[nggallery id=6]

Alhamdulillah, dapat rezeki bisa ke Australia. Meski Dollar Australia (AUD) nilai tukarnya hampir sama dengan USD, AUD lebih fluktuatif. Pertama menukar, kursnya 8950 di Money Changer daerah SCBD dekat Grand Lucky Store yang memang murah banget, eh besoknya malah 9040 di dekat kantor.

Saya ke Asutralia menaiki pesawat garuda Indonesia. karena tujuannya Sydney, naik pesawat Garuda Indonesia ke Bali dulu, terus lanjut ke Sydney. Perbedaan waktu antara Jakarta dengan Sydney adalah empat jam, Sydney lebih dulu. Sampai di sydney, langsung menuju hotel Formule 1 di daerah King Cross, yang terkenal dengan red lightnya Sydney, ngga heran kalau malam-malam terdengar musik berdentum kencang dari sejumlah bar yang berlokasi disini. Menginap di formule 1 ini memang cukup mahal, tarifnya 89 AUD. tapi, untuk ukuran Sydney ini hotel murah banget.

Meski bulan Desember harusnya musim panas, tapi angin bertiup cukup kencang. Selesai beres-beres di Hotel, saya pun jalan-jalan. Iya jalan kaki. Kalau di luar negeri, saya memang lebih senang jalan kaki. Selain murah, olahraga dan udaranya juga cukup enak. Tujuan pertama saya adalah katedral St Mary yang berjarak kira-kira 1 km dari hotel Formule 1. Karena menjelang Natal, Katedral St Mary ini dihiasi dengan lampu yang menjadikannya cukup menarik.

Setelah berfoto-foto di Katedral St Mary, saya pun mengarahkan langkah ke harbour Bridge yang termasyhur itu. tapi, perut tidak bisa kompromi. Akhirnya mampir ke Mc Donalds dekat Circular Quay. Angin dingin tidak menghentikan langkah kaki saya, pemandangan kota Sydney di malam hari membuat saya makin takjub. Bersih, tenang dan nyaman sekali. Makan di Mc Donalds harus membuat saya merogoh kocek lebih dalam. Total 11 AUD, nyaris 100 ribu rupiah, hanya untuk burger, kentang dan minum. Kalau di Jakarta sudah bisa makan berempat tuh ya πŸ™‚

Selesai makan di Mc Donalds, perjalanan diteruskan ke Harbour Bridge. sayangnya, karena sudah terlampau lelah saya hanya sanggup berfoto dari atas jalan layang saja. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, angin bertiup makin kencang. Mantel saya tak mampu melindungi dari hembusan angin. Saya harus kembali ke hotel Formule 1 karena petualangan di Australia masih panjang. Saat berjalan kembali menuju hotel, di sepanjang William Street banyak pelacur menjajakan diri. Seorang teman begitu tertegun ketika melihat kecantikannya, eh pas dilihat secara seksama ngga tahunya banci.

sampai di hotel, sempat menyaksikan pertandingan sepakbola Piala AFF lewat situs www.mivo.tv meski harus merogoh 10 AUD untuk menonton satu pertandingan penuh,karena untuk mengakses Internet harus membayar 2 AUD per 20 menit. yah tapi tidak apa-apalah, yang penting Indonesia bisa menang mengalahkan Filipina 1-0 lewat gol Christian Gonzales. Ternyata, menonton tim sepakbola Indonesia saat berada di luar negeri cukup membuat terharu.

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

Comments are closed.