Saya dan Perjalanan Satu Tahun
ByTak terasa, sudah setahun saya dan suami menjalani perkawinan. Masih bayi banget dalam menghadapi kehidupan, namun saya dan suami makin mengerti satu sama lain -khusus untuk suami, dia makin sabar menghadapi saya- Meski di satu tahun perkawinan kami belum ada tanda-tanda kehadiran bayi, kami berusaha sabar, mungkin memang belum jalannya. Belum mau usaha ini itu, alami saja. Jadi, kalau ada yang tanya-tanya ya dijawab senyum saja.
Satu tahun menjalani perkawinan tentu saja tidak melulu manis, cenderung banyak pahit malah. Apalagi saat akhir bulan, saatnya membayar tagihan ini itu. Kami adalah pasangan yang berangkat dari bawah, membiayai pernikahan sendiri -meski ditambahi oleh kedua orangtua kami- memulai perkawinan dengan mengontrak rumah dan alhamdulillah sekarang bisa mencicil mobil bekas. Kami percaya, jika kami berusaha rezeki tidak akan lepas dari kami.
Di perjalanan satu tahun, justru kami seringkali terpisahkan secara fisik. Bulan ramadhan lalu malah saya hampir tidak ditemani suami, karena suami syuting di Purwokerto nyaris satu bulan dan saat pulang kami langsung pergi pulang kampung ke Bima. Saya pernah ditinggal sepuluh hari ke Cina. begitu juga dengan suami, minimal empat hari saya tinggalkan dalam kurun waktu satu bulan karena harus syuting. Meski secara fisik berpisah, tidak degan hati kami. Saat berjauhan justru makin kangen, makin merasa dekat. Semoga, jodoh kami kekal…panjang sampai ajal menjemput.
