Saya pernah begitu sangat terkesan saat makan di Cimory, sebuah resto yang berada di kawasan Puncak, Jawa Barat. Hingga seringkali merekomendasikannya di sini. Maka ketika usai sebuah pertemuan di Puncak, akhir pekan lalu, saya mengusulkan rekan -rekan kerja saya untuk makan siang di Cimory Riverside, sebuah resto baru yang mengusung nama Cimory, namun lebih besar dan lebih luas. Namun, alih-alih mendapatkan pengalaman menyenangkan, saya justru merasa kapok makan di Cimory Riverside ini, gegara sebuah makhluk bernama ulat hijau.


 photo CIMORY_zps4fb87322.jpgKalau dibandingkan secara lokasi, Cimory Riverside lebih nyaman, lebih luas dan parkirnya lebih luas. Jadi, ngga ada deh tuh sistem antrean yang biasanya saya temui di Cimory.

Rombongan saya yang didominasi anak-anak, kemudian memesan berbagai macam menu. Diantaranya nasi goreng Chicken BBQ (Rp 32.5K) Nasi Goreng Chicken Wings (Rp 37.5K) Ring sausage (Rp 43.9K) sapo tahu (39.5K) Spiral kanzler Sausage (44.9K) Ayam geprek Cabe (39.5K) serta asam-asam daging (47.5K)

 photo IMG_0754_zps8835042a.jpg

Rasa nasi gorengnya biasa banget. Jadi, nasi gorengnya sudah dimasak sebelumnya, dan kalau ada yang memesan tinggal tambahkan lauk chicken wings atau chicken BBQ, sesuai pesanan. Ayam geprek cabenya sama sekali standar, secara penampilan saja tak menarik. Tak lebih istimewa ketimbang pecel ayam pinggir jalan dekat rumah saya.

 photo IMG_0753_zpsd07b1b70.jpg

Asem-asem dagingnya malah mirip sayur asam pakai daging, nothing spesial. Sapo tahunya cukup lumayan lah. Spiral Kanzler sausage dan ring sausagenya, standar saja rasanya.

Saya sedang menikmati spiral kanzler sausage hingga sebuah insiden terjadi. Seekor ulat hijau tiba-tiba keluar dari persembunyiannya. Selama ini ia bersembunyi di salad yang disajikan di piring saya. Terus terang saya kecewa, bagaimana standar kualitas Cimory Riverside ini, hingga sayuran yang disajikan masih ada ulat hijaunya.

Karena saya protes, kemudian piring saya diangkat, dan digantikan dengan foto di sebelahnya ini.

 photo IMG_0716_zps6c2278b9.jpgJadi, hanya sayuran seladanya yang diangkat dari piring dan tidak mengubah secaraΒ  keseluruhan. Karena sudah kehilangan selera makan, kemudian saya memilih untuk membungkusnya.

Minuman yang dipesan berbagai macam jenisnya, tapi saya tetap tertarik pada susu segarnya -kali itu saya memilih membeli di toko di sebelahnya untuk dibawa pulang-
 photo IMG_0752_zps7b5e8f41.jpgSaat membayar di Kasir, saya komplain tentang insiden ulat hijau spiral kanzlerΒ  sausage yang disajikan ke saya. Kasirnya hanya meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. -Masa iya mau diulang, duh ngga cerdas ya alasannya-

Jujur saja, saya kapok makan di Cimory Riverside. Tempat yang luas dan nyamanΒ  tapi tak sebanding dengan pelayanannya yang terkesan asal-asalan dan serba cepat, hingga tak mengindahkan mutu.
 photo cimory2_zps97633622.jpgPas lagi browsing, eh menemukan komplain tentang Cimory Riverside juga di kaskus

Cimory Riverside

Jl Raya Puncak, kalau dari arah jakarta ada di sebelah kanan.

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    2 Comments

  1. Laura 25/03/2013 at 1:25 pm

    Hii,, getek gitu mbak ngebayangin ada ulet ijo geliat geliut. Terus bahkan piringnya aja ga diganti? Duh pelayanan macem apa.. :O

    Oiya email saya laura_valencia_ong@yahoo.com ya mbak, maaf ga komen di blog, bisi orang2 pada ngira aji mumpung jualan, hehe

    Salam kenal ^^

    • memez 26/03/2013 at 7:03 pm

      Iya ya memang geli membayangkannya. Aku sudah kirim emailnya ya…