Author Archive
Mengenai Vabyo dan buku-bukunya
Posted by: | CommentsGila ini penulis!!!! (pakai tanda seru yang banyak)
Kalau lihat tweetnya di @Vabyo kebayang deh orangnya kocak, kadang nyinyir, tapi luar biasa menghibur. Oke, gue bukan mau review orangnya, gue mau review buku karyanya dia.Yang meninggalkan kesan mendalam buat gue.
Mengenai Perketekan
Posted by: | CommentsKetek atau ketiak : bagian dari tubuh manusia, terdapat dalam lipatan antara lengan, terdapat bulu.
Buat gue, masalah ketek itu masalah vital.
Demi ketek, gue mengeluarkan uang lumayan banyak setiap bulannya. Selain buat waxing bulu yang ada di ketek, juga buat beli deodorant dan parfum. Apalagi alasannya kalau bukan buat mengusir jauh-jauh bau tak sedap itu. dan beruntung gue, berkeringat sebanyak apapun, bau ketek jauh dari kehidupan gue.
Tapi, gue mau bercerita tentang dua orang yang gue kenal – walau tidak dekat- dua perempuan yang cukup CANTIK. Sayangnya bau ketek.
Ketika Pasangan Meninggal Duluan
Posted by: | CommentsAda dua kabar duka yang gue dengar bulan ini. Pertama, istri dari Kelly, teman kantor gw meninggal dalam kecelakaan -setelah mengantarkan makanan ke kantor- berita duka lainnya, dari Fira Basuki -penulis favorit gw- yang suaminya meninggal tiba-tiba, karena pembuluh darah di otaknya pecah.
Read More→
G.A.L.A.U
Posted by: | Commentsmungkin ini ya rasanya galau. Malas berbuat apapun, malas nulis, malas kerja, malas beraktivitas apapun. Maunya tidur, belanja, makan
Ngga tahu sampai kapan akan begini. Sudah banyak yang dilalui, tapi kenapa begitu malas untuk dituliskan?
Tutup Pintu Buat Neng
Posted by: | CommentsJangan jadikan Asisten Rumah Tangga sebagai soulmate
Itu kata-kata adik ipar gw -Intan- yang selalu gw ingat sepanjang masa. Maksudnya, jangan pernah terlalu bergantung-terlalu percaya-dan menjadikan ART sebagai bagian dari jiwa kita- karena ketika suatu waktu dia pergi, kita nelongso, seperti kehilangan separuh jiwa kita. Awalnya, kata-kata Intan ini selalu gw sangkal, karena bagi gw, neng is the best. She’s the best I’ve ever had. Ternyata, gw malah tertohok dengan kepergiannya.Ngga menyangka aja, setelah gw+Miswa menempuh perjalanan hampir delapan jam ke rumahnya, malah balasan ini yang gw terima.
Gara-gara Neng
Posted by: | Comments“Neng makin parah bu. Suaranya hilang. Mohon doanya”
SMS dari Bapaknya Neng jelang jumat tengah malam bikin gw dan Suami khawatir. Sesungguhnya, karena sakit Typhus yang dideritanya, gw menawarkan agar Neng dirawat dengan layak di rumah sakit, tapi hari selasa, Bapaknya datang menjemput. Akhirnya, gw relakan dia pulang. Tapi, sms yang dikirim Bapaknya bikin gw khatir luar biasa. Akhirnya, gw dan Suami memutuskan pergi menengoknya di kampung. Tanpa tahu alamat pastinya. Siapa sangka, gara-gara Neng, gw dan Suami justru dapat pengalaman baru.
Menangis Bersama
Posted by: | CommentsCall me LEBAY!!! Terserah aja.
Baru dua hari dinas di Surabaya, gw dan Suami menangis bersama. Bukan, bukan karena dihujani rindu. tapi, karena membaca berita ini. Suami pun menawarkan, apakah gw mau mengurusnya, menjadikannya sebagai bagian dari keluarga kita? Makin mewek lah gw.
Neng Oh Neng
Posted by: | CommentsKalau dihitung dengan persentase, kadar ketergantungan gw sama si neng itu sekitar 120%. Neng, asisten gw di rumah memang tanggap luar biasa. Walau umurnya baru limabelas tahun, tapi hasil kerjanya canggih. Belanja,Masak,Rapihin rumah, jaga rumah, sampai ngewax pun bisa dihandle si Neng. Tapi, betapa sedihnya gw ketika pulang dari Biztrip selama enam hari, mendapati Neng sakit. TYPHUS positif kata dokter. Sehari sebelum didapati sakit, waktu gw telepon dia mengeluh saya kecapekan bu.
Salam Terakhir – Five Minutes
Posted by: | CommentsSalah satu quality time gue sama Suami adalah saat berada di mobil. Perjalanan ke suatu tempat, seringkali benar-benar dipergunakan untuk ngobrol dan bercerita…. termasuk tentang hal norak sekalipun.
Jadi, tetiba kemarin sebuah radio memutar lagu Salam terakhir - Five Minutes. Eh Suami bertanya, “waktu lagu ini kamu kelas berapa ?” Langsung deh mendadak galau. Gue pun cerita tentang kenangan dibalik lagu ini. Thank GOD. Suami gue itu tipe orang yang lurus, lempenang, ekspresi wajahnya. Ngga pernah tuh merasa cemburu. Tapi, ekspresinya dia setelah gue cerita tentang kenangan di lagu ini benar-benar bikin gue mau menangis.
Paling Ngga Suka
Posted by: | CommentsSama mereka yang ingkar janji, terutama masalah uang.
Ya, jadi ada klien yang dimulai dari hubungan pertemanan. Jadi, buat mereka profesionalisme itu nomor sekian, pertemanan lebih diutamakan. *minta dikeplak kan.
Nah, pertemanan diutamakan ini yang juga bikin mereka suka mengulur-ulur waktu kalau pas urusan pembayaran. Dari yang janjinya Senin, bisa jadi senin dua minggu lagi. Bukan, bukan karena ngga ada duitnya. Tapi, karena malas ke ATM *apa kabar mobile banking? Padahal, gue menagihnya mulai dengan cara yang sangat amat halus, sampai halus, sampai terus terang, sampai maksa, sampai kasar!!!
Malas kan, giliran mereka menagih pekerjaan gue, bisa sampai jam 2 pagi tuh gue ditelepon. Giliran urusan pembayaran, malah terkesan kabur?
Akhirnya, gue punya langkah lain untuk klien model begini. Kalau dikasih pekerjaan, kasih DP dulu 50%, setelah selesai langsung gw presentasikan dengan tulisan “PREVIEW ONLY” kalau dia mau gue hilangkan tulisannya harua bayar sisanya :p

