Catatan Harian Si Boy The Movie
By
Menurut gw, ini film adalah film yang sangat berbahaya. Bisa menimbulkan kecanduan. Jadi, ngga cukup nonton sekali.
“Apa yang ngga penting buat lo, belum tentu ngga penting buat orang lain,”
Dialog dari Natasha (Carissa Putri) ini membuat jleb ke rongga dada terdalam. Yah, mungkin buat kita buku harian ngga penting-bahkan sangat out of date- tapi bagi Natasha, buku harian itu membuatnya kembali dari London demi menemani Ibunya yang sakit keras, dan mungkin last wishnya adalah menemukan tokoh Boy, si empunya buku harian tersebut. Klise? tidak. karena konflik antara Satrio (Ario Bayu) dan Nico (Paul Foster) persahabatan antara Nina (Poppy Sovia) yang pemilik bengkel tempat Satrio bekerja, Andi (abimana Satya alias Robertino) temannya sesama montir, juga Heri (Albert halim) akuntan yang bekerja di bengkel. menjadi sebuah pesan, kita juga harus menjaga teman, karena mereka adalah keluarga kedua yang bahkan lebih dekat dari keluarga asli kita.
menemukan Boy di era social media seperti ini jelas bukan sebuah perkara sulit, ketik di ggogle, keluarlah nama Boy dengan segudang aktivitasnya. Gw suka banget angle kamera saat tokoh Heri mencari sosok Boy di google, menurut gw yang awam dengan produksi film, ini keren dan ngga biasa. Pun dengan pembukaan saat tokoh Natasha menunggu dijemput kekasihnya di bandara. Diantara deretan trolley bandara -yang biasanya banyak yang rusak, itu terlihat bersih- Belum lagi angle kamera saat Nina akhirnye berterus terang tentang perasaannya terhadap Satrio, di kolong mobil. Kamera menembus mesin. Jelas kolong mobil bukan tempat yang direkomendasikan untuk menyatakan perasaan. tapi, hanya di kolong mobil, Satrio bisa dengan mudah diajak berbicara.
pemilihan aktris dan aktornya pas banget. Kalau gw sih udah ngga sangsi lagi dengan Ario Bayu yang matang aktingnya dengan tempaan di beberapa film Joko Anwar (diantaranya Kala dan Pintu Terlarang) Poppy Sovia sih tomboynya tak perlu diragukan lagi. Yang mencuri perhatian adalah aktingnya Abimana alias Robertino yang memerankan tokoh Andi, walau ngehek dan kelihatan konyol tapi dialognya tuh dalem semua. Emon alias Eko Mondial yang diperankan Didi Petet kini telah bermetamorfosis menjadi seorang motivator, dan yang lebih gregetan adalah kemunculan Roy Marten yang cuma satu scene tapi menentukan banget. Ya, dia jadi bokapnya Satrio. seorang koruptor yang membuat Satrio memilih keluar dari comfort zone karena tak mau menikmati uang haram tersebut.
Musik yang pas, dialog yang mengena, kostum dan pemeran yang pas merupakan hasil dari proses panjang selama tiga tahun proses produksi. satu scene lagi yang gw suka adalah duet Joko Anwar dengan Tigerlilybubu (maaf gw ngga tahu nama aslinya) yang berperan sebagai orang kepercayaan Boy. Walau gampang dicari jejak rekamnya, tapi tidak mudah menemui Boy memang. Dan Satrio berhasil meyakinkan Boy untuk menemui Nuke.
Gw nonton film ini di Blitz Megaplex Bekasi, dan hampir dipenuhi oleh ABG yang gw yakin ngga pernah merasakan kejayaan tokoh Boy saat itu. Dan siap-siap berkeringat dingin saat adegan drifting yang diperankan oleh Sungkar bersaudara. Catatan Harian Si Boy, yang disutradari Putrama Tuta, menjadi film terbaik sepanjang 2011 ini, menurut gw.
Nazyra C. Noer namanya itu yang tigerlilybubu
Oiya, makasih atas infonya ya. Langsung pingin follow twitternya ah…keren aktingnya. Suaranya seksi gitu.
OSTnya juga keren-keren lho salah satunya lagunya Amanda and Friends yang judulnya Sunshine :p
Ini pertanyaan gw yang belum ada jawabannya : dimana bisa mendapatkan cd OSTnya? can u help me.