Rumah Memez

Cerita Memez

Cerita Perjuangan Punya Rumah, Dari Ditipu Agen Properti Sampai DiPHPin Developer

Every Home Has A Story

Begitu juga perjalanan saya punya rumah.

Menikah sejak 2009, Alhamdulillah baru punya rumah di 2018 kemarin.

Trus…selama ini tinggal di mana. Sudah pasti jadi kontraktor, alias ngontrak hahahahahhaa…….

Makanya, salah satu pencapaian yang membuat saya dan Pak Suami tak berhenti bersyukur di 2018 adalah akhirnya kita bisa beli rumah.

Padahal, kalau diingat-ingat, saya tuh selalu nangis dan bawaannya Baper kalau inget beli rumah.

Soalnya, pernah ditipu dan yang terakhir adalah diPHPin developer.

Bahkan, saat ini, kami tengah menanti pengembalian uang hampir seratus juta, yang ngga tahu kapan akan dibalikinnya

Perih???? Banget.

Kek gini ceritanya….

Saya dan Suami bukan terlahir dari anak orang kaya, makanya kalau menginginkan sesuatu, kita berdua kudu kerja keras.

Waktu menikah dan menggelar acara yang bisa dibilang lumayan meriah, kami berdua menabung rupiah demi rupiah. Yeahhh…walaupun dibantu orangtua, tapi ngga terlalu banyak juga. Alhamdulillah juga dibantu kan…

Dapur Impian Saya….

Nah, waktu habis menikah, saya langsung diboyong di kontrakan petakan di daerah Pondok Bambu, yang sekarang posisinya ada di Mall Cipinang. Sungguh saya ngga pernah ngerasa minder atau gimana, saya sadar kok kalau semua harus berjuang dari awal.

Setelah beberapa bulan di kontrakan Pondok Bambu, kami pindah mengontrak satu rumah di Depok. Yah cukup nyaman sebenarnya, tapi kemudian mengalami dilema.

Ke kantor kejauhan hahahahahaa… kayaknya waktu itu masalah banget deh.

 

5 Juta Melayang, Gegara Ditipu Agen Properti

Akhirnya, waktu itu tahun 2011,  kita mulai cari-cari rumah di daerah Harapan Indah Bekasi, yang sebenarnya ngga terlalu jauh dari kantor saya dan suami.

Nah, waktu cari-cari rumah di Harapan Indah ini, kami menggunakan jasa agen properti, yang ngomongnya manis banget lah pokoknya, akan membantu kami banget.

Dari awal saya tegaskan, kalau saat itu uang yang saya miliki ngga lebih dari 40 juta, maksimal 50 Juta lah buat uang muka.

Kemudian, saya diwajibkan membayar DP sebesar Rp. 5 Juta sebelum memulai proses pengajuan KPR ke Bank.

Saya dan suami pun naksir sebuah rumah mungil (pasti mungil lah, budget kami kan terbatas hahahaha) yang kemudian disepakati akan dibeli dan diajukan KPRnya.

Ngga pakai lama, agen properti tersebut berubah sikap. Yang tadinya baik banget, manis banget janji dan omongannya, jadi ketus dan lupa sama semua janjinya.

Singkat cerita, ternyata dari taksiran harga analis KPRnya, harga rumah tersebut terlalu mahal

Yeah…agen propertinya emang ngibulin dan mark up harganya, dan begonya saya percaya aja sama dia…..   🙁

Kemudian kami pun harus nambah uang muka jadi hampir 100 juta sama surat-suratnya. Tentu saja saya menolak, karena kami ngga punya duit sebanyak itu kala itu.

Duh … saya langsung sedih banget deh.

Yang lebih bikin sedih adalah…. uang 5juta yang jadi DP tersebut langsung dianggap hangus.

Aselik ya…. di perjanjian ngga ada kayak gitu, trus si agen propertinya menghilang. Saya hanya ditemui oleh atasannya yang bersikukuh ngga mau mengembalikan uang itu.

Saya kecewa banget, bahkan sampai nangis di depan orang itu. Kebayang banget mengumpulkan uang 5 juta kayak apa beratnya.

 

Saya sampai ngomong, saya sedekahkan uang 5 juta buat Bapak dan keturunan Bapak, semoga berkah.

Saya meninggalkan kantor agen properti itu dengan perasaan sedih, sakit dan perih banget…..

Duh segininya pingin punya rumah yaa……

Tahun demi tahun berganti, sampai akhirnya kita balik lagi ke Depok karena Mamah saya mulai sakit dan saya kembali mengontrak rumah dekat orang tua.

 

DiPHPin Developer Perumahan

Suatu hari di bulan Desember 2015, saya lihat banyak spanduk di sekitar Depok, bahwa ada perumahan yang menjual unit rumahnya dengan sistem cicil ke developer.

Saya ingat banget, waktu itu harganya 508juta rupiah, dengan pembayaran DP hampir 80 juta rupiah, sisanya akan dicicil selama 10 tahun, dengan cicilan sekitar Rp. 3,7 juta per bulan.

Indah banget ya kedengerannya????

Ternyata…. realitanya tak seindah itu. Dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli di Notaris, setelah membayar uang muka, kemudian membayar cicilan di bulan keenam, rumah tersebut akan dibangun. Ternyata sampai sekarang adalah….. amsyong!

Developernya punya masalah keuangan, cash flownya ngga bagus, yang berakibat tak bisa menepati janji. Sempat ada option untuk mengalihkan ke KPR Bank, sempat kami coba ternyata ada masalah yang suatu waktu akan saya ceritakan lagi. Kemudian berkembang Option, kami membangun sendiri rumah itu dan hitungannya hanya membeli tanah kavling di komplek perumahan tersebut. Opsi ini sempat kami pertimbangkan, tapi ternyata developernya malah berbeda sikap lagi. Akhirnya, uang yang sedianya buat bangun rumah malah kami pakai buat program anak dan…. jalan-jalan 🙂

Oiya, kemudian komplek perumahan ini beralih kepemilikannya. Oleh developer baru, uang kami dijanjikan akan dikembalikan dalam waktu enam bulan. Perjanjian itu dicetuskan saat bulan Desember 2017, ternyata setelah setahun berlalu belum juga terealisasi. bahkan, orang developernya ini ngga menjawab telpon, WA dan sms kami. Yang bikin rada tenang adalah… kavling tersebut memang belum terjual.

Yeaaahhhh… sambil terus berdoa, saya dan Suami yakin banget, kalau uang kami akan balik. Walaupun mungkin butuh waktu dan caranya berbelit.

Oiya, buat yang mau tahu, komplek perumahan ini terletak di Cimanggis Depok. Dan lumayan banyak juga yang bermasalah sama developer ini. Japri saya aja kalau mau tahu yaaa….

 

2018, Alhamdulillah Punya Rumah

Salah satu yang paling disyukuri di 2018 adalah…akhirnya saya dan Suami bisa beli rumah dengan cash hahahahhaa….

Sebenarnya sih, rumah yang kami beli adalah rumah papah saya. Tentu saja harganya dipotong dengan jatah saya, lumayan banget diskonnya. Yang terpenting fleksibel pembayarannya 🙂

Duit dari mana kok beli rumah cash? Ada tangan malaikat yang membantu saya hingga memperoleh pinjaman uang dengan cara yang bisa dibilang sangat mudah. Makanya, sampai delapan tahun ke depan, uang gaji saya dipotong cukup besar. Dan untuk menutupinya, saya melakukan banyak pekerjaan. Mulai dari jualan bakso, ngeblog, sampai jualan Thai Tea. Cobain dong 🙂

Yeahhh meski cukup besar yang harus saya bayar, tapi kalau dihitung-hitung, lumayan murah banget loh dibanding mengajukan KPR.

Alhamdulillah, kami akan pindah segera, setelah papah saya menyelesaikan pembangunan rumah barunya, yang letaknya ngga jauh dari rumah kami nanti.

 

Pentingnya Asuransi Rumah

Setelah akhirnya punya rumah idaman, saya dan suami sepakat menjaganya dengan sungguh-sungguh. Maklum yah, belinya dengan keringat, darah dan air mata #Lebay Biarin ah….

Saat ditinggal liburan akhir tahun begini, saya dan suami mengecek segala sesuatunya sebelum meninggalkan rumah. Misalnya nih, memastikan kompor dan gas sudah dimatikan. Bahkan, kalau perginya lebih dari dua hari, saya meminta suami untuk melepaskan tabung gas dari selangnya. Trus, yang terpenting adalah… mengecek sambungan listrik. Yang bahkan saya cabut semua kabel dari stop kontak, kecuali kabel kulkas ya. Selain irit pemakaian listrik, cara seperti ini juga mencegah terjadinya kebakaran.

Nah, kalau saya sudah cerita tentang perjuangan saya sampai akhirnya punya rumah. Kamu sudah punya rumah impian belum? Seperti apa sih rumah impian kamu? Sharing ya di sini…..

12 Comments Cerita Perjuangan Punya Rumah, Dari Ditipu Agen Properti Sampai DiPHPin Developer

  1. Annie Nugraha

    Rumah itu juga jodoh2an loh Mbak. Kalau memang bukan miliknya kita, walau duitnya ada, ya tetap akan akan jadi punya kita. I feel that.

    Membangun rumah juga banyak banget cobaannya. Ngalah2in persiapkan nikah. Ada aja kejadian yang mengakibatkan duit yang sudah disediakan harus digunakan untuk kepentingan lain. Perjuangan dah pokoknya

    Reply
  2. Lia Lathifa

    Ya Allah, jahatnya agen tersebut, gak berkah rejekinya nipu orang. Tapi alhamdulillah ya mbak, hasil kerja suami dan mbak Memez tetap membuahkan punya rumah sendiri. Barokallah ya mbak

    Reply
  3. asmurcom

    Seru banget baca ceritanya. Tentu ditipu agen dan developer abal – abal merupakan pengalaman berharga ya mba. Beruntung saya berkesempatan membeli rumah sehingga tabungan setiap bulan dapat disetorkan ke dalam angsuran KPR

    Reply
  4. Nurul Sufitri

    Waaahh… selamat ya mbak Memez 😍💓 Alhamdulillaah bisa punya rumah di tahun 2018 dg cash. Mantullll pisan! Ya namanya perjalanan hidup pasti adaa aja cobaannya sampe bisa ketipu gitu. Btw senangnya ya ada Asuransi Kebakaran Happy home dari happyone.id… jadi tenang ya hati ini.

    Reply
  5. sabda awal

    ternyata ga semua developer itu bagus ya mbak, jujur sih baru kali ini tau cerita dari sisi buruk, maklumlah saya ga pernah beli dari developer, terus teman2 yg pada kpr selamat sentosa ranpa masalah… kan setelah baca ini saya bisa lebih hati2 mikih developer…

    selamat ya mbak akhirnya rumahnya kesampaian, alhamdulillah… noted deh soal asuransi rumah ini. jd catatan kalau nyari asuransi bisa di HappyOne

    Reply
  6. Rach Alida

    Mbaa, nasibmu hampir sama ama aku. alhamdulillah tapi uangku kembali utuh. DEg2an juga dan memang sebel kalau sampai kejadian. Smoga makin ebrkah di rumah barunya ya mba 🙂

    Reply
  7. Hanni Handayani

    jadi inget pas mba memez cerita tentang developer yang nakal, saya sendiri sudah beberapa kali mendengar cerita yang mengenakan apalagi dengan embel embel rumah syariah

    Reply
  8. April Hamsa

    Huwaaahhh ini aku rasanya dejavu hahaha #upss.
    Alhandulillah yaaaa 2018 akhirnya punya rumah sendiri, tooos, cuma aku KPR haha #tutupmuka
    Ya yang lalu2 sbg pelajaran, insyaAllah org jahat yg tipu2 apalagi developer rezekinya jg gakakan awet dan Tuhan yg balas (duh kok jd esmosi #tutupmuka)

    Reply
  9. Amelia Fafu

    Kebayang Mba Memez, ditipu demikian, aku ikut perih jadinya. Nominal uang yg gak sedikit dan meraihnya juga perlu kerja keras, duh. Tapi, bersyukur ya Mba 2018 punya rumah. Alhamdulillah, targetku bisa pindah ke rumah sendiri pun terrealisasi di tahun 2018 ini, meski belum sepenuhnya rampung pembangunannnya.

    Reply
  10. Keke Naima

    Duh! Saya bacanya nyesek banget itu ditipu. Insya Allah, uangnya balik ya, Mez. Pastinya gak berkah lah buat si penipu, apapun alasannya.

    Toss dulu untuk memiliki rumah. Di tahun 2018 ini juga saya punya dan pindah rumah tanpa KPR. Rumah milik mertua yang akhirnya diberikan kepada kami begitu saja. Alhamdulillah berkah banget di tahun 2018. Semoga rumah yang ditempati terus membawa berkah buat kita semua ya, Mez 🙂

    Reply

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.