Rumah Memez

Reportase

Pengalaman Menginap Di Hotel Budget

Suatu hari, dalam perjalanan kembali ke Jakarta, dari Bima NTB

(Yeah…perjalanannya 3 hari 2 malam dan jaraknya ribuan kilometer)

Saya dan keluarga merasa kelelahan di sebuah kota kecil di Jawa Timur. Kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah hotel yang kami temui.

Saya ingat banget, waktu itu hampir jam 2 dini hari. Sudah lelah sangat. Karena rombongan yang terdiri dari lima orang dewasa dan dua anak-anak ini sudah sangat lelah, saya segera menyelesaikan proses check in. Setelah membayar sewa kamar, kami langsung ke kamarnya.

Eh… ya ampun, kamarnya nggak banget. Nggak ada jendela, tempat tidurnya kotor, suasananya pengap banget. Oiya, kami berpikir fasilitas kipas angin saja cukup, ternyata tidak. Karena panas banget.

Tapi, berhubung lelah banget, akhirnya kita tetap tidur dengan menyimpan kecewa luar biasa.

Saat pagi tiba, saya lihat hotel ini kurang terurus banget. Padahal letaknya strategis banget loh. Diam-diam, saya berharap, ada sentuhan “ajaib” untuk memoles hotel ini.

Beberapa tahun berlalu, belum lama ini saya lewat kota tersebut lagi.

Ehhhh… pangling banget lihat hotel ini. Terlihat terang, nyaman banget. Dan jadi pilihan banget untuk menginap kalau singgah di kota itu. Usut punya usut, saya lihat logo Airy di hotel itu.

Terus terang saya jarang menginap di hotel budget, karena sudah punya underestimate, hahahahaha.

Dalam benak saya, hotel budget itu sempit, panas, nggak nyaman, lah. Ternyata setelah dibenahi Airy jadi beda ya. Fasilitasnya nggak kalah sama hotel berbintang.

Oiya, buat yang belum tahu, Airy itu adalah virtual hotel operator. Jadi, Airy bekerjasama dengan pengelola hotel atau penginapan, kemudian dengan standar kenyamanan tinggi yang ditetapkan Airy, hotel atau penginapan tersebut wajib berbenah dahulu, baru bisa bekerja sama dan dimasukkan dalam jaringan hotel Airy. 

Saya sih sebenarnya sudah sering lihat dan baca soal Airy, tapi saat menghadiri forum diskusi “Memajukan Perhotelan Di Era Digital Untuk Pemberdayaan Ekonomi daerah” yang digelar Airy Bersama KataData pada Rabu, 3 Juli 2019 silam di Balai Kartini Jakarta, saya jadi makin dapat banyak info soal Airy ini.

Menurut Danny Handoko, perkembangan Airy sebagai startup sungguh luar biasa. Kini, jaringan hotel yang berada di bawah Airy, bahkan tersebar di 28 Provinsi, 90+ kota, 16 Ribu kamar dan 1000+ Properti. Banyak banget ya! Bahkan, kalau mau menginap di seluruh kamar AIRY ini membutuhkan waktu 43,8 tahun, saking kamarnya banyak banget.

Sebagai startup di jasa hospitality, tingkat keterisian kamar Airy mencapai 60-70% per bulan loh.

Nah, dengan peningkatan jumlah kamarnya, mau ngga mau akan banyak pilihan untuk menginap dan juga peningkatan jumlah tenaga kerja yang melayani tamu yang menginap di hunian tersebut.

Nah, di sini lah peran sentral Airy. Nggak hanya memoles penginapan atau hotel tersebut, tapi juga memberi pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para pekerja perhotelan lewat gerakan yang dinamakan Airy Community.

 

Apa Itu Airy Community?

Adalah kegiatan pelatihan untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja. Pesertanya didominasi oleh masyarakat setempat yang tidak memiliki latar belakang dan keterampilan di bidang perhotelan.

Saat ini, Airy sudah melakukan pelatihan di berbagai kota di Indonesia. Targetnya sih, di tahun 2019 ini akan ada 4000 peserta yang ada di 13 kota yang akan dilatih. Salut ya! Nggak cuma dipoles penginapannya tapi juga tenaga kerjanya.

Inisiatif Airy ini tentu saja disambut baik pemerintah yang diwakili oleh Drs. Sukiyo, Direktur Bina Standarisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja Kemenaker serta Agus Setiawan dari Kemenpar. Bukankah hasil dari pelatihan Airy Community ini juga membantu kerja pemerintah untuk mencetak tenaga kerja handal dan berkualitas?

Contoh kegiatan Airy Community. Sumber : AiryRooms

Dari hasil pemaparan saat diskusi kemarin, Airy Community telah berjalan di Jabodetabek, Malang, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta. Dan hasilnya memang luar biasa ya, dari survei yang dilakukan KataData pada 165 peserta Airy Community, 9 dari 10 pegawai mitra Airy berpendapat keterampilan mereka meningkat dan bermanfaat untuk pekerjaan setelah mengikuti Airy Community.

Oiya, tahu nggak sih, kalau jumlah pegawai mitra Airy itu sampai 5.270 orang loh. Makanya, semakin banyak yang mengikuti pelatihan ini, makin bagus untuk kemajuan penginapan tersebut.

 

Hotel yang Instagramable? Airy Dong!

Oiya, seperti yang saya tulis tadi, jaminan kenyamanan  Airy memang tinggi. Penginapan tersebut harus menyediakan wi-fi gratis, TV Layar Datar, Air Hangat, Air Minum Gratis, AC , tempat tidur bersih dan perlengkapan mandi. Jadi, meskipun hotel budget, fasilitasnya nggak kalah sama hotel berbintang.

Salah satu kamar yang ada di Airy

Nah, buat traveler generasi milenial, ada lagi yang penting selain fasilitas tersebut, yaitu hotel yang instagramable. Menurut Viko Gara, VP Commercial Airy, saat ini Airy memiliki tim Development Construction yang bertugas memberi masukan kepada pengelola hotel tersebut, agar tampilannya eye catching dan nyaman dilihat. Nah, kemudian banyak para traveler ini yang menginap dan membuat content dengan mengikutsertakan bantal Airy yang menjadi ciri khas.

Engagement-nya sih meningkat, khususnya di hotel yang telah dipoles,” Kata Viko Gara.

Duh, saya jadi ngga sabar nih untuk liburan berikutnya, mau mencoba menginap di jaringan hotel Airy.

Kalau, kamu, ada yang pernah menginap di jaringan hotel Airy? Sharing dong di kolom komentar yaaa.

 

5 Comments Pengalaman Menginap Di Hotel Budget

  1. Lia Lathifa

    Aku juga kapok nginep di penginapan murah tapi malah bikin ngeri huhu. Untung sekarang ada Airy ya, sejak booking dan ngerasain langsung aku jadi ketagihan.

    Reply
  2. Valka Kurniadi

    Jadi enggak perlu khawatir lagi ya mbak soal akomodasi saat di luar kota. Hadirnya Airy memudahkan kita banget saat mau nginep namun dengan harga terjangkau.

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Lia Lathifa Batalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.