Rumah Memez

Cerita Memez

Batik, Dari Blus Sampai Gamis. Ini Dia Fakta Soal Batik….

Saya adalah penggemar kain batik. Sejak mulai bekerja dan bisa cari duit sendiri, saya sengaja menyisihkan sedikit uang buat membeli kain batik. Ya selama ini sih masih kain batik tulis yang harganya dibawah sejuta per helai atau minimal batik cap.

Perjuangan saya mencari kain batik, tentu bukan sekedar berbelanja kain batiknya ya. Tapi juga buat mengenal nilai budaya dan sejarah dari motif batiknya.

Tahu ngga, harga sehelai kain Batik bisa mencapai ratusan juta rupiah loh…..

Sebenarnya, saya ngga terlalu tahu  sejarah batik ini. Tapi, dari Wikipedia, bisa dilihat bahwa sejarah Batik di Indonesia itu dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit, yang mulai meluas di abad 18.

Sebenarnya sih, teknik batik sendiri mulai dikenal sejak seribu tahun silam yang diperkirakan berasal dari Mesir kuno, dan kemudian meluas di beberapa Negara Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, Mali sampai di Asia. Nah, kalau di Asia sendiri itu ada di India, Sri lanka, Bangladesh, Iran, Thailand, Malaysia dampai Indonesia. Makanya, jangan baper ya kalau lihat di Malaysia ada batik. Mereka juga punya kok, mungkin motifnya aja yang beda.

Alm. Nelson Mandela, pemimpin Afrika Selatan Yang Menggemari Batik

Di Indonesia, khususnya di tanah Jawa, dahulu kegiatan membatik hanya terbatas di dalam keraton saja. Karena batik digunakan untuk pakaian Raja, keluarga kerajaan dan para pejabat pemerintahan. Kemudian, karena pembesar kerajaan ini banyak tinggal di luar Keraton, maka kegiatan membatik mulai dilakukan di luar Keraton. Dan akhirnya kegiatan membatik dilakukan perempuan di dalam rumah tangga, untuk mengisi waktu luangnya.

Tahu ngga sih, pembuatan kain batik itu adalah sebuah seni. Nah, secara garis besar, pembuatan kain batik ini ada tiga teknik :

  1. Batik Tulis

Nah, ini bisa dibilang mahakarya dari sebuah pembuatan batik karena faktor kerumitan yang luar biasa. Jadi, motif batik digambar dahulu, kemudian gambar tersebut diisi dengan lilin yang biasa disebut malam. Setelah itu kemudian diwarnai dengan warna khusus.Kalau misalnya ada 2-3 warna dalam sehelai kain batik tersebut, ya akan lebih rumit prosesnya.

Sejak awal kemunculannya, teknik pembuatan batik yang dikenal ya Batik Tulis. Dari hasil membaca di sejumlah sumber, saya menemukan fakta bahwa sehelai kain batik bisa bernilai hingga ratusan juta rupiah, karena pembuatannya yang sangat rumit dan sangat langka. Motif Batik itu adalah :

Batik Belanda, yang mengacu pada motif kain batik yang dibuat oleh pengusaha batik orang Eropa ataupun Indo-Eropa di Indonesia. Motifnya, biasanya adalah  Buketan, Kumpeni, dan Dongeng. Batik Belanda ini konon sudah berada di luar negeri, dan harganya bisa mencapai 100 Juta Rupiah!!!!                                                                     Batik Bangau karya L Metzelaardan produksi tahun  1900

Batik Tiga Negeri, disebut Tiga Negeri karena diwarnai di tiga daerah yang berbeda, yaitu Merahnya berasal dari Lasem, Birunya di Pekalongan dan Soganya di Solo, ketiga daerah di Jawa Tengah. Harganya menjadi mahal karena pewarnaannya dilakukan di tiga tempat berbeda dan menggunakan pewarna dari alam. Harganya sudah pasti berada di atas 100 Juta Rupiah!

Batik Hokokai, adalah Batik hasil akulturasi Jepang dan Indonesia yang tercipta di Pekalongan antara tahun 1944-1945. Ciri khas dari  Batik Hokokai adalah motif bunga-bunga, seperti bunga Dahlia, Krisan, Peony, Sakura dan Anggrek, yang juga diiringi motif kupu-kupu. Ciri khas lainnya adalah kainnya menjadi dua bagian, yang disebut sebagai kain pagi Sore (Bukan Rumah Makan Padang ya) Salah satu kolektor terkenal Batik Hokoaki ini adalah Ibu Tumbu Ramelan.

  1. Batik Cap

Teknik pembuatan Batik dengan cara Cap bisa dibilang lebih mudah, meski tidak mudah banget. Jadi, kain akan dicap dengan sebuah besi yang sudah dilapis lilin, sehingga memuat motif tertentu. Baru kemudian dilakukan pewarnaan. Eits… tapi jangan salah ya, meski hanya diCap, tetap butuh ketelitian tnggi loh saat menletakkan capnya.

  1. Batik Printing

Nah, ini dia teknik pembuatan Batik yang biasanya digunakan agar harga kain batik menjadi lebih murah, lebih cepat. Pembuatan kain Batik dengan teknik printing ini biasa dilakukan dengan menggunaka mesin tekstil, sehingga kapasitasnya harus banyak. Bagaimana membedakan kain batik printing dengan batik cap? Lihat saja apakah motifnya tembus ke bagian sisi sebaliknya? Kalau tidak tembus, berarti itu Batik Printing. Dan lihat juga motifnya. Kalau terlelau rapid an sempurna, berarti itu kain Batik printing. Karena kain Batik Tulis atau Batik Cap, ada sentuhan seninya, yang goresan malamnya meninggalkan bagian khas.

Kegemaran saya akan kain batik membawa saya ke Trusmi, Cirebon sampai ke Bangkalan, Madura. Di Bangkalan, saya bahkan melihat teknik pembuatan Batik yang disebut Batik Gentong. Jadi, kain Batik yang akan diwarnai, disimpan dalam sebuah gentong selama beberapa waktu tertentu. Tujuannya, agar proses pewarnaan Batiknya meresap ke dalam.

Saya suka banget membeli kain Batik. Karena motifnya yang ngga pasaran dan bisa dijadikan model apapun. Suatu waktu, saya terkesima dengan perempuan yang menjadikan Batik sebagai Blus Batik, Celana Batik, Rok Batik, Hingga Gamis Batik. Semua tampak cantik dan memperlihatkan keanggunannya. Saya paling suka membuat Blus Batik, karena bisa dipadupadankan dengan jeans, agar terlihat santai, atau dengan celana kain, agar terlihat lebih resmi. Atas, bahkan Blus Batik ini bisa terlihat resmi saat dipadupadankan dengan kain batik yang motifnya berbeda.

Sekarang ini, mencari model pakaian yang menggunakan Batik sebagai bahan utamanya sudah tidak sulit. Kalaupun, tidak ingin menjahit sendiri, sudah ada marketplace yang menyediakan pakaian Batik, tinggal pintar-pintar memilihnya. Kalau sudah membeli Batik, jangan lupa perawatannya ya. Agar motifnya tetap awet dan ngga kusam. Kalau saya sih biasa menggunakan deterjen khusus Batik dan dicuci pakai tangan, tanpa mesin cuci. Jadi, berapa banyak kain atau baju Batik yang kamu punya? Biasanya dipakai dalam acara apa? Sharing dong di sini…..

 

71 Comments Batik, Dari Blus Sampai Gamis. Ini Dia Fakta Soal Batik….

  1. Kurnia amelia

    Aku juga suka batik kak soale tampak elegan gitu Klo pake batik. Aku biasa beli yg udah jadi sih bajunya sama kadang kalau ke Cirebon atau Jogya ada kain batik ya tak beli Klo uang jajannya masih banyak haha.

    Reply
  2. Sadewi

    Pengen punya batik couple bersama pak suami dan si kecil karena sekarang aku hanya punya batik couple sama pak suami saja. Agak susah memang nyari batik couple yang pas di hati.

    Reply
  3. gita siwi

    Aku suka batik yang nggak jreng2 warnanya. Makin sedikit kusam kayaknya makin gimana gitu liatnya yang seri lawas2 ya biasanya. Aku kok fokus sama posenya kakak ya 😄

    Reply
  4. Dede Ariyanto

    Keren yah batik nggak cuma dicintai sama orang Indonesia tapi juga orang luar. Untung udah terdaftar sebagai warisan budaya di Unisco, kalo nggak, bisa-bisa ada yang ngaku-ngaku lagi. Hehe

    Reply
  5. Elly Nurul

    Ka, aku justru kurang suka pakai batik, mungkin karena aku #teampolos jadi semua pakaian aku ya polos, paling jilbab yg banyak motifnya.. belum ketemu aja nih bagaimana bisa koleksi batik

    Reply
  6. yayat

    batik tuh emang gak ada matinya yak… motifnya selalu banyak yang baru… dan kalo liat model batik selalu bikin laper mata

    Reply
  7. Tina sindi

    Saya suka batik banget. Tapi kebanyakan batik sy buat gamis, seneng jd elegan gitu. Berhubung kampung suami di Cirebon jadi sy langganan beli batik di trusmi, murah dan bagus²

    Reply
  8. Hani S.

    Batik memang mempunyai pesonanya sendiri. Dulu pakai batik karena keharusan Kantor, lama2 jadi betah pakenya dan mulai cari model2 yang aku suka, eh banyak ternyata skr batik dengan model yang unik, makin bangga deh dengan batik. :*

    Reply
  9. April Hamsa

    Batik di Indonesia itu banyak ragamnya ya mbak.
    Saya juga suka pakai baju batik, apalagi batik zaman now, udah gak kuno, modelnya oke2, btinggal milih mau dipadupadankan denga apa, bisa jd kasual atau resmi 😀

    Reply
  10. lita chan lai

    aku kadang binggung, banyak bgt motif batik di Indonesia, tapi yg sangat ingat cuma motif mega mendung, motif parang, dah, itu aja yg selalu nyangkut di otakku. hehe.

    Reply
  11. Nurul Sufitri

    Aku pakai batik buat busana resmi kayak pesta perbikahan dll. Tapi sekarang2 sih acara ralat di sekolah dll juga suka pake sih. Motifnya udah makin beragam jd ga ragu pakai barik ke mana2 😊

    Reply
  12. Anesa Nisa

    Aku kok kurang suka batik ya. Ahahaha so not indonesian sekalihhh. Batik di rumahku kebanyakan batik cap yang murceu. Ehehehe. Sekali-kalinya beli pas ke solo. Pernah beli kain batik, sampe sekarang belum diapa-apain.

    Reply
  13. siti mudrikah

    aku juga suka dengan batik, tapi aku belum pernah kalo beli kain batik tulis, biasanya yang printing. beberapa waktu lalu juga pernah liat proses pembuatan batik betawi dengan cara di cap, agak susah menurutku harus pas dan diteken2 juga butuh tenaga.

    Reply

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.