Akhirnya, gue + Isma kembali ke suatu masa di mana kita kembali menyambangi Bioskop untuk menonton film Thailand. Dan film 30+ Single On Sale ini bikin gue ngakak+sedih sekalian. Dan makin percaya, kalau jodoh itu ngga kemana.

Chermarn Boonyasak (Ing)adalah seorang fotografer yang cantik, punya karier yang mapan, dan cinta yang ditunggunya selama tujuh tahun. Tapi, apa daya penantiannya selama tujuh tahun seakan sia-sia, lantaran pacarnya yang baru pulang dari luar negeri malah memberikan undangan pernikahan. Kegelisahan pun membawanya pada sebuah pertemuan dengan Β  Arak Amornsupasiri (Jeud) pedagang babi panggang yang juga meramal tentang perjalanan cintanya. Namun, ternyata jeud tak hanya sekedar meramalnya, tapi juga menemaninya, menjadi pacar pura-puranya, hingga kemudian Ing bertemu dan berkenalan dengan Tan, seorang fotografer muda profesional yang sedang ngehitzz.

Ing yang jatuh cinta dengan Tan kemudian perlahan melupakan Jeud. Meski merasa bahagia lantaran bisa mendapatkan Tan, Ing sesungguhnya sadar bahwa Jeud adalah yang bisa membuatnya nyaman. Sampai akhirnya ketika Tan mengajaknya untuk sebuah project, Ing menyadari bahwa bukan Tan yang dia mau.Jeud memang lelaki sederhana, bukan sosialita seperti Tan, tapi Jeud lah yang membuatnya nyaman.

Penggambaran adegannya bikin puas deh, apalagi yang memerankan Ing cantik banget. Jeud walaupun ngga ganteng-ganteng banget tetap berasa kharismanya. And honestly, I love Tan. Karena terlihat cowok banget.

Ada satu dialog yang menohok banget “Kalau aku tidak bertemu denganmu di kedai sate babi, akankah kita pernah bertemu?” tanya Ing. “Aku yang akan menemuimu, mencarimu,” jawab Jeud. Dan kemudian digambarkanlah beberapa scene yang sesungguhnya Jeud dan Ing pernah berada dalam satu lokasi yang sama tapi tak pernah menyadari. Ini bikin gue sadar -buat yang belum bertemu jodoh- sesungguhnya, mungkin kita seringkali berada di tempat yang sama dengan jodoh kita tapi tak disadari.

Tidak seperti film Hollywwod, penutup adegan ini lumayan bikin greget. Ing yang ngga jadi ikut sama Tan. awalnya dikira akan mendapat kejutan berupa kehadiran Jeud, tapi ternyata ngga. Yah endingnya ngga ketebak deh.

Puttipong Promsaka Na Sakolnakorn, sutradara sekaligus penulis skenario yang melambung namanya lewat Crazy Little Things Called Love tahu benar cara meramu twist dalam film ini. Dan yang paling menyenangkan lagi dalam film ini adalah kehadiran sosok Tukkie, itu loh pemeran Ibu Guru di film Crazy Little Things Called Love. Bahkan Tukkie membuktikan bahwa wajah cantik belum jaminan akan menikah duluan. Film ini sangat direkomendasikan bagi yang mau cari hiburan, mau ngakak, mau nangis, mau terharu, hingga akhirnya yakin dengan kekuatan cinta. tapi, sebaiknya nontonnya jangan sendirian ya.

Written by memez
Diary about my daily life, inspiring story, entrepreneur and the latest trend

    2 Comments

  1. yourha 22/01/2012 at 12:25 pm

    perlu ditonton ne mbak..
    kira2 film ini dah ada bajakannya belum??*hag hag mental bjakan.
    maklum lagii mahasiswa bokek..

    • memez 24/01/2012 at 2:07 pm

      Bajakan? hihihii ndak tahu ya, biasanya film kayak gini lebih enak ditonton di bioskop πŸ™‚