photo BBTERRACE_zpsc15cdcb1.jpg

Butuh waktu agak lama menyelesaikan postingan jalan-jalan ini, selain fotonya yang banyak, belakangan saya sibuk dengan urusan-urusan yang harus diprioritaskan. Maka, inilah sisa cerita di saat di Penang.

Kemana lagi di Penang selain menikmati wisata kota tuanya? Saya sempat mengunjungi Penang Hill alias Bukit Bendera.

Dari Komtar naik bus agak lama, sekitar 40menit. Jalanannya tentu saja bebas macet. tiket masuknya 30 RM. Ada apa sih disini? Malaysia itu memang hebat dalam mengemas wisatanya. jadi di Bukit Bendera ini, kita naik kereta ke ketinggian 700 M. berbeda dengan di Genting yang naik kereta gantung, di Bukit Bendera naik kereta listrik. Keretanya datang lima menit sekali. Kalau mau naik ke atas sebaiknya pilih tempat duduk di depan, biar lebih puas melihatnya.

 photo TIKETBB_zps3649920d.jpg

 photo TIKETBB2_zps7c09f63e.jpg

Naik keret ke ketinggian 700M itu hanya sekitar 5menit saja. Di atas, kita bisa melihat pemandangan Penang, tentunya dengan udara yang sejuk.

 photo KERETABB1_zps51b98470.jpg

 photo TEROPONGBB_zpsf92fb923.jpg

Melihat pemandangan lewat teropong ini, hanya bayar 1RM saja. Durasinya sekitar 5menitan.
 photo BB2_zpsf38253fc.jpg
Saya sempat sholat di Masjid yang ada di atas Bukit Bendera, walau tidak terlalu besar tapi sejuk, nyaman banget. Ada kuil juga di sini.

Ada juga hotel Bellevue yang jadul banget, dibangun sejak pertama kali Bukit Bendera ini dibuka. Kebayang ngga sih bagaimana mengangkut bahan bangunannya.

Kalau mau jalan-jalan melihat kebun anggrek, bisa naik mobil golf sekitar 50RM. Saya sih sempat jalan jalan melewati hutannya, suasananya sejuk dan adem banget.
 photo JALANBB_zpsc4d61301.jpg

Di Bukit Bendera, saya sempat masuk ke Owl Museum yang menyimpan kerajinan tangan berbentuk burung hantu. Tiket masuknya 10RM, dan mendapat sebuah souvenir gantungan kunci. Kalau kata Miswa sih ngga sebanding nih -prinsip ogah rugi- di Owl Museum ini ngga perlu terlalu lama, mengingat tempatnya juga ngga terlalu besar. Selain menyimpan semua kerajinan tangan berbentuk burung hantu dari berbagai macam bahan, ada juga toko yang menjual oleh-oleh. Tentunya dengan harga mahal luar biasa.

 photo OWLMUSEUM5_zps139ceec5.jpg
 photo OWLMUSEUMSOUVENIR_zps4bbc40df.jpg

 photo OWLMUSEUM2_zps017dc4f2.jpg
 photo OWLMUSEUM3_zps107476f5.jpg
 photo OWLMUSEUM4_zps7f4c3229.jpg

Yang bikin saya suka banget adalah, makan di food court yang terletak di atas Owl Museum. laksa dan kwe tiawnya juara banget. dan harganya RM5 aja, alias 15ribu perak. Laksanya tuh nendang banget rasanya. Gegara makan laksa ini, saya sempat pingin beli bawang merahnya, sayang dilarang sama Miswa.

 photo LAKSABB_zps57452bc8.jpg

 photo KWETIAWBB_zps760af82c.jpg
Selain makan di foodcourt, bisa juga beli oleh-oleh di sini. Saya sih beli gantungan kunci aja, 10RM dapat empat biji.

 

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.