Rumah Memez

Cerita Memez / Reportase

Marcha and Aunty : Kolaborasi Cinta Yovita Lesmana dan Marcha Sharapova

Dengan penuh semangat, Fasha (11 tahun) memasuki ruangan di Artotel Hotel Thamrin, Jakarta Pusat pada 11 Maret 2017 silam.  Fasha, anak perempuan yang tinggal di Condet, Jakarta Timur ini sengaja mendatangi Artotel Thamrin rupanya karena ingin bertemu dengan Marcha Sharapova Rusli, seorang anak perempuan yang memiliki  memiliki banyak penggemar di Instagram.   Ya, hari itu, Marcha memang sengaja terbang dari Surabaya, kota tempat tinggalnya, untuk meluncurkan Marcha and Aunty, koleksi lini busana hasil kolaborasi bersama  Yovita Lesmana, yang merupakan tantenya.  Kedatangan Fasha, tentu saja disambut dengan penuh keramahan oleh Marcha dan Yovita. bahkan, ketiganya sempat mengabadikan momen penuh keakraban ini.

Fasha, hanyalah salah satu dari banyak penggemar Marcha Sharapova Rusli, bocah perempuan yang dikenal karena pintar, cantik dan kerap memperlihatkan  koleksi squishy di akun Instagramnya  yang beralamat di @Marcha.Sharapova.RusliSaat peluncuran Macha and Aunty ini, Marcha dan Yovita tak hanya didatangi anak-anak perempuan serta orangtuanya yang berbelanja koleksi pakaiannya, tapi juga anak-anak yang begitu antusias membeli koleksi squishy yang dijajakan OnlySweetCafe,  penjual Squishy asal Singapura.

Anak-anak antusias membeli squishy dari @OnlySweetCafe

Marcha, kini tak hanya dikenal karena koleksi squishynya. Tapi, juga karena lini busana Marcha and Aunty, hasil kolaborasinya bersama Yovita Lesmana, sang tante tercinta. Menurut Yovita, yang sebelumnya mengeluarkan brand Majoli Family, ketertarikannya mengeluarkan lini busana Marcha and Aunty ini karena melihat pangsa pasar anak perempuan umur belasan atau teenager serta perempuan muda, belum banyak digarap oleh produsen busana. Sebagai pengusaha pakaian ready to wear, Yovita sangat serius mempersiapkan koleksi busana Marcha and Aunty yang  kali ini mengeluarkan koleksi busana casual dan holiday season. Saat bertemu Yovita di acara blogger gathering Marcha and Aunty ini, saya jadi kagum dengan keseriusan Yovita menggeluti usaha ini. Sejak bulan Desember 2016, berbagai persiapan pun dilakukan perempuan kelahiran 21 Agustus 1985 ini. Diantaranya melakukan tes pasar di sosial media milik Marcha, “Dan ternyata sambutannya luar biasa, sehingga saya makin semangat memproduksinya,” jelas perempuan yang juga dikenal sebagai fiinalis Putri Indonesia tahun 2010 ini.

Lihat deh Chemistry Yovita dan Marcha…

Memproduksi pakaian untuk anak perempuan dan juga perempuan muda, tentu tak semudah membalik tangan. Tapi, di tangan Yovita yang menampung banyak masukan dari Marcha, koleksi busana ini tampil dengan cantik, girly tapi juga nyaman. Saya sempat memegang bahan pakaian Marcha and Aunty ini, dan ternyata Yovita dan Marcha memang sangat mengedepankan kualitas bahan. Saat diraba bahannya halus, jahitannya rapi, warnanya cantik, sehingga nyaman digunakan. Tak heran, dengan kualitas premium ini, harganya lebih sedikit tinggi dibanding harga Majoli Family, brand pakaian lainnya milik Yovita.

 Saya di antara koleksi Marcha and Aunty

Saat memproduksi Marcha and Aunty, Yovita benar-benar menerima masukan dari Marcha, agar proyek kolaborasi cinta diantara mereka ini sesuai dengan keinginan mereka berdua. Apalagi menurut Yovita, anak-anak zaman sekarang sudah sangat pandai memilih pakaian serta merk yang akan dikenakan.

Menggeluti usaha seperti ini sesungguhnya bukan baru digeluti Yovita. Karena itu, Yovita selalu penuh inovasi agar karyanya diminati. Apalagi, peniru selalu punya cara untuk menduplikasi karyanya. Namun, Yovita pun menyiapkan berbagai strategi cerdas. “Sebagai pengusaha, saya tak takut dengan peniru. Mereka justru yang membuat saya berlari. Semakin ditiru, semakin kencang lari saya,” jelasnya.

Semangat yang diusung Yovita Lesmana dalam menjalani usahanya adalah pemberdayaan kemampuan anak muda Indonesia. Maka, seratus persen usahanya dibantu dengan anak-anak muda yang punya semangat untuk maju serta satu visi dengannya. Yovita pun buka suara kalau proses produksinya seluruhnya dilakukan di Bandung, Jawa Barat. “Saya tak ingin hanya saya yang maju dan sukses dengan usaha yang kami jalani, tapi juga seluruh orang yang terlibat di dalamnya.  Saya ingin kami semua maju bersama-sama,” tutup Yovita yang bikin saya tambah kagum.

Nah, itu cerita saya ketika bertemu Yovita Lesma serta Marcha Sharapova, yang bikin saya belajar banyak tentang prospek usaha pakaian anak dan perempuan muda. Tertarik memiliki koleksinya? yuk diintip di Instagram @MarchaAndAunty dan Line @AuntyMarcha. Buat kamu yang suka beliin baju buat anak atau keponakan, apa sih yang jadi pertimbangan??? Cerita dong di sini….

563 total views, 4 views today

4 Comments Marcha and Aunty : Kolaborasi Cinta Yovita Lesmana dan Marcha Sharapova

  1. artha amalia

    Saya juga sering beli baju kembar sama ponakan yg usianya 4 th. Sering dikira ibu-anak, padahal maunya kakak-adik. Hihi. Yg jd pertimbangan utama adalah harga, sering cek dulu. soalnya kalau beli online kan gak bisa langsung pegang kainnya dan rasakan teksturnya. Cuma bermodal gambar dan detail bahan… Jd yaaa harga tetap patokan dasar sih

    Btw… marcha emang imut. Dia ‘mantesi’ pakai baju apa ajah

    Reply

Leave A Comment