Archive for Travelling
Oleh-oleh khas Bali
Posted by: | CommentsKalau liburan, ngga belanja rasanya ngga afdol deh. Walaupun cuma beli gantungan kunci atau magnet kulkas rasanya wajib banget deh belanja. Gue ngga pernah melewatkan belanja bahkan selalu menyisihkan waktu khusus untuk berbelanja. Waktu ke Bali kemarin, tempat-tempat ini gue datangi untuk berbelanja.
1. Pasar Swalayan Nirmala
Supermarket lokal ini terdapat di banyak tempat, ada satu rak yang menjual oleh-oleh khas Bali. Tentu saja harganya lebih murah ketimbang di tempat oleh-oleh lainnya. D tempat ini, gue dapat teh dalam kemasan yang cantik. Read More→
Tanakita Camping Ground
Posted by: | Comments
Inget zaman dulu waktu ikut Pramuka, bikin tenda aja susah banget. pasak ini itulah yang sampai akhirnya tenda yang gue dirikan roboh. Nah, di Tanakita Camping ground ngga ada lagi tuh susah-susah bikin tenda. Di Tanakita, berkemah bisa menjadi menyenangkan karena ngga repot. Selain tendanya yang bagus, kamar mandinya juga bagus dan bersih.
Pantai Padang-Padang Bali
Posted by: | Comments
ini loh pantai yang jadi syuting Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts. Pantainya memang tidak terlalu luas seperti di Kuta, tapi lantaran suasananya yang tenang dan sepi, pantai ini jadi idola wisatawan. Apalagi bagi mereka yang hendak berselancar. Keunikan pantai ini adalah saat hendak masuk ke pantainya harus melewati gue dengan anak tangga sekitar 200 buah. Read More→
Bali 3 Hari 2 Malam
Posted by: | Comments
Minggu-Selasa (24-26 Juli 2011 lalu) pertama kalinya gue liburan sendirian, tanpa suami atau teman dari Jakarta. Meski memendam rindu sepanjang detiknya * lebay. Gue cukup menikmatinya, setidaknya sekarang gue lebih hafal jalan di Kuta, Jimbaran dan sekitarnya. Meski berusaha untuk menahan diri untuk tidak belanja, tetap aja kalap.
Dua minggu sebelumnya, gue bilang bosan sama kegiatan gue yg gitu-gitu aja. Kerjaan gue merengut terus, Suami malah menyuruh gue liburan, katanya kemana kek terserah gue. Tapi sendirian ya, karena suami gue ngga bisa cuti. Gue langsung mikir Bali, karena gue punya dua orang teman disini. Setelah cek cek cek antara Air Asia dan Citilink, akhirnya gue dapat tiket Citilink murah, sekitar 700ribuan return.
Jalan jalan ke Phuket
Posted by: | Comments“Phuket lebih ramah dan menyenangkan ketimbang Bangkok. Bisnis hiburan di Phuket tak sekedar menampilkan hiburan untuk dewasa, bahkan waria-waria cantik menjadi “jualan” yang menarik di Phuket.”
Sesungguhnya ini tulisan yang harusnya diposting setahun lalu, masih dalam rangkaian bulan madu Singapura-Malaysia-Bangkok- Phuket.
Setelah naik Air Asia dari Bangkok ke Phuket sekitar satu jam, sampai deh di bandara Phuket. Bandaranya ngga terlalu besar, mirip bandara Bali, tapi lebih bersih ya. Di ruang tunggu bandara terdapata booklet dan brosur paket tur dan tempat wisata yang terdapat di Phuket, gratis dan eye catching bentuk dan desainnya. Tak hanya itu, waktu gue kesana ada promo dari salah satu operator telekomunikasi yang membagikan kartu perdana gratis. Menurut gue keren nih, mau ngga mau wisatawannya kan isi pulsa. Read More→
Jalan-jalan Ke Taman Safari Cisarua
Posted by: | Comments
Terakhir gw ke Taman Safari Cisarua itu sekitar kelas 4 SD alias hampir 19 tahun yang lalu. Mumpung musim liburan sekolah, Nyokap, Bimo,Fira ngajakin ke Taman Safari. Gw pun menetapkan sejumlah syarat : Gending- keponakan tersayang- harus ikut, perginya hari Senin, karena gw libur senin dan selasa. Akhirnya, Senin 27 Juni 2011 gw berangkat pagi-pagi dari Bekasi, sampai Depok jam 10-an langsung capcus ke Taman Safari. Seperti apa sih serunya ke Taman Safari? Read More→
Jalan-Jalan ke Bangkok
Posted by: | Comments

Salah satu serunya perjalanan backpacker saya dapatkan disini. Ketidakmengertan tentang bahasa Thailand, logat mereka yang aneh, dan suasana demo antara massa kaos merah dan kaoskuning, juga Thai Girl Show alias Tiger Show bikin perjalanan ini makin menyenangkan.
Dua Jam Bersama Tengku Fakhri
Posted by: | CommentsTak ada cerita tentang pangeran yang membangunkan putri cantik dengan menciumnya, inilah cerita tentang pangeran disebuah kerajaan Kelantan.
Hampir sebagian besar penduduk Indonesia mengenal Tengku Fakhry. Pangeran asal kerajaan Kelantan ini dikenal publik di Indonesia karena kasus Manohara. Dua jam melihat aktivitasnya saat bermain bola, menyadarkan saya bahwa beginilah seorang pangeran di kehidupan aslinya. Selama dua jam, saya melihat kecintaan pangeran ini terhadap olahraga sepakbola begitu besar. sayangnya, saat bermain bola, pengawal-pengawalnya terlihat sungkan menghadang bola darinya. Read More→
Australia Desember 2010 Bagian 2
Posted by: | CommentsKebiasaan saya ketika berada di tempat yang asing adalah bangun lebih pagi ketimbang biasanya. tak terkecuali saat di Australia. Jam delapan pagi, usai sarapan, saya pun bergegas untuk melanjutkan petualangan di Sydney Australia. saya benar-benar iri dengan tata kota Sydney. Rapih, bersih, tenang, nyaman. Pemberhentian pertama saya adalah Katedral St Mary. Melihat Katedral St Mary di malam hari dengan di siang hari tentu berbeda. Tapi, saya merindukan suami saya yang bisa mengabadikan foto dengan sudut terbaik. Setelah dari St mary saya berhenti di Hyde Park yang terletak di seberangnya. taman ini asri banget. Banyak keluarga yang menghabiskan waktu di Hyde Park ini. Tak terkecuali seorang gelandangan yang mabuk berat. Di Hyde Park ini juga ada pengamen yang biasa mangkal untuk menangguk rezeki. Orangnya ganteng, suaranya bagus dan alat0alat musiknya juga oke punya. Jangan dibandingkan dengan pengamen di bus kota Jakarta, jomplang pastinya. Read More→
Australia Desember 2010 Bagian 1
Posted by: | CommentsAlhamdulillah, dapat rezeki bisa ke Australia. Meski Dollar Australia (AUD) nilai tukarnya hampir sama dengan USD, AUD lebih fluktuatif. Pertama menukar, kursnya 8950 di Money Changer daerah SCBD dekat Grand Lucky Store yang memang murah banget, eh besoknya malah 9040 di dekat kantor.
Saya ke Asutralia menaiki pesawat garuda Indonesia. karena tujuannya Sydney, naik pesawat Garuda Indonesia ke Bali dulu, terus lanjut ke Sydney. Perbedaan waktu antara Jakarta dengan Sydney adalah empat jam, Sydney lebih dulu. Sampai di sydney, langsung menuju hotel Formule 1 di daerah King Cross, yang terkenal dengan red lightnya Sydney, ngga heran kalau malam-malam terdengar musik berdentum kencang dari sejumlah bar yang berlokasi disini. Menginap di formule 1 ini memang cukup mahal, tarifnya 89 AUD. tapi, untuk ukuran Sydney ini hotel murah banget. Read More→

