• Selesai sarapan, kami langsung menuju konter taksi KL Sentral. Di KL Sentral jika hendak menggunakan taksi disarankan menggunaka tiket. Dengan tujuan ke Bukit Bintang harga tiketnya 13RM.
  • Dengan taksi, hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai di hotel The Federal di kawasan Bukit Bintang. Hotel The Federal yang saya pesan di agoda.com ini seharga 293RM. Kamarnya bagus, pemandangannya langsung ke Petronas. Hotel ini cukup strategis, dekat dengan Low Yat Plaza, dan Bukit Bintang Plaza. Kekurangannya : airnya kekuningan dan bikin gatal
  • Setelah istirahat sejenak di hotel, Suami bersikukuh mengajak ke Low Yat Plaza yang terletak di belakang hotel untuk melihat produk IT di sana. menurut suami, masih kalah sama Mangga Dua. Lebih mirip Ambassador Mal.
  • Dari Low Yat Plaza kami ke KLCC. Ada pameran IT, dan lagi-lagi masih kalah dengan pameran IT di JCC. Di KLCC selain berfoto-foto, ngopi di Starbucks dengan harapan bisa menikmati jaringan internet nirkabel. Ternyata, malah lama koneksinya.
  • Makan malam di Johny’s Plaza Bukit Bintang, makan Shabu-shabu Paket berdua + kelapa muda + Es teh Thailand, totalnya 53 RM.
  • Hari berikutnya, setelah keluar dari hotel, kami berencana ke Genting Highland. Sayangnya tiket bus yang bisa dibeli di pojok KL Sentral sudah penuh. Hanya tersedia untuk pukul 3.30 sore, akhirnya saya memilih naik taksi, namun tidak membeli tiket taksi tapi ditawari oleh seorang supir taksi yang kebetulan sedang duduk-duduk. Dengan membayar seharga 90RM, berangkatlah kami ke Genting.
  • Setelah masuk area Genting, kami ditawari untuk mampir ke butik Coklat di genting Highland. Saya pun membeli Coklat berisi durian (49RM) dan strawberry (29 RM) mahal memang, kemasannya pun kecil sekali.
  • Setelah sampai di Genting Highland, langsung membeli tiket kereta gantung seharga 5 RM. karena hari Sabtu, antreannya cukup panjang. Naik kereta gantung di genting Highland adalah pengalaman mendebatkan. Panjang lintasan kereta gantung ini adalah 3,4 KM. Setelah sampai di genting Highland udara dingin sekali. naik kereta gantung ini ibarat menuju negeri di awan. Lintasan kereta gantung di Genting Highland menembus kabut.
  • Karena hari sudah siang, di Genting Highland kami makan siang di restoran cepat saji Marry Brown. Bubur dan Mie kari mengisi perut yang keroncongan. Karena area genting Highland begitu luas, kami berjalan-jalan ke beberapa area seperti taman tema. Di Taman tema suami merayu saya untuk mencoba Flying Coaster dengan tiket seharga 12 RM. Sesungguhnya di Taman Tema bisa membeli tiket terusan seharga 40RM. Taman Tema juga tak beda dengan Dunia Fantasi di Jakarta.
  • Jika ingin menaiki wahana Flying Coaster harus menitipkan tas dan barang-barang lainnya di sebuah loker otomatis yang bisa digunakan dengan harga sewa 2RM. Menaiki Flying Coaster subngguh sebuah pengalaman mendebarkan. Berbeda dengan Halilintar di Dunia Fantasi, menaiki Flying Coaster dalam keadaan berdiri dan dibalik-balik posisinya. Meski tak sampai satu menit, cukup menegangkan.
  • Tak lengkap rasanya ke Genting Highland tanpa melihat Kasino. Syarat ke Kasino adalah menitipkan tas berukuran besar dan kamera. Lagi-lagi saya harus menitipkan tas ke loker yang terletak di belakang panggung. Loker ini disewa seharga 5RM.
  • Menurut informasi yang saya terima, umat muslim Malaysia dilarang masuk Kasino. Makanya saat masuk saya ditanya dari mana? setelah dijawab dari Indonesia langsung dipersilahkan masuk. Di Kasino sesungguhnya tak ada yang menarik. Tak bisa berjudi dan dan tak ada keinginan berjudi. Saya hanya penasaran seperti apa sih Kasino yang begitu ramai dibicarakan ini? pengnjung i Kasino ini didominasi oleh sebuah kaum. Tak sampai lima menit saya keluar dari Kasino. Tak Nyaman. Makanya heran saja ada orang yang rela mengeluarkan uang hingga jutaan di Kasino.
  • Dari Genting Highland kami melanjutkan perjalanan kembali ke Kuala Lumpur. Di terminal bus Genting Highland tersedia bus ke berbagai jurusan, seperti Penang hingga ke Singapura. Kami naik bus ke terminal Titwangsa di Kuala Lumpur dengan membayar tiket seharga 6.6 RM. sambil menunggu bus, ada sebuah kedai menjual kwe tiauw yang sedap nian sehraga 8 RM. Karena bus keburu datang, saya pun meminta dibungkus Kwe Tiauwnya. Bukan styrofoam, tapi dari kertas daur ulang sepertinya.
  • Dari Genting Highland sampai di Terminal Titiwangsa butuh waktu hampir satu jam. Setelah dari terminal titiwangsa kami melanjutkan perjalanan ke KL Sentral dengan Monorail. Tiketnya 2.5 RM, sampai di Staisun Monorail KL Sentral harus jalan kaki dan menyeberang ke KL Sentral.
  • Karena lelah, kami mencoba kursi pijat di KL SEntral. tarifnya 1 RM untuk 3 menit. Lumayan untuk menghilangkan pegal-pegal di kaki.
  • Kami akan melanjutkan perjalanan ke Hatyai Thailand. lagi-lagi dengan kereta. Namun, kali ini kami memilih kelas tempat tidur. Harganya 52 RM. Untuk tempat tidur di atas. Kereta Expres Langkawi ini cukup nyaman.
  • Karena kami kebagian gerbong V1, cukup jauh untuk ke gerbang restorasi. Namun rasa lapar mengalahkan jarak. Di gerbong restorasi saya makan nasi ayam dan teh tarik juha teh O, karena uang RM habis, makan saya membayar dengan baht sebesar 120 baht.
  • Kereta berhenti di stasiun Padang Besar sekitar pukul 8.30 untuk proses Imigrasi keberangkatan dari Malaysia sekaligus kedatangan ke Thailand. Di Stasiun Padang Besar ada penjaja makanan yang menjual nasi ikan bilis mirip nasi kucing, harganya 2 RM. Sebelum sampai di Stasiun hatyai seorang calo mendekati kami dan menawarkan hotel dan bus ke bangkok. Dan mereka selalu beralasan kereta penuh. Hmmm… sayang sekali usaha calo ini gagal. Kami dari Indonesia Bung. Usaha anda seperti itu basi. Calo itu beralasan bahwa situasi di stasiun kereta api Hatyai akan ribut, sayangnya tak ada apa-apanya dibanding situasi di terminal Pulogadung. Pukul 10.15 kereta api Express Langkawi yang kami naiki dari KL Sentral akhirnya sampai di stasiun kereta Hatyai. dan petualangan baru pun dimulai.
Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.