Saya, Manohara dan Hermes
By
Beberapa waktu lalu, Suami saya pergi ke Cina. Saat di Cina, Suami mengirim sandek (pesan pendek di Ponsel) bahwa Ia membelikan saya dompet bermerk Hermes berwarna pink, yang merupakan warna kesukaan saya. Sambil menanti kepulangan suami, saya sudah berkhayal betapa kerennya dompet ini.
Ketika suami pulang, tak sabar saya membuka oleh-oleh ini. Oalah… dompetnya memang keren. Tapi, ternyata hanya KW, alias barang tiruan. Tapi, walaupun barang KW, saya salut dengan Cina yang bisa memproduksi barang tiruan dengan sama bagusnya (menurut saya ini bagus sekali, karena terus terang saya belum pernah memegang yang asli) dengan bersemangat, suami menceritakan perjuangannya untuk membeli dompet ini. Memilih barang yang kira-kira disukai istrinya dan Menawar dengan bahasa tubuh (karena tidak bisa berbahasa Cina dan penjualnya tidak bisa berbahasa Inggris) dan akhirnya pilihannya jatuh ke dompet Hermes berwarna pink ini.Dompet yang dibeli di Leather Centre di Guangzhou ini berhasil meruntuhkan prinsip yang selama ini saya pegang -Tidak pakai barang bermerk Tiruan- Sesungguhnya adalah pantangan besar bagi saya -selama ini- untuk mengenakan barang bermerk namun bukan aslinya. Bagi saya, cukuplah Mango, Zara atau bahkan barang produksi dalam negeri ketimbang memakai produk abal-abal. Namun, mendengar cerita perjuangan suami, rasanya saya kok tak tahu diri kalau tidak berterimakasih dan tidak menggunakannya. Akhirnya, dompet Mango saya pun dipensiunkan untuk sementara.
Setelah berpikir-pikir, memang belum waktunya saya bisa seperti Manohara yang bisa menggunakan barang-barang bermerk. Kalaupun Hermes yang saya pakai asli, siapa yang akan percaya? Pakai Hermes pun tidak akan mempengaruhi status sosial dan pergaulan saya -saya bukan kaum sosialita- Rasanya lucu sekali, kalau tiba-tiba saya pakai barang asli semisal Hermes dan tetap mengejar-ngejar patas AC 84 untuk berangkat ke kantor.
salam kenal mba… kunjungan perdana nih.
Kalo saya sih dari awal ga tabu mba menggunakan barang-barang berkualitas, walau dia adalah replica/tiruan dari branded product. Yang paling utama adalah kualitas, hehe.
btw, trims for share lho, setuju banget dengan paragraf terakhir mba tuh, pake hermes asli juga kalo masih mengejar bis kota sayang banget ya mba… dan juga, belum tentu orang tau Hermes yang kita beli dengan mengeluarkan uang juta-juta itu dikira asli. Hehe…., jadi mending uangnya dipake untuk keperluan lain ajaaa….
Terima kasih atas kunjungannya
Iya percuma beli ratusan juta selain sayang duit, kayaknya aku juga ngga perlu deh