Siapa yang mulai mati gaya, ngga betah dan bosan dengan anjuran #DiRumahAja atau #StayAtHome? Kamu? Ngga cuma kamu, sejujurnya saya juga bosan dengan situasi ini. Meski masih ngantor dua hari masuk, dua hari libur, situasi saat ini bikin saya bosan. Karena rutinitas saya paling seputar rumah – kantor – rumah, meski setiap seminggu sekali mampir ke Pasar untuk belanja.

Yup, virus corona ini memang bikin hidup kita berubah banget ya….

Seujurnya, saya mulai membahas soal virus Corona ini dengan Bram, teman SMA saya yang tengah berkuliah S3 di Wuhan, China sejak awal Januari 2020. Beberapa kali saya WA Bram, dan saat itu Bram yang akan pulang untuk liburan ke Indonesia, menyebut bahwa di Wuhan, kondisinya kemudian sangat berbeda ketika mulai ditemukan ada orang yang terjangkit virus Corona.

Bram yang kemudian pulang ke Indonesia pada pertengahan Januari, kini masih menanti waktu yang tepat untuk kembali ke Wuhan, China, untuk menyelesaikan pendidikan S3nya.

Sejak awal Januari hingga akhir Februari, di banyak negara mulai ditemukan pasien yang positif mengidap Corona. Sementara di Indonesia, konfirmasi ditemukannya pasien positif Corona baru diumumkan tanggal 2 Maret 2020. Kebetulan, tiga orang pasien positif Corona ini, tinggalnya hanya berjarak satu kilometer dari rumah saya.

Dan…. kemudian Corona mengubah semuanya.

Pemerintah lebih giat mengkampanyekan gaya hidup sehat. Mulai dari himbauan untuk lebih sering mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak atau yang dikenal dengan social distancing, sampai kewajiban menggunakan masker.

Oiya, gegara Corona ini, penjualan masker medis sempat melonjak tajam. Biasanya, saya kalau beli hanya 28ribu per boks isi 50 masker, saat Pandemi Corona ini, harga masker bahkan sampai 400ribu rupiah. Tentu saja saya ngga beli, karena mahal hahahahhaa…. Dan saya memilih untuk menggunakan masker kain, yang kemudian dikampanyekan Pemerintah, melalui Dokter Terawan, Menteri Kesehatannya.

Kebijakan teranyar Pemerintah terkait penanganan Corona ini adalah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Ingat ya, bukan PSPB (Yang tahu PSPB ketahuan umurnya πŸ™‚

Karena PSBB ini, kehidupan masyarakat Indonesia pun berubah. Di warung makan atau resto, ngga bisa makan di tempat. Hanya bisa bungkus alias take away, atau pesan lewat online. Aktivitas masyarakat pun dibatasi. Tempat ibadah ditutup sementara, warga wajib pakai masker saat berada di tempat umum dan ojek online dilarang mengangkut penumpang, hanya bisa melayani order makanan atau pengantaran barang.

Apakah cara ini cukup menghentikan penyebaran Corona? Sejauh ini sih lebih efektif ya. Dibandingkan ngga ada aksinya sama sekali.

Sejujurnya, saya merasa bahwa virus Corona ini mengajarkan banyak hal pada manusia, mengajarkan hidup sehat, mengajarkan bahwa manusia harus selaras sama alam. Dan tahu kan…. bahwa udara jadi lebih bersih, semenjak virus Corona ini menyebar ke berbagai belahan dunia. Ya gimana ngga bersih, karena manusia banyak berada di rumah, dan alam menjadi semacam refresh.

Buat saya yang memiliki penyakit diabetes, memang harus lebih waspada dengan virus Corona. Kenapa? Karena faktor resikonya lebih besar. Tentu saja saya jadi jauh lebih berhati-hati. Misalnya nih, biasanya kan saya rutin kontrol ke rumah sakit 1-2 bulan sekali. Karena saya sudah tahu obat apa saja yang biasa saya konsumsi, maka saya beli saja obat yang saya konsumsi lewat aplikasi Halodoc! yang praktis dan efisien.

Pengalaman saya menggunakan aplikasi Halodoc! ini sangat membantu saya ya. Sebenarnya, jauh sebelum terjadinya Pandemi Corona ini, saya sudah menggunakan aplikasi Halodoc! saat kontrol di rumah sakit. Jadi, setelah konsultasi dengan dokter dan diberikan obat, saya ngga perlu antre di Apotek untuk mengambil obat. Cukup berikan struknya ke petugas Halodoc! yang ada di samping Apotek rumah sakit yang biasa saya datangi. dan obatnya kemudian diantar ke rumah saya dengan ojek online. Gratis dan ngga ribet πŸ™‚

Nah, kalau membeli obat lewat Halodoc! ini yang bikin saya suka adalah dicarikan harga termurah dari Apotek yang terdekat dengan lokasi pengantaran obatnya nanti. Maklum ya, limit asuransi dari kantor sudah habis, jadi saya beli obat dengan uang sendiri, jadi kalau ada yang lebih murah, pasti saya beli.

Nah, saat Pandemi Corona ini, Halodoc! makin jadi andalan saya dan suami. Kalau saya sih selama ini mengandalkannya untuk membeli obat, kalau suami saya beberapa kali menggunakannya untuk konsultasi dengan dokter. Maklum ya, saat situasi seperti ini memang dianjurkan untuk meminimalisir kontak dengan orang lain. Maka, konsultasi dengan dokter di aplikasi Halodoc! itu membantu banget, dan tarifnya juga terjangkau banget loh…. Oiya, selain bisa konsultasi dengan dokter dan juga membeli obat, ada fitur membuat janji di RS, Tes Covid-19, Periksa COVID-19 juga loh di aplikasi Halodoc!

Meski sangat terbantu dengan aplikasi Halodoc! saya sih berharap dan berusaha banget untuk selalu sehat yaa…. karena habis Corona ini berlalu, saya ngga sabar mau jalan-jalan lagi.

Kalau kamu, apa sih kegiatan yang akan kamu lakukan kalau Pandemi Corona ini berlalu? Yuk sharing di komentar….

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    5 Comments

  1. Nurul Sufitri 04/05/2020 at 8:11 pm Reply

    Aku punya pengalaman Fakhri terjangkit chikungunya di tengah pandemi corona ini. Ga pernah menyangka hal ini bisa terjadi, ngeri karena menyebabkan kelumpuhan sementara. Kita bisa baca info2 tentang kesehatan di Halodoc. Malah bisa chat dulu dg dokter2nya jadi merasa tenang. Jika butuh tindakan baru deh ke rumah sakit 😊😊

  2. Leyla Imtichanah 05/05/2020 at 8:34 pm Reply

    Sama dong Mbak, aku juga mengalami kehidupan yang berubah drastic karena anak-anak sekolah di rumah. Aku jadi lebih sibuk. Belum lagi harus masak sendiri karena takut beli makanan dari luar. Untung beli obat ada Halodoc ya.

  3. Eni Martini 05/05/2020 at 10:35 pm Reply

    Iya aku pun dah dari lama pakai jasa Halodoc buat ambil resep klo berobat di rumah sakit. Karena klo nunggu lama banget. Trus pas hamil Binar sering chat sana dokternya

  4. Yati Rachmat 08/05/2020 at 7:20 am Reply

    Iya, ya, bunda kemana aja koq sampe baru tahu tentang HaloDoc karena ikutan job tentang penulisan Covid 19. Fasilitasnya memudahkan bagi mereka yang memerlukan info tentang kesehatan. Aplikasi yang bisa cepat di akses ya. Bagi bunda begitu usai si Covid 19 maka yang utama bunda lakukan adalah berkumpul dengan anak cucu, yang selama ini serasa dikekang untuk bisa ketemu mereka.

  5. Ruffie Lucretia 10/05/2020 at 3:38 am Reply

    aku sering pakai layanan halodoc ini, apalagi masa pandemi kaya gini. buat konsul ke dokternya Hana agak susah jadinya yauda via halodoc aja.

    klo pandemi ini berakhir? aku mau halan – halan keliling indoneshaaa~ XD

Leave a Comment




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.