Dari awal ketika berkomitmen untuk menjalani program kehamilan, gue sadar benar bahwa jalannya akan panjang. Membutuhkan waktu khusus, tenaga khusus sampai budget yang benar-benar disiapkan. Karena apa? Karena program seperti ini kan ngga dicover asuransi kantor. Mengingat jumlah uang yang dikeluarkan cukup banyak (setidaknya buat gue dan Miswa) makanya gue sangat amat bersungguh-sungguh menjalaninya. Setelah mencari second opinion atau pendapat kedua ke dr Taufik Jamaan, akhirnya gue dan Miswa kembali lagi ke sini, dan ternyata jalannya benar-benar panjaaaaaangggggggg…..

Seperti yang pernah gue bahas, kedatangan gue ke dr Taufik Jamaan ini sebenarnya karena mengantar Witha, teman gue yang mau IVF. Karena pas kebetulan saat itu gue mens sampai lama banget, gue konsul sama beliau dan ternyata cocok. Akhirnya lanjut deh. Waktu konsul, dokter Taufik meminta gue untuk melakukan tes hormon di hari ketiga mens, di laboratorium Prodia yang letaknya juga di BIC Menteng.

ambil darah tes hormon

Sakit ngga? ya sakit lah. Namanya juga disuntik, tapi lebih sakit lagi kalau lihat tagihannya hahahahahaaa…. Untuk tes hormon LH, FSH, Prolactin dan estradiol habis sekitar 1,509 ribu. Mahal? Makanya kan gue bilang kalau mau program hamil harus benar-benar menyiapkan budget khusus.

Biaya Tes Hormon Prodia

Habis periksa hormon di hari ketiga mens, gue kemudian kontrol di hari kelima mens. Ya seperti yang sudah didiagnosa sebelumnya, hasilnya PCOs alias sel telurnya kecil-kecil. Gue kemudian dikasih obat Femara dan Progynova, yang harganya lumayan 🙂

Obat

Untuk Femara dan Progynova ini habisnya sekitar 850

Kalaribuan…

Kuitansi Femara dan Progynova

Kalau berobat ke dokter Taufik di BIC alias Bunda International Clinic itu biata konsultasinya sekitar 475ribu dan biaya administrasinya sekitar 60ribu. Jadi kalau konsultasi aja habisnya sekitar 535ribu…

Setelah minum Femara dan Progynova ini sel telurnya ada peningkatan. Trus gue ditanya mau hamil secara alami atau inseminasi? Miswa kemudian memutuskan untuk inseminasi aja. mengingat kalau hamil alami gue harus menunggu tiga bulan siklus. Kemudian dr Taufik memberi gue obat Ovacare dan obat Gluchopage. Tapi, karena Gluchopagenya ngga ada di apotiknya Bunda, jadi gue tebus diluar. Harganya sih ngga terlalu mahal. Miswa juga dikasih vitamin Biosan dan Astinox.

OvaCare

Kuitansi Ovacare

Selesai sampai di sini? Ouwww tentu tidak… gue harus memasuki proses menuju Inseminasi yang masih sangat panjang. Jadi, siapin duit, siapin waktu, siapin tenaga dan bye bye deh sama handphone baru…

Mohon doanya yaaa….

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    4 Comments

  1. Desi 29/02/2016 at 11:41 am

    Semangat terus ya Meezz.. gue doakan selalu untuk yang lagi berjuang supaya hamil..sekali lagi tetep semangat yaa 😉

  2. Hani S. 29/02/2016 at 3:44 pm

    Semangaaaat.. dan tetap yakin tidak ada ikhtiar yang sia2. Amiiin.

    Btw, saat ini aku lagi mens yang kedua kalinya di bulan yg sama, dan udah lebih 10 hari gak brenti2, hiks.

    *numpang curhat*

  3. Pypy 08/03/2016 at 4:45 pm

    Semangat terus mba Mez.. Berdoa semua kebutuhan dana juga dicukupkan terus ya.. Amin amin.. 🙂

    • memez 08/03/2016 at 7:41 pm

      Amin… amin biar menyusul bumil yaaa