posted by on Blog

No comments

  
Time flies so fast….

Hari ini gue mengantar Bimo, asik bungsu gue ke stasiun Pasar Senen. Ya, mulai hari senin besok dia akan memulai fase kehidupannya yang baru sebagai mahasiswa. 

Jujur, gue merasa ngga rela. Antara sedih sama takut. 

Semenjak nyokap gue meninggal bulan maret 2014 silam, otomatis urusannya Bimo menjadi prioritas utama gue, tanggung jawabnya ada di gue. 

Bukan cuma soal uang, tapi juga soal perhatian. Maka, waktu dia lulus sekolah dan minta untuk kuliah di ISI Yogya, gue cuma bisa mengarahkan, memberi pandangan. Kalau hidup itu ngga mudah, keras dilewati dan penuh tantangan. 

Maka, ketika dia memilih untuk kuliah di jurusan pedalangan, gue cuma bisa dukung dan berdoa saja. Alhamdulillahnya siii Bimo ini lulus ujian dan diterima, dan uang kuliahnya pun ngga terlalu mahal. 

Sambil nunggu masa kuliah dimulai, Bimo benar benar menghabiskan banyak waktu di rumah. Dia anter arau jempit gue ke manapun, tidur sama bokap gue, atau sekedar main sama keponakan keponakan tang selalu senang diwnsong fia. 

posted by on Blog, Review

6 comments

lipstick

Belakangan, memakai lipstick merah jreng menjadi tren.

Ngga ada yang ngga pede pakai lipstick merah.

Mulai dari lipstick yang glossy, matte. sampai yang awet macam pigment gloss.

Gue mau berbagi cara pakai lipstick merah, biar ngga dibilang habis makan bayi :)))

|| Read more

Sebut Dia Pong!

Aug
2015
21

posted by on Blog

10 comments

PINKPONG

 

 

 

 

 

I’m Not A Gay!!!!

I’m a woman, same like you.

But in a different case….

|| Read more

posted by on Blog

2 comments

index

Momen 17 Agustus kali ini benar-benar semarak

Banyak yang merayakannya dengan cara berbeda

Mulai dari upacara, karnaval yang seru sampai naik gunung

Momen 17an buat gue, adalah momen di mana gue selalu menitikkan air mata.

|| Read more

Tetangga Masa Gitu*

Aug
2015
12

posted by on Blog

20 comments

BIMA

Selalu ada banyak cerita soal tetangga, yang seringkali disebut sebagai saudara terdekat.

Ada yang menganggap tetangga benar-benar sebagai saudara terdekat.

Atau justru juga sebagai penganggu yang meneror kenyamanan.

|| Read more