Photobucket

“Phuket lebih ramah dan menyenangkan ketimbang Bangkok. Bisnis hiburan di Phuket tak sekedar menampilkan hiburan untuk dewasa, bahkan waria-waria cantik menjadi “jualan” yang menarik di Phuket.”

Sesungguhnya ini tulisan yang harusnya diposting setahun lalu, masih dalam rangkaian bulan madu Singapura-Malaysia-Bangkok- Phuket.

Setelah naik Air Asia dari Bangkok ke Phuket sekitar satu jam, sampai deh di bandara Phuket. Bandaranya ngga terlalu besar, mirip bandara Bali, tapi lebih bersih ya. Di ruang tunggu bandara terdapata booklet dan brosur paket tur dan tempat wisata yang terdapat di Phuket, gratis dan eye  catching bentuk dan desainnya. Tak hanya itu, waktu gue kesana ada promo dari salah satu operator telekomunikasi yang membagikan kartu perdana gratis. Menurut gue keren nih, mau ngga mau wisatawannya kan isi pulsa.
Karena menunggu bus yang akan mengantarkan ke penginapan cukup lama, makanya gue pilih naik van atau Elf. Letaknya di
pintu keluar penerbangan dalam negeri. Satu mobil isinya 12orang, cukup nyaman kok. Harga tiketnya sekitar 150bath,harga pas ngga bisa ditawar. Kelebihan naik Van ini adalah mereka bakalan mengantar sampai depan tempat kita menginap. Baru jalan 10 menit, Van berhenti di sebuah kantor travel,gue lupa apa namanya. Ditawarin deh tuh paket-paket tur sesuai kemauan kita. Gue memilih tur sehaian penuh ke Phi Phi Island. Harganya 1750 bath, tapi tawar menawar akhirnya deal di 1400 bath. Untuk ikut paket tur all day Phi Phi Island ini kita akan dijemput di hotel jam 7 pagi, kita tinggal sebutkan nama hotel tempat menginap.

Hampir 45 menit dari Bandara ke hotel yang gue pesan lewat  Agoda, nama hotelnya Blue Sky Residences. Kalau lihat di fotonya sih oke banget, tapi alamak…untuk sampai ke hotel gue harus jalan kaki yang jalannya tanjakan banget,sementara gue dengan bawaan koper yang berat. Walau gue sudah booking dua malam, untungnya baru dicharge satu malam. Kamarnya sih bau apek begitu, mungkin karena sudah lama ya, dan viewnya Jauh banget dari Pantai. Phuket itu punya beberapa pantai, tapi jarang banget hotel yang benar-benar di pinggir pantai, ngga seperti Kuta deh. Karena gue lihat di Phuket itu jarang banget ada angkot, makanya gue dan suami sewa motor. Motornya Yamaha tapi bentuknya mirip Scoopy gitu, harganya 150 bath, all day. Tapi kalau mau sewa lebih dari satu hari, lebih murah sih. Sebelum jaan-jalan pakai motor beli bensin dulu deh, harga per liternya 30 bath, karena beli di pinggir jalan.
Berkomunikasi dengan masyarakat Phuket memang agak bingung karena mereka kebanyakan cadel. Jadi pernah ya, gue tanya sesuatu, mereka jawab, “Lait hil” ehhh gue nebak-nebak ajaeh ternyata maksudnya right here. Bersamaa suami, gue naik motor. Waktu itu menjelang sunset, kita jalan ke Karon Beach. Ngga susah sih jalannya, karena gue kan tipe orang sok tahu kalo lagi travelling, sok yakin aja. bahkan seringkali gue usul sama suami untuk naik motor lewat kampung-kampungnya gitu, sok AKAMSI alias Anak Kampung Sini. Sunset di Karon Beach keren banget, kata suami ngga perlu photoshop nih untuk bikin fotonya jadi bagus.

sunset in phuket

Pantai di Phuket itu Patong, Karon dan Kata Beach. Antara Karon dan Kata Beach ngga terlalu jauh tempatnya. Jalannya mulus tapi mirip jalan ke Puncak gitu, apalagi anginnya duinginnnn. Kalau Patong mirip Kuta di Bali. Perut lapar bikin kita harus segera cari makan malam.Setelah muter-muter, ngga jauh dari Patong beach ada tempat makan yang isinya tenda seafood semua. Pas gue datang, oleh seseorang gue langsung direkomendasikan makan di tenda yang Kusuma -katanya pemiliknya muslim- ini sih karena lihat gue berjilbab ya. Memang sih Makan seafood di Kusuma ini uenak banget. Udang dan ikannya tuh segar. Kita pilih sendiri.Untuk makan ikan, udang, cah kangkung abis sekitar 75ribu. Sama lah kayak di Jakarta. Habis makan sengaja langsung cari-cari hotel, eh ketemu hostel yang letaknya di pinggir jalan Sebelum gue masuk ke Blue Sky ini. Awalnya harganya 1000 bath, akhirnya ditawar jadi 700 bath. Bentuk bangunannya mirip ruko. Satu lantai ada dua kamar, karena maih baru tematnya jadi bersih dan enak bgt. Disini bisa laundry baju sendiri, bikin kopi atau teh atau roti. Bisa juga kalau mau masak mie. Yang jaga tempat ini, perempuan yang besar di Bangkok, sebelumnya dia kerja di EO dan pulang ke Phuket karena diajak kerjasama mengelola tempat ini sama saudaranya. Gue jadi akrab dan sering balas-balasan pesan di FB. Nama tempatnya Patong Travellers House, kalau mau reserve bisa email dia di orientalsweet.th@gmail.com, dia biasa dipanggil dengan nama Choon.

Day 2 di Phuket

Pagi-pagi jam 7 gue dan suami langsung stand by di pinggir jalan menunggu jemputan yang akan membawa kita ke Phi Phi island. Mobil yang jemput mirip ELF yang sama dengan kemarin di bandara. Setelah muter-muter jemput yang lain, jam 8.45 gue dan rombongan tur menunggu di semacam dermaga. Di dermaga disediakan cemilan biskuit dan kopi teh. Satu rombongan tur sekitar 15 orang dengan naik boat yang bagus. Selama di boat, disediakan buah nanas, melon, semangka dan minuman yang unlimited. Yang bule-bule memanfaatkan kesempatan untuk ngebir gratis.

Hampir satu jam naik boat kita sampai di Maya Beach, ini loh tempat yang pernah jadi syuting film The Beach yang dibintangi mantan pacar gue, Leonardo Dicaprio *minta dikeplak pakai kapal Titanic. Guide kita yang rada banci kasih waktu sejam untuk menikmati pantai yang keren banget ini. Di sepanjang pantai dipasang peringatan untuk evakuasi tsunami. Di tengah hutan ada kafenya. Suasananya adem banget.

Dari Maya Beach tur diteruskan melihat Phang Nga Bay yang pernah jadi lokasi syuting James Bond, ngga berhenti sih. Kemudian berhenti 15 menit di pantai yang ada monyetnya. Dan gilanya tuh monyet galak banget. Bule-bule kayaknya lihat monyet antusias banget deh. Nah habis berhenti lihat monyet -yang menurut gue ngga asyik- kita dikasih waktu untuk snorkling. Boat berhenti selama satu jam, nah untuk snorkling ini kita harus sewa fin(kaki katak) 100 bath. Guide kita yang banci itu memeragakan kalau harus pakai kaki katak karena banyak bulu babi.

Habis snorkling langsung merapat ke Phi Phi island. Nah saat berhenti di Phi Phi ngga boleh bawa minuman beralkohol. Karena Phi Phi itu pulau yang dihuni muslim. Di Phi Phi juga banyak hotel dan ada ATM. Gue sempat beli magnet kulkas, harganya 5000perak satu biji. Di Phi Phi makannya prasmanan, enak masakannya. Ada spaghetti, sayur sop,ayam goreng, tom yum, dan masih banyak lagi deh. Yang masak penduduk sekitar yang memang sadar banget bahwa pariwisata bisa menopang kehidupan mereka -Jangan lupa kalau pHi Phi tu pernah kena tsunami juga-dan mereka hancur lebur banget,tapi mereka tumbuh dan membangun dengan cepat. Bandingin ama waktu gue ke Bunaken jauh bgt dehh.

Habis dari Phi Phi kita ke satu pantai lagi tapi gue lupa namanya. Cukup lama disini, si guide nyuruh kita sewa payung dan kursi seharga 150 bath, tapi gue ogah. Disini sempat makan jagung rebus, harganya 30bath. Buah dan minuman masih disediakan sama turnya. Kira-kira 2 jam lebih di pantai ini kita balik ke hotel, sampai hotel jam 5 sore.

Mengingat ini malam terakhir kita di Phuket, gue sama suami langsung pergi ke Simon Cabaret, itu loh pertunjukan kabaret dari waria cantik-cantik yang lypsinc dan nari-nari. Simon Cabaret ini buka 2 kali pertunjukan setiap hari. Jam 19.00-20.30 dan jam 21.00-22.30, dan gue pilih pertunjukan pertama. Harga tiketnya 700 dan 800 bath. Gue pilih yang 800 bath, sebelum masuk kita boleh pilih minum apa saja di bar yang terletak di depan pintu masuk. Gue pilih orange juice dan waiternya kasih gue dua gelas orange juice.

Pertunjukan dimulai. Ngga boleh merekam dan memotret. HP harus disilent. Di setiap kursi ada air mineral botolan. Waktu 90 menit tidak terasa. Kostum, musiknya, lightingnya dan all conceptnya keren. Gue yakin kalau ada di Indonesia bakalan laris nih, secara banci-banci di Indonesia lebih cantik dan keren. Kebanyakan dari mereka sudahu dioperasi kelamin dan jakun, ngga beda sama perempuan deh. Habis pertunjukan, merreka turun panggung dan baris untuk difoto untuk foto bersama mereka berdua, bayar 100bath minimal. Yang jadi favorit adalah yang mirip Dewi Perssik.

Makan malam di Kusuma lagi, belanja-belanja di Patong sambil pesan taksi untuk besok ke bandara. Gue rental mobil Avanza harganya 600 bath. Jam 4 pagi sudah dijemput. Jam 6.30 pesawat kita berangkat ke Jakarta.

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    4 Comments

  1. Budi 27/08/2012 at 3:44 pm

    Salam kenal,

    Boleh dishare, waktu tour ke phi-phi island berapa biayanya dan pakai operator apa ?

    Tks.

    • memez 29/08/2012 at 10:15 am

      Habisnya sekitar 1400 Bath, dan maaf bgt lupa operatornya. Jadi kalau dari bandara Phuket kan naik van, nah van itu akan berhenti di sebuah ruko nanti kita ditawarin macam2 deh tuh, trus aku nawar sampai 1400 bath. Operatornya recomended.

  2. Best Deals Hotel Guarrantee Low 23/03/2013 at 11:09 am

    I appreciate, result in I discovered exactly what I used
    to be looking for. You have ended my four day long hunt!
    God Bless you man. Have a nice day. Bye

  3. Top Luxury Resorts Bali 07/04/2013 at 5:15 am

    I blog frequently and I seriously appreciate your content.
    This great article has truly peaked my interest.
    I will bookmark your blog and keep checking for new information about
    once a week. I subscribed to your RSS feed too.