Dibalik Pekerjaan Wartawan Infotainment
By
Apa yang ada dibenak anda saat mendengar kata Infotainment?
Suka, karena bisa melihat berita -apapun beritanya- dari sosok idola?
Benci, karena seperti tidak ada aktivitas lain mengurusi kehidupan orang lain-dalam hal ini selebriti?
Itu terserah anda. Saya tidak dalam kapasitas menilai atau menghakimi seseorang. Saya disini akanĀ bercerita pengalaman saya sebagai wartawan Infotainment yang telah saya jalani kurang lebih enam tahun. Dimulai dari Maret 2004 denganĀ menjadi reporter di Infotainment OTISTA yang tayang di SCTV setiap senin-jumat hingga menjadi Associate Producer Infotainment Expose di tvOne yang tayang senin-jumat yang berakhir masa tayangnya pada April 2010.
Saya ingin jujur pada diri saya sendiri, menjadi wartawan Infotainment adalah pengalaman sangat berharga dalam hidup saya. Saya bisa melihat bagaimana kehidupan sesungguhnya dari seorang selebriti yang mungkin hanya terlihat begitu ceria di layar kaca. Seringkali saya juga merasa dilema saat menjalankan tugas, tapi hidup ini selalu penuh resiko kan? Saya tidak pernah memaksa seseorang untuk mengeluarkan pernyataan di kala orang tersebut tak ingin berbicara. Tak pernah bersumpah serapah disaat narasumber tersebut tak ingin berbicara. Meski hanya beberapa kasus atau konflik yang saya liput, semua sangat berkesan. Menunggui rumah narasumber sudah seringkali saya jalani -dan belakangan menyadari betapa bodohnya hal itu saya lakukan- logikanya, kalau narasumber tersebut mau berbicara, kita tak butuh waktu lama untuk menunggu.
Saya akan menulis beberapa pengalaman saya selama menjadi wartawan Infotainment dengan tags Infotainment. Silahkan dibaca, dikritik jika perlu, dimaki-maki jika memang keterlaluan, atau bahkan dipuji jika memang bermanfaat.