SATONDA7Pulau unik yang kini berada dalam naungan kabupaten Dompu NTB ini menyimpan banyak keajaiban.

Di tengah pulau terdapat danau yang airnya asin, yang bisa surut jika laut juga surut.

Dan, uniknya…. ada pohon “berbuah” batu di sini.

Waktu mudik ke Bima, Nusa Tenggara Barat, lebaran kemarin, gue menyempatkan diri untuk mengunjungi Pulau Satonda, yang tengah menjadi destinasi wisata baru di pulau Sumbawa ini.

Dari Bima, jaraknya cukup jauh. Gue berangkat dari Bima jam enam pagi, dan sampai Pulau satonda sekitar jam 12 siang. Jalanan menuju Satonda sih mulus banget. Sayang, ngga ada penunjuk berarti menuju tempat ini. Untuk sampai ke  Pulau Satonda, wisatawan harus menyeberang dari Desa Nangamiro, dan petunjuknya hanya begini :))) Asli, gue bingung. Antara mau ngakak dan miris. Menurut gue, kelihatan banget Pemdanya kurang serius menggarap potensi pariwisata ini.

SATONDA5Dari gapura di Desa Nangamiro menuju tempat penyebrangan hanya berjarak sekitar 200 meter. Dan… lagi-lagi, ngga ada tarif jelas berapa tarif penyeberangannya. Karena gue orangnya penakut dan gue merasa ngga nyaman dengan kapal penyeberangannya yang kecil-kecil begitu hehehehehehhe -Iya Gue Cemen- akhirnya saudaranya Miswa menyiapkan kapal bagan yang besar. Untuk empat orang, gue dikenakan tarif 300ribu rupiah, pergi pulang.

SATONDA2 Menyeberang ke Pulau satonda dari dermaganya ngga terlalu lama, sekitar setengah jam. Karena kapal bagan ini ngga bisa merapat, akhirnya gue dijemput pakai perahu kecil.

MENYEBALKAN

waktu baru datang, dua anak muda ngajak Miswa salaman dan meminta tiket masuk sebesar lima ribu rupiah. Dibayarlah sama Miswa….. Eh ngga lama, ada petugas polisi hutan yang minta uang tiket lagi. Duhhh ditolak langsung sama Miswa, tapi kemudian petugas itu memberikan bukti tiket. Ini nih… kurang koordinasi kan. harusnya kalau memang harus bayar ada ticket box dan papan pengumuman yang jelas dong….

NGAPAIN AJA???

Apa saja sih aktivitas yang bisa dinikmati di Satonda? Banyak. Mulai dari berenang di pantai, snorkling agak ke tengah, menikmati pemandangan di danaunya, sampai menceburkan kaki ke pinggiran danau, dan nikmati deh sensasi kulit di kaki digigiti ikan kecil-kecil yang konon bermanfaat untuk pengobatan kulit.

SATONDA6Sebenarnya, snorkling di satonda juga menyenangkan. Pilih jalurnya di sebelah kanan pantai di arah batu besar, ikannya banyak dan bagus-bagus. Gue sengaja bawa snorkling gear, tapi kalau ngga bawa bisa disewa dengan harga 50ribu. Saking gemasnya lihat ikannya, pingin gue fotoin semua, sayang ngga bawa waterproof case handphone.

Dan… kalau mau memotret Danau di tengah pulau Satonda siap-siap menelusuri jalur hikingnya yang lumayan curam. Gue ngga sampai di puncaknya. Yeaahhh faktor usia bikin terengah-engah dan hanya sampai di anak tangganya saja. Tapi…. cukup okeh lah ya penampakannya #MembelaDiri

SATONDA

ADA YANG UNIK

Sebenarnya banyak yang unik di Pulau Satonda. Misalnya airnya yang asin walau berbentuk danau. Hal ini konon disebabkan air danau asin ini tercampur dengan air laut yang meluap dan terperangkap di danau saat gunung Tambora meletus pada 1815. Yaaa… masuk akal juga sih, karena jarak Pulau Satonda sama Gunung Tambora memang terbilang dekat.

Tapi, keunikannya ngga hanya itu. Ada pohon “berbuah” batu. Hah??? beneran berbuah batu???  Ngga sih sebenarnya bukan berbuah beneran. Entah siapa yang memulai dan menghembuskan urban legend ini. Jadi, di dekat danau ada banyak pohon. Nah, pengunjung yang memiliki sebuah keinginan khusus bisa memanjatkan doa sambil menggantungkan batu di pohon-pohon ini.

pohon satonda

Truss??? Gitu aja??? Ya ngga lah. Selain harus berusaha, juga sebaiknya harus kembali ke sini ketika keinginan tersebut terpenuhi dan melepaskan batu tersebut sambil melemparnya ke danau. Wuihhh unik sekaligus ribet yaaa :)))

FASILITAS DI  SATONDA

Ada sejumlah resort yang nyaman dan masih baru di bangun. Harga sewanya sekitar 800-1.500.000 per malam. Ada tempat makan dan kafenya juga. Sayang, waktu gue ke sana masih tutup. Fasilitas ini juga bisa dipesan oleh turis yang biasanya mampir dari Labuan Bajo dan memilih untuk LOB.

cafe satondaUntuk mengisi perut ada satu warung saja, yang jualannya ya sebatas mie instan dan minuman ngga dingin, iyaaa yang biasanya pingin minuman dari kulkas, sabar dulu yaaa… karena sumber listrik di Pulau ini masih berasal dari genset. Pun dengan air tawar yang dibawa dari pulau seberang.

Tapi, dengan keterbatasannya, Pulau Satonda tetap menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Pulau Sumbawa. Ada yang berminat ke sana dan menggantungkan batu di pohonnya??? Kira-kira keinginan apa sihh yang mau digantung di batu itu???? Kalau gue sih punya keinginan ke sana lagi, snorkling lagi. Iya sesimpel itu :))))

 

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    9 Comments

  1. Yeye 06/08/2015 at 9:11 pm

    Bagus yah Mez..
    Jd pengen kesana deh 😀

    • memez 07/08/2015 at 12:24 pm

      HUaahahhh ke sini??Nunggu fasilitasnya lengkap yaa BuYee….

  2. fanny fristhika nila 06/08/2015 at 11:15 pm

    cakeeeep pulaunyaa ^o^… udh lama sih pgn bgt bisa ke pulau2 di sebelah timur indonesia gini…tp srgnya batal mulu, dan kemudian tergoda ama tiket2 yg jauh lbh murah di luar Indo…-__- tp ttp, suatu hari nanti hrs bisa nginjakin kaki ksana 😀

    • memez 07/08/2015 at 12:22 pm

      Harga tiketnya memang lumayan, kalau mau ke sini bandara terdekat adalah Sultan salahudin Bima. Tiketnya sekiatr 1,2 – 1,6 juta. dengan Lion Air atau Garuda.

  3. Mia 07/08/2015 at 4:44 am

    Pulaunya bagus bangeeet… ikut dong Mez naek kapal. Sama gue juga penakut naek kapal kecil. Wkwkwkwk
    Penyakit kl ke tempat wisata engga ada booth tiketnya ya.

    • memez 07/08/2015 at 12:21 pm

      Yukk jalan-jalan ke sini, tapi nanti kalo bebe sudah agak besar yaa :)))

  4. Dani 08/08/2015 at 5:57 pm

    Hahahaha. Lucu banget waktu dirimu bilang unik dan ribet. kombinasi yang ajaib. Wkwkwkw. Indah pulaunya dan penasaran deh pengen ngiterin ini pulau 😀

    • memez 09/08/2015 at 5:57 am

      Siapin fisiknya yaaa :)))

  5. Pypy 14/08/2015 at 10:54 am

    Emang lagi heits ya mba Mez pulau ini. Sayang pemerintah belum tanggap ya..