Minggu-Selasa (24-26 Juli 2011 lalu)  pertama kalinya gue liburan sendirian, tanpa suami atau teman dari Jakarta. Meski memendam rindu sepanjang detiknya * lebay. Gue cukup menikmatinya, setidaknya sekarang gue lebih hafal jalan di Kuta,  Jimbaran dan sekitarnya.  Meski berusaha untuk menahan diri untuk tidak belanja, tetap aja kalap.

Dua minggu sebelumnya, gue bilang bosan sama kegiatan gue yg gitu-gitu aja. Kerjaan gue  merengut terus, Suami malah menyuruh gue liburan, katanya kemana kek terserah gue. Tapi sendirian ya,  karena suami gue ngga bisa cuti. Gue langsung mikir Bali, karena gue punya dua orang teman disini. Setelah cek cek cek antara Air Asia dan Citilink, akhirnya gue dapat tiket Citilink murah, sekitar 700ribuan return.

Hari H, gue berangkat langsung dari kantor, naik Damri dari  terminal Rawamangun yang berangkatnya setiap setengah jam sekali, bayarnya 20 ribu. Trus turun di terminal 1c. Bayar airport tax 40ribu langsung masuk terminal 1C. Gue surprise banget, terminal 1C ini habis direnovasi dan bersih. Yang bikin betah aalah free wifi, tapi gue ngga tahu kenceng apa ngga ya, ngga coba sih. Sayangnya. Karena tidak ada kursi yang memadai untuk menunggu, malah banyak orang yang lesehan, sehingga kesan bersih dan rapinya jadi sedikit luntur.  Sempet beli cheese roll Prima Rasa di Belinda 40 ribu, dan ngemil sepanjang Jakarta-Denpasar habis 3 biji.

Citilink datang dan tiba one time. Pesawatnya enak, secara yang mengoperasikan Garuda Indonesia. Kelebihan Citilink dibanding  Air Asia adalah bagasinya gratis sampai 20 kg. Sayangnya untuk pilihan makanan, minuman dan souvenir citilink masih kalah variasinya  dibanding Air Asia. Mungkin karena Citilink  pemain baru ya.

Sampai di bandara sudah dijemput teman, makan dulu di nasi pedes Bu Andika, melayaninya dicomot pakai tangan bow… mungkin ini yang bikin enak ya 🙂 Gue menginap di rumah teman gue. Malamnya, makan di Sky Garden. Malamnya jadi AGATA alias Anak Gaul Kuta.

Hari kedua, jalan- jalan naik motor ke Pantai padang-padang (tempat syuting Eat, Pray, Love) , GWK dan mampir ke supermarket lokal, Nirmala. Karena biasanya di  supermarket  ada produk lokal, secara gue pecinta teh, kalau kemanapun memanfaatkan untuk mencari teh. Eh ketemu teh lokal. Pulangnya makan di nasi ayam betutu pak Man, trus makan lagi sama sepupu gue di Pizza Hut Kuta.

Hari ketiga setelah makan siang di Laota, belanja oleh-oleh di Khrisna dan sempet jadi pengemis di Pia Legong dan ngga dikasih pula 🙁 trus mampir ke Joger. Pulang ke Bekasi naik bus Damri lagi, bayarnya 30ribu, naiknya lewat shelter bus. Karena ngga bisa disembarang tempat, perjalanan pulang langsung disambut dengan kemacetan yang luar biasa. Moment menyebalkan dari liburan adalah saat pulang ke JKT dan disambut macet. Next, kalau ke Bali ada yang mau kasih kamar hotel gratessss, lanjut nih langsung cek cek cek Citilink dan Air Asia 🙂

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.