Sang Penari The Movie
By
Mengadaptasi sebuah novel ke dalam film bisa jadi membuahkan resiko, lantaran seringkali penonton -yang didominasi pembaca novel tersebut- merasa penggambaran di film kurang maksimal. Hal ini, yang konon terjadi pada Da Vinci Code. Di Indonesia, adaptasi novel ke film, berhasil dilakukan oleh Hanung Bramantyo lewat Jomblo dan Ayat-Ayat Cinta. Lantas bagaiman dengan Sang penari yang diadaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? Bertabur aktor dan aktris yang mumpuni aktingnya, serta penggarapan yang membutuhkan waktu hingga tiga tahun, membuat film sang penari ini nyaris sempurna. Bahkan Ahmad Tohari, penulis novelnya merasa film ini dengan sempurna menggambarkan cerita di novelnya. Tapi, saya tetap saja merasakan kekurangan. Apa itu?

Hari jumat kemarin, pulang kerja langsung kabur ke Blitz Megaplex BCP. janjian sama suami plus adik ipar+sepupu. Total berlima deh nonton sang penari. meski harus menunggu sampai jam 10 malam. Kami puas deh nonton Sang Penari ini. Betapa tidak, kerja keras serta persiapan yang matang memang selalu membuktikan hasil yang maksimal.
Film dibuka dengan adegan penyekapan tahanan, kemudian Rasus (Oka Antara) menyusuri desa yang demikian hening dan kosong. Seorang pria tua yang buta, Kang Sakung meminta Rasus mencari Srintil. Dan kilas balik pun dimulai. Srintil sejak kecil selalu terpukau oleh Yu Surti (diperankan dengan baik oleh Happy Salma) seorang ronggeng dari Dukuh Paruk. Daim-diam, srintil kecil selalu menari saat melihat Yu Surti. Suatu hari, Yu Surti meninggal, usai mengonsumi tempe bongkrek yang dibuat oleh orangtua Srintil. Semenjak itu, Dukuh Paruk kekeringan dan berubah miskin.
Waktu pun berjalan, Srintil (diperankan dengan sangat apik oleh Prisia Nasution) membulatkan niatnya untuk menjadi Ronggeng. Apalagi Kang Sakung yang buta, mengetahui dan mendukung benar niat Srintil ini. sayang, restu dari Ki Reja (Slamet Raharjo) yang merupakan dukun ronggeng belum dikantongi. Srintil pun berusaha keras, menari hingga terjatuh -mungkin kerasukan- gue kagum banget sama aktingnya Prisia pas adegan dia hopeless karena tak dianggap benar-benar mampu sebagai ronggeng.
Perjalanan waktu akhirnya membuktikan kalau Srintil memang born to be a ronggeng, Ki Reja dan Istri (Dewi Irawan) mempersiapkan upacara buka kelambu. Yaitu, dimana keperawanan Srintil diserahkan dengan lelaki yang membayar paling tinggi. Padahal, sesungguhnya harta paling berharganya itu telah diberikan kepada Rasus, laki-laki yang dicintainya. Semenjak Srintil menjadi ronggeng, Rasus meninggalkan desa dan berubah menjadi tentara. Transformasi Rasus dari pemuda sipil kemudian menjadi tentara, benar-benar mengagumkan.
kehadiran Srintil sebagai ronggeng dukuh paruk membawa angin segar bagi desa itu. Perekonomian mulai tumbuh, istri-istri dari para suami yang meniduri Srintil makin bergairah dengan suaminya, bahkan dari mereka sengaja memberikan hadiah bagi Srintil. Sayang, kemudian situasi politik berubah. Pengaruh PKI yang dibawa oleh Bakar (Lukman sardi) membuat kehidupan di desa itu membuatnya menjadi malapetaka. Seluruh penduduk ditahan, kecuali Kang Sakung.
Cerita mengalir dinamis, hingga membuat terpukau. Akting para pemainnya tak perlu diragukan lagi. Prisia, Oka bahkan Teuku Rifnu -yang selalu jadi pemeran pembantu tapi aktingnya selalu mencuri perhatian- dengan sempurna berdialek Banyumasan.
Properti, wardrobe hingga setnya betul-betul sempurna. Musiknya membuat film ini lengkap. What’s else? Bahkan ending film ini tidak standar yang happy ending, namun berkesan banget. Menonton Sang Penari membuat gue memahami sejarah yang terjadi, budaya yang kuat serta perjuangan cinta. Film ini? Perfecto. Wajib nonton. Kekurangan film ini? Kurang Lama. Pinginnya sih lihat seperti apa kemesraan pemuda zaman dulu saat bersama kekasihnya

kurang lama? he..he.. bener…
porsi tayangan hubungan rasus-srintil lumayan lama, ini yg menambah imajinasi sy ttg trilogi RDP
iya kurang lama, pingin tahu sih gaya pacaran zaman dulu kayak apa. Romantis bener sihh…
mba memesss….. huhu~~ ngiri ngiriiii….. website mu bagus bangeeettttt….bangeeettt… *OOT
jd semangat lagi nulis..
thnks mba for inspiring me…. ^^
Ayo kamu bisa… kalo mau bikin blog, aku siap terima order :p