photo gulamerah6_zps27a69cb3.jpg

Di suatu akhir pekan, saya, Mommy, Noni, Gending dan Fira pergi ke Margo City. Sebelum memutuskan untuk berkeliling, Noni merengek minta makan, catat ya Noni -bukan Gending, anaknya- Jadilah, kita berhenti dulu di Gula Merah, resto yang sering kita lihat kalau di Margo City.

Terletak di lantai dasar dekat pintu masuk dari parkiran belakang, Gula Merah ini seringkali ramai banget. Karena penasaran, akhirnya kita sepakat untuk makan siang di sini. Habis makan, Mommy punya pengalaman yang membuatnya merasa lega luar biasa.

Di Gula Merah, kami memesan Nasi Bakar Dendeng (28.5K) Nasi kenduri (29K) Botok Ayam Bumbu (23.5K)

 photo gulamerah2_zps14881a2d.jpgPenampakan Nasi Kendurinya bikin ngiler ya… Nasi Kenduri ini terdiri dari sayur lodeh, tumis tahu, empal dan keripik kentang manis. Sebenarnya sih masakan rumahan banget, tapi enak rasanya.

 photo gulamerah1_zps86a3d777.jpgBotok Ayam bumbunya rasanya lumayan enak, bumbunya berasa dan membuat ayamnya jadi empuk banget. Nasi bakar dendengnya agak pedas namun porsinya cukup pas.

 photo gulamerah4_zps23282517.jpgUntuk minumnya sih standar aja, teh tawar hangat dan es jeruk kelapa yaing asamnya nyuss banget, segar siang-siang. Dan yang paling juara adalah dessert bubur sumsum durian (21K) yang duriannya melted di lidah dan disajikan dingin.

 photo gulamerah5_zps1de5083d.jpg

Puas banget makan di Gula Merah ini, walau kalau melihat menunya sih makanan rumahan. untuk semua makanan dan minuman yang kami pesan, menghabiskan 160ribu aja, termasuk service charge dan pajak restoran.

Yang paling senang makan disini tentu saja Mommy, karena Gending yang susah makan, jadi lahap saat disuapi. “Masa iya Uti harus ajak makan disini terus biar Gending mau makan? luar biasa banget nih resto,” kata Mommy.

Siang itu, perut kenyang, hati puas, kantong ngga menangis…

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.