Aug
23

PCO dan Sakit Perut Itu…

By

Selasa minggu lalu, usai bangunĀ  tidur siang gue mengalami sakit perut huebatttt. Sakittt banget sampai rasanya tuh didalam ada yang mau keluar, bukan mau BAB, bukan juga lagi haid -gue lagi mengalami ketidakseimbangan hormonal- jadi ngevlek dari beberapa hari lalu. Si neng, asisten gue di rumah langsung bingung bukan kepalang, akhirnya dianter sama mertua gue, langsung deh ke rumah sakit Mitra Keluarga, eh dokter yang memeriksa gue langsung bilang, coba deh diperiksa ke dokter Obgyn, sepertinya ini kista. Gue langsung berasa seperti ditembak dari berbagai penjuru.

Dengan sakit perut yang hebat, gue ngga bisa masuk ke UGD, karena saat itu ada pasien kecelakaan yang gagal nafas, walau bete dan sebel banget akhirnya gue pasrah. Terpaksa gue nunggu di poli umum, diperiksa sama dokter Rachel, dia langsung bikinĀ  gue khawatir. Gue udah bilang kalau diperiksa kira-kira dua bulan lalu, di Sammarie sama Prof Jacoeb, ngga ada kista. Dia bilang itu kan dua bulan lalu, bisa aja ini kista :( mau mewek gue rasanya saat itu.

Akhirnya gue bikin janji sama dokter Obgyn, Agustinus Gatot. Jam 8 pagi gue udah standby karena gue dapat nomor 4. Gue sengaja ngga mau dianter sama suami, karena gue suka deg-degan sendiri. Meski dapat nomor urut 4, gue baru dipanggil jam 10 pagi, karena pasien-pasien sebelumnya lamaaa banget didalam.

Pas gue ketemu dokter Agustinus Gatot, first impression gue adalah dia baik dan a good listener banget. Gue cerita kalau gue sebelumnya udah pernah ke Sammarie, dan terpaksa menghentikannya. Dia juga ngga ngejudge gue, I love it. sarannya malah simpel banget, makan timun, tomat dan selada setiap kali makan, ini akan mengurangi porsi karbohidrat yang dimakan. Trus gw di USG di perut aja, kesimpulan beliau sih gue mengalami yang namanya PCO alias Polycystic Ovary Syndrome, penjelasannya bisa dilihat di sini ya, keadaan ini yang memang gue rasakan. Gue pernah diet dan olahraga dengan sangat amat rajin, tapi malah ngga bisa turun berat badannya. Kemarin, saat gue datang ke dokter dan dalam keadaan tidak olahraga selama hampir dua minggu, berat badan gue malah turun dua kilogram. Belakangan, gue memang agak ngerem makan :)

Sama dokter Agustinus Gatot, gue dikasih obat -pil kb- tepatnya, Diane 35. Jadi tiap malam sebelum tidur gue disuruh minum satu tablet satu hari, katanya ini untuk menyeimbangkan hormon gue. Akan dicoba selama satu bulan pertama, dan kemudian dilanjut dalam waktu tiga bulan. Setelah tiga bulan baru kita akan menentukan langkah selanjutnya.

Hampir semingu mengkonsumsi Diane 35 ini, gue merasa moodnya berubah, lebih mellow dan agak jaga makanan ya? jerawat gue berkurang banyak -atau ini juga pengaruh Wijaya Skin Care?- terutama yang bikin tenang adalah gue sudah dapat jawaban atas ketidakseimbangan hormon ini.

Tidak pernah patah semangat dengan datangnya kehamilan, bersabar dan bersabar menunggu waktu yang tepat untuk hamil :)

Categories : Blog

Leave a Reply