Lo, Gue, End.

Begitu mungkin kata behel alias kawat gigi sama gue.

Setelah terpenjara dengan kawat gigi selama dua tahun tujuh bulan, akhirnya gue bisa bye bye juga sama behel.

Oke, dulu gw pernah posting ini dan pada senin, 19 Maret lalu, akhirnya gue resmi berpisah dengan kawat gigi. Etapi, ngga gampang ternyata. Ada perjuangan yang harus gue lakukan lagi.

Pas dilepas kawat giginya sama drg Arnof, esumpah ya, gigi gue berasa beda banget. Ketika lidah menyentuh gigi, ada yang hilang rasanya, mungkin karena gue merasa sudah soulmate banget sama behel gue -ah call me lebayy deh- dan berhubung gigi gue ada yang berlubang, dan masih harus diratakan. kemudian drg Arnof mensyaratkan gue untuk pakai retainer atau kawat temporary. Dan ternyata ini adalah bagian terberat dari pakai behel. Sakit banget dan bikin ludah ngumpul -yiksss jorok bgt deh- tapi, ngga ada pilihan lah. Trus saat pakai retainer ini, kalau makan dicopot. Dan gue diwajibkan memakai retainer ini setahun penuh, selama 24 jam kecuali saat makan.

dan gue bandel.

Retainer ini masih sering gue lepas- pakai- lepas. Terutama saat mau menelepon atau berbicara. Karena ngomong gue kayak orang cadel banget. Tapi, gue sadar ini tetap harus dipakai, dan gue berusaha mematuhinya.

Oiya, copot behel itu juga tetap harus mengeluarkan uang. Untuk retainer+gigi palsu yang sekaligus dipasang di retainer, gue habis sekitar 1,8 juta. Tentu jumlahnya berbeda untuk setiap pemakai behel ya. Ada yang hanya dicopot saja.

Melihat deretan gigi yang lumayan rapih, gue jadi senang banget. Ah ngga sia-sia, sebulan sekali harus menyambangi drg Arnof. Dan gue berterimakasih sekali sama dokter gigi n ini, orangnya asyik, tidak menggurui, dan pembayarannya fleksibel.

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.