Perjalanan bulan madu ketiga kami diawali ke Singapura. Berikut rinciannya

  •  

    Jam 4.30 pagi sudah meninggalkan rumah kami di Depok dengan Taksiku. Taksiku ini referensi bagus untuk yang mau ke bandara, karena ngga bayar uang tolnya. Darimana pun penumpangnya tetap ditanggung oleh Taksiku.

  • Satu jam saja sudah sampai di Bandara, setelah Check In dan mengurus bebas fiskal, kami menyempatkan bertemu dengan Ayah dan Ibu mertua yang kebetulan juga akan pergi ke Bima. Sayangnya, pesawat Merpati -satu-satunya pesawat yang melayani penerbangan langsung ke Bima- terlambat. Akhirnya ngopi-ngopi dulu, berlima habis 185ribu rupiah . Makanya, saya bersikukuh mengusulkan untuk ngopi di Starbucks yang dekat terminal 2F.

  • Pesawat Air Asia yang kami naiki tepat waktu. Asyiknya, karena kami memesan makanan sekaligus saat reservasi tiket, kami dilayani terlebih dahulu. Memesan makanan saat reservasiΒ  tiket di Air Asia memang dianjurkan. Selain mendapat potongan harga 20%, penumpang juga mendapatkan prioritas pelayanan. Nasi Lemak dan Nasi goreng pun mengisi perut kami yang keroncongan karena belum sarapan.

  • Sampai di bandara Changi, kami langsung menuju Terminal 2 untuk naik MRT ke Stasiun Tanjong Pagar, lanjut ke stasiun kereta keppel Road. Dari Stasiun MRT Tanjong Pagar, cukup jauh ke stasiun kereta Keppel Road, sekitar 20 menit jalan kaki. Tiket kereta KTMB dari Singapura ke Malaysia seharga 40 Sin$ untuk kelas duduk. Di stasiun Keppel Road bisa titip tas sama seorang pakcik yang menjaga toilet. Tarifnya 3 Sin$ per tas.

  • Dari Stasiun kereta Keppel Road, kami pergi ke daerah kallang untuk membeli titipan teman yaitu Poker Chips yang satu paketnya seharga 20 Sin$. Dari Kallang, kami naik taksi sampai Orchard Road dan menemukan kacamata oke banget seharga 5 Sin$.

  • Dari Orchard Road naik MRT lagi ke Bugis. Dan terjebak di kawasan makan yang didominasi oleh babi.Β Β  untungnya menemukan mie yang cukup enak seharga 5 Sin$.

  • Karena kecapekan dan mengantuk berat, Suami mengusulkan untuk menuju bioskop yang ada di Ilumi untuk…. Numpang Tidur!!!! Setelah membeli tiket seharga 7.5 Sin$ per orang untuk film The Clash Of The Titans, saya berharap bisa menemukan sofa empuk sambil menunggu film dimulai. Ternyata bioskop FilmGarde ini tidak menyediakan kursi untuk menungguΒ  kualitas layar + kursi + tata suara di bioskop FilmGarde di Bugis Singapura ini bahkan kalah oleh bioskop XXI di Indonesia yang tiketnya hanya seharga 25ribu rupiah. Jadi, jangan coba bandingkan bioskop FilmGarde dengan Blitz Megaplex apalagi kelas Premiere di Indonesia.

  • Karena di Bioskop FilmGarde tidak menyediakan kursi untuk menunggu, akhirnya kami makan dulu di Restoran Empire State di lantai 4, spiritnya sama dengan buku Creative Junkies Yoris Sebastian yang baru saja saya baca. JANGAN TERJEBAK RUTINITAS. Interiornya nyaman dan menarik di mata. Kami sempat memejamkan mata sekitar setengah jam. Restoran Empire State ini punya slogan diluar kebiasaan, jangan malu untuk makan saat mulut penuh, jangan ragu untuk memesan makanan penutup duluan, pokoknya segala hal diluar kebiasaan.

  • Tanpa menunggu film Clash Of The Titans selesai kami langsung meninggalkan bioskop. Tujuannya : Merlion. Berfoto bareng disini adalah sebuah kewajiban dan pertanda bahwa kami telah menjejakkan kaki ke Singapura. Walau sedikit gerimis, tapi tak menyurutkan niat kami.

  • Dari Merlion, jiwa petualangan kami bergelora. Akhirnya, setelah menyeberang jalan. Kami menemukan bus menuju Stasiun kereta Keppel Roads. Dengan tarif 2 Sin$,tak butuh waktu lama untuk sampai di Stasiun kereta Keppel Roads.

  • Sampai di Stasiun Kereta Keppel Roads, saya menyempatkan mandi. Dengan tarif 2Sin$ untuk mandi dan 20 Sen untuk pipis. Jangan bandingkan kamar mandi di Stasiun kereta Keppel Road dengan stasiun kereta di Indonesia, karena jauh lebih bersih.
    Di stasiun kereta Keppel Road ada kantinnya. Cukup murah, enak dan halal. Suami memilih makan Tom Yum seharga 6.2 Sin$, dan saya memesan sup kambing seharga 4.2 Sin$.

  • Kereta api KTMB dari Singapura ke Malaysia akan berangkat pada pukul 22.15, nah sebelum berangkat sebaiknya mengisi kartu Imigrasi yang bisa diambil di kantor Imigrasi, yang terletak di dekat peron keberangkatan.

  • Pukul 22.15 tepat kereta api KTMB Senandung Malam pun bergerak menuju Malaysia. Namun, baru setengah jam kereta api KTMB Senandung Malam bergerak, kereta berhenti di Stasiun Woodland. Serombongan penumpang berdarah India langsung buru-buru menuju Imigrasi. Heran saya, kenapa mesti berlari-lari seperti ada kerusuhan? Toh, nanti naik keretanya lagi juga akan berbarengan, tidak boleh mendahului.

  • Dan kereta api KTMB Senandung Malam pun menembus kegelapan malam menuju Malaysia.


  •  

 

 

Satu jam saja sudah sampai di Bandara, setelah Check In dan mengurus bebas fiskal, kami menyempatkan bertemu dengan Ayah dan Ibu mertua yang kebetulan juga akan pergi ke Bima. Sayangnya, pesawat Merpati -satu-satunya pesawat yang melayani penerbangan langsung ke Bima- terlambat. Akhirnya ngopi-ngopi dulu, berlima habis 185ribu rupiah Surprised. Makanya, saya bersikukuh mengusulkan untuk ngopi di Starbucks yang dekat terminal 2F.

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.