FootGue adalah orang yang sangat percaya dengan kata-kata “Everything happen For a Reason” Segala sesuatu terjadi karena ada alasannya. Benar begitu bukan?

Dan… satu langkah dari sebuah peristiwa, bisa mengubah semuanya. termasuk jalan hidup.

Salah satu peristiwa terpenting dalam hidup gue, tentu saja ketika ada peristiwa “penampakan” di lift kantor, yang membuat gue akhirnya bertemu dengan jodoh gue.

Kalau ada tanggal yang ngga pernah gue lupa sepanjang hidup adalah tanggal 10 September 2003. Saat itu, gue ngantor di sebuah media cetak yang berlokasi di jalan kebayoran lama, Jakarta Selatan.

Namanya gedungnya baru, selalu kejadian aneh. Nah… di suatu siang, ada teman gue yang naik lift, ternyata malah melihat “penampakan” di lift itu. Duh… heboh bener lah ya…

Gue yang hari itu baru pertama kali ngekost langsung ketakutan lah… Secara gue anaknya penakut. Akhirnya, gue memutuskan ikut reporter desk kriminal liputan malam. Diajaklah gue sama sesosok cowok kurus yang kelihatannya semangat banget. Jujur, saat itu ngga ada perasaan apa-apa, apalagi gue punya pacar nun jauh di sana.

Sama dua temannya, gue diajak mengenal aktivitas liputan malam, yang menurut gue ngga ada asyik-asyiknya lah. Mulai dari kamar mayat sampai TKP pembunuhan. Makin takutlah gue… dan merasa banget gue mengambil keputusan yang salah dengan ikut liputan malam.

Menyesal?

Ouwww tentu tidak saudara-saudara. Saat pagi tiba, cowok kurus yang kelihatan banget lelah itu mentraktir gue di warung Indomie depan kantor. Habis ditraktir, dia berceritalah tentang dirinya, tentang keluarganya, tentang cita-citanya…. gue sempet mikir, ihhhh ade ape nih cowok ceritanya sampai segitunya???

Ternyata oh ternyata… mulai hari itu, bahkan sampai detik ini. Cowok itu jadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup gue. Makanya, setiap tanggal 10 September pagi, gue selalu senyum-senyum sendiri mengingat momen 12 tahun silam. Gue ngga tahu bagaimana ceritanya, kalau malam itu gue nggak ikut liputan malam πŸ™‚

Perjalanan gue sama cowok yang dulu kurus sekarang gendut ini memang ngga melulu manis. Tapi… kita bersyukur dengan banyak hal yang telah kita lalui. 12 Tahun bersama, yang terdiri dari lima tahun setengah pacaran (Plus cari modal buat nikah) dan enam tahun setengah menikah, membuat gue dan Miswa makin mengenali diri masing-masing.

Gue harus tahu dan sadar kapan dia capek, kapan dia ngga mau diganggu, kapan dia kusut sama kerjaan, dan kapan dia butuh disupport. Dan juga sebaliknya. Beberapa waktu lalu…  Miswa ada kerjaan yang butuh perhatian besar, dan gue diminta dia datang. Tahu ngga apa yang gue lakukan? Cuma ngusap-ngusap punggungnya dan meyakinkan kalau semua kesulitan, semua tantangan akan bisa dia lewati. Sesimpel itu? Iya sesimpel itu.

Perjalanan waktu kemudian mengajarkan kita untuk saling support dalam bentuk apapun. Kayak waktu kemarin gue syuting di Yogya, kebetulan kudu belanja bulanan. Akhirnya Miswa yang melakukan itu, beli deterjen dan segala macam. Apakah dia keberatan atau mengeluh? Ngga sama sekali. Walaupun seorang teman gue, yang laki-laki seakan mencibir. “Ih… kok suami lo mau sih mengerjakan begitu,” Gue jawablah, “Kenapa ngga, rumah tangga itu harus saling support. Kalau gue ngga sempat belanja bulanan, suami bisa belanja bulanan. Lagian, suami gue tuh bisa mengerjakan apa saja. sama halnya kayak gue diminta bantuin kerjaan dia,” Jawab gue. Mungkin, teman gue ini tipe laki-laki yang menganggap semua urusan rumah tangga adalah urusan perempuan dan ngga mau bantuin istrinya.

Gue sangat bersyukur, Miswa bisa membantu dalam urusan pekerjaan rumah tangga. Apalagi kalau Asisten di rumah lagi mudik. Kalau gue masak, ya dia akan cuci piring. Kalau gue cuci baju, ya dia akan ngejemurin, atau ketika gue angkatin jemuran, dia yang akan…. menyetrika. #BeruntungBangetKanGue

Perjalanan waktu juga mengajarkan gue untuk menerima konsekuensi bahwa Miswa bukan cowok yang romantis. Gimana mau romantis, kalau gue ulang tahun atau ada momen spesial, boro-boro beliin kado atau kasih kartu ucapan. Yang ada dia malah menyodorkan uang atau transfer, dan bilang “beli aja nih apa yang kamu mau, nanti kalau aku salah beli kamu ngga suka malah ngga asyik kan,?” katanya dengan enteng.

12 Tahun bersama, bikin gue makin mengerti betapa berharganya hubungan ini. Gue makin jatuh cinta dengan caranya memperlakukan gue, caranya bertanggung jawab sama kehidupan gue, dan terutama caranya memperhatikan adik-adik dan bokap gue. Dalam setiap doa, gue cuma berharap kita masih akan bersama sampai maut memisahkan.

Hiksss… jadi mellow begini. Kalau kamu bagaimana? Apa sih yang bikin kamu jatuh cinta atau nyaman sama pasangan? Cerita dong πŸ™‚

 

 

 

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    13 Comments

  1. Mia 10/09/2015 at 7:57 pm

    Meeez terhuraaa bacanya. Moga kalian selalu langgeng dan rukun. Aamiin…
    Gue jg plg gasuka liputan malem. Banyak yg aneh-aneh. Hahaha. Tp elo mah liputannya beruntuuung πŸ˜€

    • memez 11/09/2015 at 2:18 pm

      Karena liputan ketemu jodoh yaaa….

  2. HESTY RAHAYU SUDIRO 11/09/2015 at 3:43 am

    So sweet…..emang jodoh udah ad yg ngatur ya mez.how lucky u are???smoga langgeng Trus…n selalu diberi yg terbaik Oleh Allah Untuk kalian berdua…aamiin.

    • memez 11/09/2015 at 2:17 pm

      Amin amin terima kasih hesty….

  3. Shintaries 11/09/2015 at 6:04 am

    uhuk uhukkk selamatt mengingat 10 september yaaa mbaa wekekeke

    *udah mikirin seru ajah baca penampakan wkwkwk

    • memez 11/09/2015 at 2:17 pm

      Hihihiiiii… ngga mungkin aku cerita serem Mba Shinta, secara aku kan penakut anaknyaa

  4. ida farida 11/09/2015 at 8:08 am

    Hihihihi sama banget mez ky laki gue. Sampe tetangga gue pada iri ktnya enak bgt yah mm vina, suaminya mau jemur, mau cuci piring dan bahkan mau beliin pembalut herbal di toko langganan yg udah dia hapal banget. Dan mgkn krn suami gue jg mmg gak romantis, ternyata sama bgt klo gue ultah mlh diksh uang dan disuruh beli sendiri apa yg gue mau. Tp bbrp tahun blkgn setiap ultah dia belikan kue kesukaan gue. Kita hrs sgt bersyukur memiliki suami yg mau bekerja sama ya mez. Bahagia dunia dan akhirat untuk memez dan adhar.

    • memez 11/09/2015 at 2:16 pm

      Iya sama banget da. Dan menurut gue mendingan dia ngga romantis gpp deh, yang penting dia mau bantuin pekerjaan rumah yaa… Salam juga buat suami yaa…

  5. Uniek Kaswarganti 11/09/2015 at 1:07 pm

    Suaminya keren tuh mba bisa apa2 sendiri. Klo suamiku hampir ga pernah kerjain urusan rumah. Tapi ini pas banget sih dengan kerelaan dia untuk menerima diriku yg juga hampir ga pernah masakin dia hehehee… Kami berdua lebih asyik pergi kemana aja dibandingin nguplek di dapur.
    12 tahun ya…woww congrats Mb Mez. Insya Allah nih bulan ini anniv kami yg ke-12… plus 8 tahun sebelumnya masa pacaran πŸ˜‰

    • memez 11/09/2015 at 2:15 pm

      Hihihiii… memang sama pasangan itu harus saling menerima ya Mba… sehat-sehat selalu Mba Uniek dan suami yaaa

  6. gustyanita pratiwi 11/09/2015 at 3:57 pm

    ini mah sangat-sangat so sweet atu ya..romantisnya ditunjukin dengan cara lain yaitu berbagi tugas dalam urusan domestik..

    samaaa…klo aku ultah juga misuaku malah kasi uang biar beli sendiri, takut salah kalo dibeliin

    • memez 11/09/2015 at 4:00 pm

      Iyaa… paling asyik memang kalau Suami mau berbagi tugas rumah tangga :))

  7. pipit 14/09/2015 at 8:37 pm

    semoga selalu rukun dan happy ya πŸ™‚