Foto + Status + Broadcast Message BlackBerry
BySeberapa sering kamu mengganti profile picture di BBM? Seperti apa urgensinya mengganti Profile Picture dan menambahkan status di BBM? Benarkah berkaitan dengan eksistensi?Lalu, sampai sejauh apa diperkenankan Broadcast message? Pertanyaan ini tak hanya sekedar butuh jawaban tapi juga butuh keberanian dan kejujuran untuk menjawabnya.
Buat gue PIN BB adalah hal paling privat dan gue hanya share dengan orang-orang yang gue kenal atau jelas tujuannya. Dan sebagai BB User, gue termasuk orang yang cukup sering mengganti Profile Picture di BBM, ya ngga setiap lima menit sekali sih. Sehari bisa 2-3 kali. Apalagi kalau sedang berlibur atau pergi ke sebuah tempat, mengganti Profile Picture dengan foto diri atau pemandangan setempat. Meski tujuannya untuk diri sendiri, tetap saja beda tipis antara pamer dengan narsis ya
Nah, belakangan karena gemes dengan foto beberapa anak dari teman-teman gue, gue meminta izin untuk memasangnya sebagai profile picture, tapi pertanyaan yang berkembang kemudian menusuk hati loh.. “Kenapa masang foto anak orang, kok ngga anak sendiri?” duh pertanyaan gini, bikin pingin plester mulut orang yang nanya deh. Tapi, masa-masa galak kalau ditanya soal itu sudah lewat, jadi dijawab saja dengan, “Yah tunggu aja deh, ” Dan gue butuh keberanian besar untuk menjawabnya. Sebelumnya, gue adalah orang yang selalu takut menyinggung perasaan seseorang, makanya kalau ditanya tentang anak gue selalu pelan-pelan dan berusaha menata kalimat semanis mungkin, but it’s over. Rupanya suami bete juga kali ya, kalau gue curhatin melulu tentang pertanyaan soal anak ini. “Jawab apa yang mau kamu omongin daripada Bete!” katanya gitu.
Balik lagi soal profile picture + status BBM, ada salah satu kontak gue yang bisa kurang dari 5 menit menggantinya, kalau gue liat recent updates, listnya selalu ditempat orang ini. *Tuhan maafkan saya atas ke-KEPO-an ini. Tapi, itu sih hak dia. Kalau sudah menyangkut Broadcast message, gue paling galak deh.
Ada dua orang di kontak gue, setiap hari itu bisa 2-3 kali broadcast message, mulai dari soal doanya dia, kerjaannya dia sampai hal-hal yang ngga penting. Menurut gue, kalau soal doa ngga usah dibroadcast lah, itu kan momen paling intim kita sama Tuhan. Dan ngga semua yang dibroadcast doa beragama, sama dengannya. Karena sudah “gengges” alias ganggu banget, gue tanpa segan menghapus kontaknya. Toh, kalo dia perlu gue atau sebaliknya masih bisa ditelepon kan?
Tapi, puncaknya gue marah sama orang yang suka Broadcast Message adalah saat sepupunya suami gue, mengirimkan BM tentang sebuah ayat dan menambahinya ” Kalau tidak meneruskan pesan ini maka dianggap murtad dan keluar dari agama Islam,” Helloooo… cuma gara-gara ngga mau BM pesan ini, gue dianggap murtad? langsung ngamuk lah gue. Awalnya sih gue bilang kalau dia harus cerdas memilah mana yang bisa di BM, terus dia beralasan hanya meneruskan BM dari temannya, dan takut dianggap murtad. Sepupunya itu, yang notabene sudah lulus kuliah -maksud gue jelas berpendidikan- ternyata bodoh banget! dan parahnya banget, dia langsung mengganti statusnya selang 30 detik, iya 30 detik dari apa yang gue omongin. Jadi, tiap 30 detik dia ganti tuh. Ah, ternyata smartphone for smart user belum cocok nih buat dia. Langkah gue jelas banget, HAPUS kontak BBMnya langsung.
Akhirnya, gue punya semacam “rules” untuk BM ini :
1. Maksimal 1 kali perhari.
2. Isinya diutamakan jokes, walau garing gpp sih
3. Bukan tentang doa atau potongan ayat tertentu, doa itu intim dan privat banget
4. Kalau jualan diutamakan barang-barang yang bisa dibeli
5. Jangan terlalu sering BM cek kontak, seminggu sekali kayaknya cukup deh. Ngga mungkin kan lo tiap hari upgrade OS
Butuh keberanian dan kejujuran untuk menerapkan rules ini.