jika tidak ditanggulangi maka jumlahnya akan meningkat dua kali lipat di tahun 2020.

Tapi, tahu ngga sih penyebab gangguan penglihatan yang belakangan banyak dialami manusia zaman now? gangguan penglihatan karena gadget. Yup, manusia zaman now memang banyak banget yang aktivitasnya ngga bisa lepas dari gadget.

Menurut dr. Anung Sugihantono, M.Kes yang merupakan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, gangguan penglihatan karena gadget ini sebenarnya bisa dihindari dengan memberi jeda setiap dua jam, mata harus beristirahat 10-15 menit dengan cara melihat jauh atau menutup mata. Dan yang terpenting, jangan jadikan gadget sebagai sumber cahaya dalam kegelapan. Naahhhh… siapa yang suka begini? #TunjukTangan #MelipirKePojokan ๐Ÿ™‚

Ki-ka: Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dr. Sidik, Sp.M, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Agung Sugihantono, M.Kes, dan Wakil Ketua KOMATNAS dr. Aldiana Halim, Sp.M (K) dalam acara media briefing “Mata Sehat Untuk Semua” di Kementerian Kesehatan, Selasa (2/10/2018) (ANTARA News/Anggarini Paramita)

Dari acara ini, saya juga jadi tahu banget kalau Pemerintah melalui Kemenkes serius banget untuk mengurangi penderita gangguan penglihatan. Selain memberikan bantuan berupa kacamata, topi atau sarana lainnya bagi mereka yang profesinya rentan dengan gangguan penglihatan. Nah, pada 11 Oktober 2018, yang bertepatan dengan hari peringatan penglihatan Internasional,ย  Kemenkes meluncurkan Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan atau yang disingkat SIGALIH.

Apaan si SIGALIH ini?

Bukan… bukan… SIGALIH ini bukan cowok ganteng yang tinggal di komplek sebelah… #Garing #Biarin ๐Ÿ™‚

Jadi, SIGALIH ini adalah aplikasi berbasi web atau android yang digunakan untuk melaporkan pencatatan dari pasien yang melakukan deteksi dini kesehatan matanya. Mulai dari tingkat Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular (Posbindu), Puskesmas hingga Rumah Sakit. Jadi, nanti petugas Posbindu mengunduh terlebih dahulu aplikasi SIGALIH pada ponsel. Kemudian pencatatan dan pelaporan hasil deteksi pasien dapat dimasukkan ke dalam sistem aplikasi. Lebih mudah, terstruktur dan terorganisir. ย Sistem ini jugaย  memberikan data gangguan penglihatan sebagai masukan pengambilan atau penerapan kebijakan.

Nah, buat kamu yang Alhamdulillah matanya masih sehat dan belum mengalami gangguan penglihatan, yuk jaga kesehatan mata dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga, membatasi paparan cahaya dari gadget atau barang elektronik lainnya, dan juga sebisa mungkin menghindari paparan sinar UVB, seperti dari matahari.

Kamu punya cara atau tips menjaga kesehatan mata? Sharing dong di sini…..

 

 

 

23 Comments Saya, Diabetes dan Gangguan Penglihatan

  1. Haya Aliya Zaki

    Aku baru tahu kalau kacamata tidak membantu penderita diabetes. ๐Ÿ™ Kalau aku problemnya lemak trans. Ini udah mencoba diet makanan berlemak dan olahraga. Semoga kita sehat sehat. Aamiin.

    Reply
  2. Nurul Sufitri

    Zaman sekarang semua orang pada berzikir ya alias HP an di mana2 ya. Kara dokter kita kudu istirahatkan mata lihat yg indah2 prmandangan jgn gadgetan mulu hihihi ngeri kan kalau mata kita terganggu. Mau coba Sigalih ah biar makin menjaga kesehatan mata ๐Ÿ˜

    Reply
  3. Uchy Sudhanto

    Dijaman sekarang emang susah jaga kesehatan mata mbak. Soalnya aktifitas kebanyakan depan layar. Kalah udah gak nyaman banget biasanya aku stop dl trus liat tanaman yg hijau

    Reply
  4. gita siwi

    Gita Cinta dari SMA mau ketemu si Galih akh hahaha. Jadi kak ini aplikasi yang tepat buat Posbindu ya? Kita sebagai pasien ada medical recordnya di SiGalih ya?

    Reply
  5. April Hamsa

    Oh aku baru tau kalau diabetes itu jg bisa mempengaruhi penglihatan mbak. Untungnya msh bisa dikoreksi dengan mengubah lifestyle ya mbak.
    Oh ya kalau aplikasi ini berarti yg mengunduh petugas kesehatan aja ya mbak, juga yang melakukan pencatatan? Apa pasien sendiri jg bisa mencatat secara mandiri kondisi matanya?

    Reply
    1. memez

      SEtuju banget harus mengubah lifestyle demi kesehatan. Oiya, untuk Sigalih memang khusus petugas kesehatan, bukan masyarakat…

      Reply
  6. Mira Utami

    Kini pemerintah emang lebih sigap untuk mensosialisasi persoalan kesehatan. Semoga bisa dimanfaatkan masyarakat juga dengan cari informasi untuk kesehatannya juga

    Reply
  7. Lia Lathifa

    Hiks aku nih ada gangguan penglihatan, liat jauh burem, tapi kalo pake kacamata liat deket pusing. Faktor usia emang deh rentan masalah ini hehe, aku donwload ah aplikasinya, thanks ya mbak sharingnya

    Reply
    1. memez

      Akupun begitu. Kalau ngga minum obat, jaga makan dan olahraga, wassalam deh sama diabetes… bikin berbayang penglihatannya.

      Reply
  8. Utie adnu

    Aku pakai kacamata smenjak SD mba Mez… haduhh tapi gk diabet sih alhamdulillah… semkin lama minus mkin brtmbh bukan brkurang gk nyaman bngt klo gk oake kacamata.. sehat2 terus ya mba.. smoga diabetnya ttp teratasi.. ibuku minum minyak zaitun mba utk ngurangin kadar gula sama jg pola mkn tentunya

    Reply
  9. Atisatya Arifin

    Di keluarga aku dari Ibu ada riwayat diabetes mbak Memez dan almarhumah nenek (ibunya ibuku) meninggal juga karena diabetes. Duuh aku jadi kepikiran nih karena kayanya konsumsi gula aku cukup tinggi ditambah kurang olahraga.

    Aku juga baru tahu kalau diabetes mempengaruhi penglihatan juga lho mbak. Aku pikir selama ini kalau diabetes hanya ke penyembuhan luka yang lama (luka basah terus). Ternyata bisa berefek ke area lain yaa.

    Sehat terus ya mbak Memez…

    Reply
  10. Amelia Fafu

    Duh, iya nih gadget bisa jadi penyebab utama masalah mata. Mungkin aku jadi minus juga gegara suka liat HP sambil tiduran, makanya sekarang berusaha banyak makan sayuran terutama wortel. Oya Mba Meme, lekas sembuh ya Mba, semoga Diabetesnya bisa terminimalisir

    Reply
  11. Dewi Nuryanti

    Kondisi ini dialami oleh ayahku. Matanya mengalami gangguan bahkan tdk dpt melihat krn penyakit gula yg dideritanya. Menurut dokter, diabet dpt menimbulkan bbrp resiko dan komplikasi utk penderitanya. Krn penting bgt untuk mengatur pola mkn dan minum obat secara rutin untuk mengendalikan kadar gula dlm tubuh

    Reply

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.