Judulnya seram karena mengingatkan kematian? Bukan… gue bukan menakut-nakuti. Gue justru mau bercerita bagaimana saat meninggal dunia keluarga yang ditinggalkan tidak direpotkan dengan persiapan-persiapan untuk memandikan sampai menguburkan.

Alasan gue bikin postingan ini adalah waktu minggu kemarin Yeye, salah satu sahabat gue ditinggal Papahnya secara mendadak. Iya sih yang namanya meninggal dunia itu kan mendadak banget. Tapi, masa iya dalam situasi demikian pengurus RTnya malah bolak balik bertanya persiapan memandikan dan beralasan kalau mereka tidak bisa mengurus karena Papahnya belum jadi anggota. Yeye mengaku gemas dan sampai bertanya anggota apa? Duh… ganggu banget ngga sih dalam situasi demikian malah bertanya-tanya hal-hal seperti ini?

Saat membawa jenazah ayahnya ke rumah, Yeye masih sangat berduka dan tentu belum terpikir akan mengubur di mana. Beruntung Yeye, salah seorang tantenya bisa mengurus jenazah ayahnya hingga bisa dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Nah, saat membutuhkan surat-surat untuk pemakaman ini, pengurus RTnya bikin mengelus dada. Waktu Yeye cerita, gue sampai gemas banget. Syukurlah masalah itu bisa dilalui karena Tantenya turun tangan.

Saat anggota keluarga ada yang meninggal dunia tentu tak ada yang benar-benar siap. Karena semua mendadak dan ngga ada yang tahu kapan akan datang waktunya. Seperti yang terjadi pada keluarga gue dua tahun silam. Saat itu, Nyokap gue yang sudah sakit kanker selama sembilan bulan, kesehatannya benar-benar ngedrop dan dibawa ke rumah sakit. Namun, Allah punya rencana lain. Saat pulang, Mamah sudah meninggal dunia. Bokap, Gue dan adik-adik sama sekali ngga bisa mikir bagaimana dan apa yang harus dilakukan. Kita benar-benar larut dalam duka dan sedih luar biasa.

Beruntungnya gue karena tetangga-tetangga sekitar rumah sangat membantu. Mereka menyiapkan tenda, kain kafan, kembang, sampai makanan buat keluarga dan tamu usai pulang menguburkan. Gue baru ditagih biaya-biaya itu waktu empat puluh hari meninggalnya Nyokap. Dan jumlahnya juga ngga sampai dua juta rupiah.

Rumitnya persiapan untuk menguburkan ini yang kemudian belakangan banyak bermunculanΒ  yayasan yang bisa membantu mengurus kematian bermunculan. Sebut saja Yayasan Bunga Kamboja yang udah sangat berpengalaman mengurus kematian. Tidak hanya umat muslim tapi juga bagi yang beragama kristen. Yayasan Bunga Kamboja ini sistemnya adalah membayar biaya pendaftaran sekitar Rp. 50ribu per kepala keluarga. dan masing-masing anggota keluarganya membayar iuran bulanan yang beragam. Mulai dari 5-7ribu rupiah per bulan per orang. Oiya, bayarnya per enam bulan ya.

Karena sudah membayar, setiap anggota yang meninggal dunia akan mendapat fasilitas seperti petugas untuk memandikan, mengafani, sampai diantar ke pemakaman dengan mobil yang mereka siapkan.

Ngga hanya Yayasan Bunga Kamboja, belakangan juga muncul Yayasan serupa. Contohnya Yayasan Bunga Cempaka di Bogor atau Yayasan Sekar Kenanga di Bandung. Tentu saja Yayasan demikian tidak bisa disebut komersil karena apa yang mereka lakukan murni membantu, sesuai dengan prinsipnya “Meringankan beban keluarga yang ditinggalkan serta tidak merepotkan tetangga atau saudara”

Inspirasi untuk meringankan beban ini juga yang membuat Endon Swandana alias Ucha alias Esa, sahabat karibnya suami gue, membuat gerakan kemanusiaan yang diberi nama “Bank Jenazah”. Jadi, kan ngga semua orang yang meninggal itu mampu untuk membeli kain kafan dan perlengkapannya. Dalam hal ini, Esa melalui Bank Jenazah akan memberikan kain kafan, bendera kuning, tikar sampai beras bagi mereka yang tidak mampu.

Esa dan Bank Jenazah

Trus mereka dapatnya dari mana? Ya dari donatur. Misalnya nih gue mau menyumbang untuk Bank Jenazah, jadi gue memberikan bantuan berupa kain kafan dan sebagainya. Jadi, sumbangan yang diberikan dalam bentuk barang tersebut. Bukan dalam bentuk uang ya. Bagi yang membutuhkan bantuan dari Bank Jenazah sekarang sudah tersebar di beberapa wilayah di Bogor.

Esa bank jenazah 2

Nah, kalau beberapa Yayasan yang gue sebutkan tadi adalah gerakan kemanusiaan yang sebatas mengurus persiapan pemakaman belum termasuk lahan pemakamannya. Kalau yang termasuk pemakamannya, diantaranya adalah kompleks pekuburan mewah San Diego Hills. Jadi, di San Diego Hills ini seseorang membeli lahan pemakaman lengkap dengan fasilitas persiapan pemakamannya, seperti memandikan jenazah, kain kafan sampai acara pemakamannya. Seorang selebriti yang gue kenal pernah bercerita kalau dia beli sepuluh tahun lalu sekitar 20jutaan untuk yang biasa. Dan kini harganya tentu jauh lebih mahal ya.

Di San Diego Hills sendiri komplek pemakamannya variatif. Selain mengurusi pemakaman untuk yang beragama muslim, kristen, bisa juga untuk agama lain yang menginginkan jenazah keluarganya dikremasi. Tentu harganya berbeda ya. Singkatnya sih, semakin besar uang yang dikeluarkan, semakin bagus fasilitasnya.

Dari pengalaman gue dan beberapa teman yang anggota keluarganya ada yang meninggal, pastikan berkas-berkas ini disiapkan :

  1. Surat kematian yang biasanya dikeluarkan dokter atau rumah sakit.
  2. Surat keterangan dari RT dan RW setempat yang menerangkan kalau yang meninggal adalah warga setempat.
  3. Foto Copy KTP yang meninggal.

Kalau kamu punya cerita apa sih soal mengurus proses pemakaman ini?Β  Cerita dong…

 

 

 

Yayasan Bunga Kamboja

Jl Psr Minggu Raya 19Β  Jakarta Selatan.Β  No Telp : 021-7991190

Yayasan Bunga Cempaka

Jl Yogyakarta VI Blok P6 No 18 Pura Arista Tajur Halang Bogor. No telp 0251 8551 624, 8551 628 855 6419

Yayasan Sekar Kenanga

Jl Laswi 14, Kacapiring, Batununggal, Bandung. Nomor telepon: +62.22.70754364

Bank Jenazah

Graha Swandana Komplek Billabong Blok G2 E No 28 Bogor

San Diego Hills

Exit Tol Karawang Barat 2, Km.46. No Telp : 0816 908 909 | email: sales@sandiegohills.co.id

 

 

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    19 Comments

  1. Yeye 08/03/2016 at 11:56 am

    Hehehe klo inget2 itu emang jd gemez sih. Wong lg repot ini itu, sang RT malah sibuk nanyain udah jd anggota apa blm. Walah.. Untungnya setelah diusut2 kmrn itu, Alm papa udah anggota di jeruk purut, jadi pas minta tlg tante, jadi mudah jalan nya. Secara jeruk purut jg susah banget, yang ga bener2 member ktnya susah skrg.

    Makasih Mez buat postingan nya, mengingatkan kita buat invest rumah masa depan 😊

    • memez 08/03/2016 at 7:49 pm

      Pingin cubit rasanya yaaa…. πŸ™‚

  2. windah 08/03/2016 at 3:42 pm

    wah ternyata meninggal pun butuh banyak persiapan ya. aku mau nabung juga ah. sewaktu waktu meninggal bisa meringankan beban yg ditinggalkan

    • memez 08/03/2016 at 7:48 pm

      Amin… semoga dimudahkan yaaa

  3. Agung Han 08/03/2016 at 4:53 pm

    Informasi yang bermanfaat mbak
    di RT tempat saya baru ada wacana
    buat pelatihan mengurus jenasah
    alasannya biar nanti bisa mengurus jenasah keluarga masing-masing
    salam

    • memez 08/03/2016 at 7:41 pm

      Pingin belajar juga deh…

  4. Desy Yusnita 08/03/2016 at 7:14 pm

    Di masjid komplek ada yg namanya BPUK, setiap KK ditawari untuk masuk anggota. Bayarnya 10rb, dl dirintis sama alm. Kakek gw mba. Begitu beliau meninggal alhamdulillah dibantu. Trus karena kita ga mau area pemakaman yg udah kerjasama dgn BPUK (Kalimulya 3) karena terlalu jauh, akhirnya pilih area swasta. Alhamdulillah dibantu sm pengurus untuk dapetin disitu, dan kayanya ga ditagih atas excess nya deh. Iuran tetangga aja….

    Persiapan2 kaya gt perlu dipikirin emang sih Mba. Mengantisipasi kebingungan saat kaya begini, pasti blank lah. Tapi sayang bgt ya tetangga nya g ada yg sigal bantu. Jadi gregetan juga deh

    • memez 08/03/2016 at 7:40 pm

      Setuju banget, dalam situasi begini kedekatan sama tetangga sangat penting banget.

  5. Hani S 09/03/2016 at 11:01 am

    Infonya bermanfaat bgt, jadi tahu gimana “keriweuhan” disini saat ada keluarga meninggal.

    Mau gak mau, memang harus di persiapkan ya.

    • memez 14/03/2016 at 6:38 am

      Iyaaa… namanya juga sewaktu-waktu…

  6. Echaimutenan 16/03/2016 at 3:56 pm

    Jirrrr…. Dijakarta gini amat ya… Diurus kalo udah anggota… –“

  7. Nanda 24/03/2016 at 1:45 pm

    Terimakasih, informasinya sangat bermanfaat. Ternyata udah meninggal aja masih harus ribet ya

  8. Ilmy 24/03/2016 at 3:13 pm

    Gila harus jadi anggota dulu baru di urus ?

    • memez 27/03/2016 at 9:26 pm

      begitulahhhh…miris yaaa

  9. fanny fristhika nila 29/03/2016 at 1:57 pm

    agak2 merinding baca ini mbak :(.. jd inget dosa2 soalnya πŸ™‚ ..sementara mati ga bisa tebak kpn dtg :(..

    tapi aku suka konsep bank jenazahnya.. bener2 membantu org yg kesusahan pas keluarganya meninggal.. Keluargaku sndiri kalo mengalami anggota kluarga yg meninggal, ya kita saling bantu sama2.. tetangga juga.. tapi ttp sih anggota keluarga yg dominan.. kebetulan kita tinggalnya ga terlalu jauh masing2.. jd bisa lgs membantu saat dibutuhkan.. dan ampe skr blm prnh nemu ketua RT yg nyusahin kayak rt nya temen mbak itu -_-

    • memez 30/03/2016 at 7:58 pm

      Yaaa begitulah realitanyaaa…

  10. PUBLIC SPEAKING SEMARANG 04/01/2017 at 8:57 am

    Wah, ternyata harus jadi angota dulu ya ?

    • memez 08/01/2017 at 10:30 pm

      Iya dong…

  11. Ilham 04/02/2017 at 7:08 am

    ehmmm …. ngomong2 kalau family kita ada yg meninggal sedangkan kita tdk punyta biaya untuk proses pemakamannya, apakah kita bisa meminyta bantuan dari Bank jenazah ini ????