Rumah Memez

Cerita Memez / Review

Lima Kemampuan Yang Harus Dimiliki Untuk Bekerja Di TV

Tahun ini adalah tahun ketiga belas lewat saya bekerja di Televisi. Kalau ditanya kenapa saya betah bekerja di tv berita berwarna merah ini, ya karena memang cita-cita saya dari kecil dong 🙂

Yup, sejak kecil saya memang bercita-cita jadi wartawan. Dengan arahan dari papah saya yang memang juga wartawan, sedikit banyak saya tahu tentang dunia ini sejak kecil.

Sebenarnya sih, saya mengawali karier sebagai reporter media cetak. Tapi, perjalanan karier dan hidup kemudian membuat saya berada di dunia televisi.

Kalau ditanya apa sih yang membuat saya bertahan… ya karena happy banget lah. Sulit mendeskripsikannya deh…

Bagaimana ya… ada sensasi tersendiri ketika rebutan narsum dengan tv lain atau bahkan program lain di tv yang sama, berpacu menyajikan informasi terbaru dan tepat, atau bahkan berburu tema yang akan disajikan ke pemirsa. Tapi… kalau boleh bercerita, saya akan menjelaskan tentang kemampuan yang harus dimiliki kalau kamu mau bekerja di tv, apa saja itu?

Bukan bermaksud menggurui, saya hanya sekedar berbagi cerita dari pengalaman saya, yang mungkin masih terbilang anak bawang. Ini dia lima kemampuan yang harus dimiliki untuk bekerja di tv….

 

  1. Kemampuan Menghargai Orang Lain

Sehebat-hebatnya reporter atau jurnalis televisi, dia tetap butuh bantuan kru lain agar peristiwa yang diliputnya bisa disiarkan. Siapa saja kru itu? Banyak! Mulai dari Cameraman, driver, editor, Cameraman Studio, Lighting Man, Audioman, kru Control Room, buanyaaaak banget deh…. Yup, setiap orang punya peran yang berbeda dan tentu saja perannya juga penting. Jangan ada yang merasa lebih hebat atau kemudian menjadi jumawa. Bagaimana menghargai peran orang lain itu? Gampang Banget! Ucapkan saja terima kasih setiap kesempatan. Misalnya nih, kalau saya sih habis siaran punya kebiasaan mengucapkan terima kasih. Atau ketika dalam sebuah acara besar yang melibatkan banyak kru, saya mendatangi mereka satu persatu dan mengucapkan terima kasih. Dan tak lupa, betapa beruntungnya saya telah dibantu mereka. Simpel banget kan….

 

2. Kemampuan Beradaptasi Dengan Siapapun

Ketika menjadi jurnalis, kita harus siap menghadapi dari tukang becak sampai pejabat. Yup, mungkin hari ini akan mewawancarai tukang becak dan persaingan mereka dengan ojek online. Lain waktu, akan mewawancarai Pejabat Pemerintahan, dan kemudian meminta komentarnya tentang peraturan untuk ojek online dan regulasinya. Nah… mungkin lain waktu akan mewawancarai Preman atau bahkan Ustadz untuk dimintai pandangannya tentang hal tertentu. Maka…. pintar-pintarlah beradaptasi dan menempatkan diri sesuai porsinya.

Saya pernah, saat memulai karier saya dan saat itu belum berjilbab, harus mewawancarai seorang Ustadz, saya diminta datang habis subuh dan mengenakan jilbab. Saat wawancara, saya diminta menjaga jarak kira-kira 10 Meter dari Ustadz tersebut duduk 🙂 Kebayang dong saya harus berbicara agak keras saat memberikan pertanyaan. Yah… tapi itulah yang namanya adaptasi, menempatkan diri sesuai porsinya 🙂

 

3. Kemampuan Bertahan Di Segala Medan Dan Situasi

Namanya jadi jurnalis, liputannya ngga melulu di tempat yang enak kayak hotel berbintang atau gedung perkantoran yang berAC. kadang juga ditugaskan di tempat pembuangan sampah, wilayah yang terkena banjir, atau justru tempat bencana alam. Nah… jangan mengeluh kayak begini. tapi… biasanya sih dari awal sudah dijelaskan ya resiko dan konsekuensinya tentang profesi ini. Nah, yang juga harus dipahami adalah konsekuensi lain dari tidak libur di tanggal merah atau hari-hari besar, jangan mengeluh juga hehehehheheee….

 

4. Kemampuan Daya Ingat Kuat Dan Cepat Memahami Permasalahan

Belajar Dan Baca Sebelum Mulai Siaran 

Salah satu kunci utama jadi jurnalis apalagi di tv itu harus punya daya ingat yang kuat, misalnya nih mengingat nama dan jabatan seseorang. Atau juga daya ingat tentang bagaimana alur sebuah masalah. Misalnya nih, saat ini kan lagi dibicarakan bagaimana aset biro perjalanan umrah First Travel yang asetnya diambil negara, nah sebagai Jurnalis harus tahu dan ingat bagaimana duduk permasalahan First Travel awalnya, berapa lama hukumannya, serta siapa saja pelakunya. Karena itu, penting juga seorang Jurnalis memiliki kemampuan cepat memahami permasalahan. Kalau lagi dibicarakan kasus yang disebut investasi bodong kampoeng Kurma, harus bisa dengan cepat memahami hal ini. Karena kalau jadi Jurnalis yang LoLa alias Loading Lama, itu a big no no banget deh. Eh tapi dulu ada loh…seorang Jurnalis bertanya kepada saya, ceritanya ada seseorang dengan pangkat Kombes dan menjabat sebagai kapolres Bekasi, eh Jurnalis ini bertanya…. “Gimana sih, yang benar itu Kombes apa kapolres sih…. ” hahahahhaaa…. saya jadi ngakak sendiri. Dia tidak bisa membedakan pangkat dan jabatan 🙂

 

5. Kemampuan Menjaga Kesehatan

Sehat itu syarat wajib jadi Jurnalis. Karena kalau ngga sehat, syusyah deh mau ditugaskan kemana-mana. Apalagi, bukan rahasia lagi kalau jadi Jurnalis itu susah banget jaga makan. Maksudnya telat makan, makan yang ada di dekat lokasi liputan jadi hal biasa. Gorengan, makanan berlemak tuh kayak makanan biasa yang ditemui dan disantap. Belum lagi kurang olahraga ya hehehhehee… ini sih saya banget. Belum lagi, kalau lokasi kerja didominasi cuaca berAC yang bisa bikin masuk angin dan kedinginan.

Kalau sekarang sih, musuh utama saya hanya udara dingin karena AC di newsroom dan studio dinginnya ngga santuy alias duingin banget deh. Trus, berhubung saya adalah orang yang lebih mendahulukan segala sesuatu yang berasal dari ramuan tradisional ketimbang obat medis, saya selalu menyiapkan makanan dan minuman yang hangat. Nah, di loker atau meja kerja biasanya saya selalu stok minuman Herbadrink yang varian Sari Jahe, yang kalau diminum langsung bikin badan dan tenggorokan hangat.

 

Oiya, buat saya sih menemukan minuman Herbadrink ini gampang banget ya. Di koperasi kantor selalu ada stoknya. Bahkan sering dibundling dengan hadiah tertentu, seperti tumbler atau gelas tertentu. Namapun emak-emak ya, senang aja kalau ada hadiah macam gelas atau tempat minum ya hahahahaha …. Varian Herbadrink banyak banget ya, ada Sari Jahe, Temulawak, Kunyit Asam, Lidah Buaya, Beras Kencur  Mau coba? Silahkan pilih rasa favorit kamu yaaa

Cek Berita Sambil Minum Herbadrink Sari Jahe 

 

Cara bikin Herbadrink Sari Jahe ini gampang banget deh, satu sachet diseduh dengan air panas. Diaduk dulu dan langsung diminum deh…

Kalau saya lihat di websitenya Herbadrink, rutin minum air jahe itu banyak manfaatnya loh, ini dia….

1. Meredakan nyeri dan sakit

Jahe mengandung senyawa kimia Gingerol dan fenol, yang  bersifat antinyeri yang bisa meredakan rasa sakit. Keduanya berkhasiat meredakan gejala iritasi lambung, meredakan kram perut menstruasi, hingga nyeri otot setelah berolahraga. Konon, dalam sebuah penelitian yang melibatkan 60 orang dewasa pengidap migrain melaporkan bahwa air jahe bekerja lebih baik meredakan gejala migrain jika digunakan sebagai terapi tambahan, dibanding hanya minum obat pereda nyeri saja.

2. Menghilangkan mual

Pamor jahe sebagai penghilang mual dan pencegah mabuk laut sudah tidak perlu diragukan lagi. Minum air jahe juga bermanfaat untuk meredakan mual-muntah, termasuk yang muncul sebagai efek samping pemulihan setelah operasi, kemoterapi, dan kehamilan atau morning sickness.

3. Melawan peradangan rematik dan osteoarthritis

Rutin minum air jahe dapat membantu mencegah dan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh nyeri sendi osteoarthritis dan rematik.

Ini karena sejumlah komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron bekerja menurunkan zat alami pemicu peradangan dalam tubuh. Jahe juga mengandung oleoresin yang bekerja melawan peradangan. Satu penelitian menemukan bahwa jahe dapat mengurangi gejala peradangan yang diakibatkan oleh reaksi alergi.

4. Kaya antioksidan untuk perangi risiko penyakit kronis

Jahe kering adalah sumber antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi Anda dari efek buruk radikal bebas. Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Radikal bebas ditengarai menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit kronis seperti tumor, kanker, penyakit jantung, berkurangnya kemampuan penglihatan, hingga gangguan saraf terkait usia (Alzheimer, Parkinson, dan penyakit Huntington). Satu penelitian menemukan bahwa minum air jahe bisa mencegah atau memperlambat gagal ginjal.

 

5. Mengendalikan kadar gula darah diabetes

Sudah banyak penelitian yang melaporkan  jahe mampu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respon insulin pada penderita diabetes.

Nah, sebuah penelitian dari Iran menambahkan bahwa di Iran menemukan bahwa jahe khususnya menurunkan gula darah puasa dan kadar HbA1c dalam darah. Orang-orang pengidap diabetes tipe 2 yang minum suplemen jahe mengalami penurunan gula darah puasa yang cukup drastis.

Selain itu, sifat antiradang dalam jahe juga dapat mencegah komplikasi diabetes, seperti retinopati, penyakit jantung, dan stroke. Peneliti melaporkan bahwa manfaat ini akan terasa lebih menguntungkan ketika air jahe dicampur dengan bubuk kayu manis.

6. Menurunkan berat badan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 10 pria melaporkan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama daripada hanya makan pagi saja. Studi lain juga menemukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi nafsu makan.

Sebuah artikel di British Journal of Nutrition melaporkan bahwa jahe mampu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, serta meningkatkan laju metabolisme sehingga tubuh lebih efektif membakar lemak.

Jahe memang banyak manfaatnya yaa… mulai dari mengatasi nyeri sampai menurunkan berat badan. …. Karena khasiatnya ini, saya selalu sedia Herbadrink Sari Jahe. Praktis dan sudah teruji khasiatnya yaa….

Ada yang sudah pernah coba Herbadrink? Suka rasa apa? Cerita dong di komentar ya…. 🙂

 

 

 

 

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.